nusabali

Asyik Selfie Pria Bule Jatuh ke Jurang

Jurang Sedalam 50 Meter di Jembatan Mamo Suluban, Pecatu

  • www.nusabali.com-asyik-selfie-pria-bule-jatuh-ke-jurang

Korban Sadri Alessandro Haidar ditemukan selamat, tapi harus dilarikan ke RS lantaran mengalami patah tulang pada lengan kiri serta luka di sekujur tubuh.

MANGUPURA, NusaBali

Seorang pria bule warga negara Kanada, Sadri Alessandro Haidar,34, ditemukan warga dalam kondisi sekarat di dasar Jembatan Mamo Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Sabtu (7/5) petang. Belum diketahui secara persis penyebab korban berada di dasar jembatan tersebut. Kuat dugaan bule yang menginap di New Moon Guest House, Jalan Bidadari Nomor IX, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung itu terjatuh saat asyik foto selfie di atas jembatan. Korban harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) lantaran mengalami patah tulang pada lengan bagian kiri serta luka di sekujur tubuh.

Kepala Basarnas Denpasar, I Gede Darmada mengatakan insiden jatuhnya wisatawan atas nama Sadri Alessandro Haidar itu pertamakali diketahui oleh sejumlah pengguna jalan yang menaruh curiga dengan keberadaan satu unit sepeda motor PCX warna hitam yang terparkir dalam keadaan hidup di pinggir jembatan pada, Sabtu pukul 18.15 Wita. Atas kecurigaan itu, pengguna jalan melaporkan ke Pecalang Desa Adat Pecatu untuk memeriksa pemilik motor dengan nomor polisi DK 3153 FCF itu.

Tim Pecalang kemudian bergerak ke lokasi dan mencari tahu keberadaan sang pemilik motor. Namun, dalam proses pencarian tidak menemukan tanda-tanda keberadaan sang pemilik. Karena khawatir dengan kondisi pemilik motor, Pecalang kemudian melaporkan kejadian itu dengan dugaan awal jatuh ke dasar jurang ke pihak Basarnas Denpasar. "Setelah mendapat laporan, kita langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Alhasil, keberadaan pemilik motor yang merupakan wisatawan itu terdeteksi di dasar jurang Jembatan Mamo, Suluban," jelas Darmada, Minggu (8/4).

Setelah mengetahui korban berada di dasar jurang, pihaknya pun mengerahkan 9 orang personel yang dilengkapi dengan peralatan mountaineering (peralatan panjat tebing). Pengerahan alat khusus tersebut karena kondisi Alessandro Haidar berada di tepi jurang yang kedalamannya mencapai 50 meter dari jembatan. Dia mengaku kalau pengerahan alat tersebut juga dikarenakan kondisi wisatawan tersebut dalam keadaan selamat, meski mengalami luka di sekujur tubuh dan patah tulang lengan sebelah kiri. Sehingga proses evakuasi perlu kehati-hatian.

Proses evakuasi Alessandro Haidar dari dasar jurang hingga ke tepi jembatan tersebut membutuhkan waktu 2 jam lebih. Setelah berhasil dievakuasi, wisatawan tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Bali Jimbaran untuk mendapatkan penanganan intensif. "Kondisi korban diketahui masih selamat, dan sesegera mungkin diturunkan tandu untuk mengangkat korban ke atas jembatan. Evakuasi membutuhkan waktu cukup panjang, karena memperhitungkan kondisi korban dan kondisi di lapangan. Hal ini semata agar pemindahan korban diperlukan kecermatan," kata Darmada seraya mengatakan proses evakuasi di-back up penuh petugas Kepolisian, Balawista dan unsur SAR lainnya.

"Keterangan dari salah satu saksi yang juga merupakan Pengawas Balawista sektor selatan, Kecamatan Kuta Selatan, Wayan Somer mengatakan awalnya dihubungi warga setelah melihat sepeda motor milik korban. Saat tiba di lokasi, saksi tidak bisa berbuat banyak, sebab medan sangat sulit. Lalu mereka melaporkan ke Kantor Basarnas Denpasar," ungkap Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Ketut Sugiarta Yogha dikonfirmasi, Minggu kemarin.  Berkat kesigapan dari tim Basarnas Denpasar yang melakukan pertolongan selama dua jam, berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat. Pria bule kelahiran Montreal, Kanada, 7 Juli 1987 itu berhasil diangkat dari dasar jembatan sekitar pukul 20.25 Wita.

Selanjutnya pukul 20.38 Wita korban Sadri Alessandro dievakuasi menggunakan Ambulance Masjid Palapa ke RS Bali Jimbaran di Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Guna mengungkap identitas korban dan motif peristiwa itu terjadi, aparat Polsek Kuta Selatan melakukan penyelidikan. Berdasarkan identitas kendaraan yang dibawa korban polisi mengetahui korban tinggal di New Moon Guest House, Jalan Bidadari Nomor IX, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung. Dari sana polisi berhasil mengungkap nama dan identitas diri dari korban.

"Sementara terkait motif mengapa korban sampai terjatuh ke dasar jembatan masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara korban saat foto selfie. Dugaan itu karena di atas jembatan tersebut sering ditemukan beberapa tamu melakukan aktivitas foto-foto pada saat sore hari," tandas Kompol Ketut Sugiarta.

Sementara Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengungkapkan insiden jatuhnya WNA asal Kanada itu setelah tim Pecalang mendapat laporan dari masyarakat yang curiga dengan keberadaan motor. Setelah mengetahui, Pecalang sempat melakukan penyisiran di tepi jembatan dan diketahui ada semacam bekas seperti orang terjatuh. Kemudian meneruskan temuan awal ke petugas Basarnas untuk melakukan penyelamatan. Dia mengaku, Jembatan Mamo yang ada di Jalan Suluban itu memiliki ketinggian mencapai 80 meter. Untungnya, wisatawan yang jatuh itu ditemukan masih selamat.

"Kalau wisatawan itu jatuh langsung ke dasar jurang, kemungkinan besar tidak selamat. Namun, dugaan awal dia (wisatawan) jatuh dan mengenai pohon, sehingga nyangkut," ungkap Sumerta. Bendesa Sumerta juga menduga kalau wisatawan tersebut jatuh tidak sampai ke dasar jurang, namun hanya berada di kedalaman 20 hingga 50 meter dan nyangkut di pepohonan.

Sehingga, bisa selamat meski mengalami luka dan patah tulang. Menurut Sumerta, kejadian orang jatuh di Jembatan Mamo atau biasa disebut Jembatan Suluban itu sudah beberapa kali terjadi. Hal ini disebabkan pemandangan dari atas jembatan itu cukup indah. Wisatawan bisa melihat secara langsung pantai dan sunset. Selain itu, ada juga pemandangan yang menyuguhkan pepohonan lebat. Namun sayangnya, beberapa wisatawan abai dengan keselamatan dan mengambil foto selfie di lokasi tersebut.

"Kemungkinan karena keasyikan selfie, akhirnya lupa dengan keselamatan. Sehingga jatuh ke dasar jurang," sebut Sumerta yang juga anggota DPRD Badung ini.

Adanya kejadian wisatawan jatuh ke dasar jurang Jembatan Mamo itu sudah beberapa kali terjadi. Beberapa tahun lalu, ada mobil yang jatuh ke dasar jurang dan sejumlah wisatawan meninggal. Kemudian, setahun lalu, terang Sumerta ada juga seorang wisatawan yang jatuh ke dasar. Saat itu, korbannya langsung meninggal di lokasi.

Nah, kejadian kembali terulang pada, Sabtu petang yang menyebabkan seorang wisatawan jatuh. Untungnya, wisatawan tersebut berhasil selamat dalam kejadian itu. Dia pun mengimbau kepada masyarakat dan juga wisatawan agar selalu hati-hati dan waspada saat beraktivitas, termasuk di area jembatan tersebut. "Saya tidak ingat betul, tapi dalam dua tahun ini ada dua wisatawan yang jatuh di sana. Kalau ditarik lagi ke belakang, pernah ada mobil yang terjun bebas di sana," imbuh Sumerta.

Sementara itu pihak RS Bali Jimbaran tempat korban atas nama Sadri Alessandro WNA asal Kanada mendapat perawatan menyatakan kondisi pasien saat ini dalam keadaan stabil. Pasien tiba di RS Bali Jimbaran pada Sabtu (7/5) pukul 21.00 Wita dan langsung mendapat penanganan intensif dari tim dokter rumah sakit di ruang UGD.

"Diagnosisnya patah tulang pengumpil kiri di bagian dekat siku dan patah pada tulang rusuk kiri," terang dr Eka Kusuma, dokter yang bertugas di UGD. Dia menjelaskan, tindakan selanjutnya kepada korban, yakni dilakukan operasi pemasangan implant untuk menyambungkan tulang yang patah pada Minggu (8/5) yang ditangani oleh dr Komang Septian SpOT. *dar, pol, cr78

Komentar