Kategori: Nusa Ning Nusa
yad yad ācarati śreṣṭhas tat tad evetaro janaḥ sa yat pramāṇaṁ kurute lokas tad anuvartate (Bhagavad Gītā 3.21)
BANGKE berarti jasad, mayat, sebutan orang Bali buat orang yang meninggal. Ini bahasa kasar, biasanya ditujukan buat seseorang yang tidak disukai dalam pergaulan sehari-hari, atau buat binatang.
vidyā-vinaya-sampanne brāhmaṇe gavi hastini śuni caiva śva-pāke ca paṇḍitāḥ sama-darśinaḥ. (Bhagavadgītā 5.18)
LEBIH seringlah berbicara tentang berkah daripada musibah— hidup mendengarkan dengan saksama. Semesta mendengarmu, demikian pula setiap sel tubuhmu, siap melayani penciptaan.
PERTANYAAN tentang apakah jati diri asli harus bersifat permanen dan tidak boleh berubah merupakan salah satu isu klasik sekaligus kontemporer dalam kajian manusia.
PERTANYAAN tentang apakah jati diri asli harus bersifat permanen dan tidak boleh berubah merupakan salah satu isu klasik sekaligus kontemporer dalam kajian manusia. Di satu sisi, jati diri sering dipahami sebagai inti keaslian diri. Di sisi lain, manusia hidup dalam dunia yang dinamis: perubahan sosial, budaya, teknologi, dan pengalaman hidup terus membentuk ulang cara seseorang memahami dirinya. Ketegangan antara keaslian dan perubahan inilah yang menjadi pusat perdebatan.
Daṇḍaḥ śāsti prajāḥ sarvāḥ, daṇḍa eva abhírakṣati, daṇḍaḥ supteṣu jāgarti, daṇḍaṁ dharmaṁ vidur budhāḥ. (Manusmṛti VII.4–5)
BENARKAH orang Bali etnik yang suka ditonton? Jangan-jangan mereka teguh memegang tradisi, mempertahankan seni budaya leluhur, justru karena banyak turis khusus datang ke Bali untuk menontonnya.
Krodhād bhavati sammohaḥ sammohāt smṛti-vibhramaḥ, smṛti-bhraṁśād buddhi-nāśo buddhi-nāśāt praṇaśyati. (Bhagavad Gītā 2.63)
BUDAYA sosial memiliki pengaruh kuat terhadap cara individu berpikir, berperilaku, dan mengekspresikan diri.
atha kena prayukto ’yaṁ pāpaṁ carati pūruṣaḥ anicchann api vārṣṇeya balād iva niyojitaḥ. (Bhagavad Gītā 3.36)
PERIBAHASA ‘ada gula ada semut’ berarti di mana ada pertumbuhan ekonomi pesat, rezeki tak habis-habis, tumbuh sambung menyambung silih berganti; di sana pula orang-orang berbondong datang merapat. Mereka tinggal berdesak-desak, berebut, saling sikut.
karmaṇy evādhikāras te mā phaleṣu kadācana mā karma-phala-hetur bhūr mā te saṅgo ’stvakarmaṇi (Bhagavad Gītā 2.47)
GENTRIFIKASI adalah proses transformasi sosial–ekonomi di suatu kawasan ketika kelompok berpenghasilan lebih tinggi masuk ke wilayah yang sebelumnya dihuni masyarakat berpenghasilan rendah.
KEBANYAKAN orang percaya kekasih hidup di luar diri, seseorang yang selalu dirindukan. Waktu dengan pelan mengajar, bahkan kedekatan termanis pun dapat membawa kekecewaan.
BELAKANGAN ini semakin sering terjadi kemauan pemimpin yang tidak sejalan dengan keinginan yang dipimpin.
Na apsu mūtraṁ purīṣaṁ vā kuryān naiva ca samsthitam. (Manusmṛti 4.56)
SECARA sadar, pariwisata budaya Bali menglokalisasi kearifan lokal sebagai daya tarik. Kearifan lokal adalah berbagai aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka termasuk pariwisata.
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat, tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasya svid dhanam. (Īśopaniṣad, 1)
TAHUN 1963 Wayan Merta bersama istri dan tiga anak bertransmigrasi ke Lampung. Mereka berangkat dari Pelabuhan Padangbai.
Topik Pilihan
Berita Foto
Produksi Dodol Keranjang Jelang Imlek
Target Produksi Bawang Merah Nasional
Malajah Sambil Maplalianan
Target Transaksi IIMS 2026
Nusa Ning Nusa
MUTIARA WEDA: Kembali ke Ajaran Leluhur
yad yad ācarati śreṣṭhas tat tad evetaro janaḥ sa yat pramāṇaṁ kurute lokas tad anuvartate (Bhagavad Gītā 3.21)