nusabali

Diduga Masalah Utang, Kepala Ditebas Parang

  • www.nusabali.com-diduga-masalah-utang-kepala-ditebas-parang

DENPASAR, NusaBali - Peristiwa berdarah terjadi di Jalan Gunung Andakasa, Gang Cempaka Nomor 4 A Denpasar Barat, Kamis (21/12) dini hari pukul 01.30 Wita.

Komang Maleno Bramastra,23, ditebas parang oleh I Gusti Ngurah Yudha Andika Putra,23, pada bagian kepala. Hingga kemarin sore korban masih dalam perawatan intensif tim dokter di RSU Wangaya Denpasar.

Peristiwa berdarah ini diduga terjadi akibat utang piutang. Dugaan masalah utang piutang itu karena korban datang ke lokasi TKP untuk mengambil uang yang dipinjam pelaku. Hingga kemarin sore pihak korban belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Walaupun demikian pelaku sudah diamankan aparat Polsek Denpasar Barat, Kamis pagi pukul 08.00 Wita.

"Pelaku sudah ditangkap dan diamankan di Mapolsek Denpasar Barat. Sementara korban belum bisa dimintai keterangan. Selain itu pihak korban juga belum buat laporan polisi. Istri korban belum bisa meninggalkan RSUD Wangaya karena menjaga korban yang sedang dirawat," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, Kamis siang. Menurut AKP Sukadi informasi yang diperoleh dari saksi sekaligus istri korban Komang MB, yakni Ni Putu Vivi Ary Anggreni,24, mengungkapkan awalnya korban Komang Maleno dan istri datang dari Singaraja ke lokasi TKP yang kabarnya lokasi tempat kerja pelaku, Rabu (20/12). Keduanya datang karena dipanggil untuk mengambil uang yang dipinjam pelaku sebelumnya.

Saat tiba di Denpasar, korban dan istrinya terlebih dahulu singgah di rumah mertuanya di kawasan Kereneng. Lalu pada pukul 19.00 Wita baru menuju ke tempat yang dijanjikan pelaku. Saat tiba di TKP korban dan istrinya disambut ramah oleh pelaku IGN Yudha Andika Putra. Mereka ngobrol, makan, dan minum teh. Setelah itu keduanya main game di ruangan kerja pelaku. "Kata istri korban pada saat itu mereka tidak langsung pulang karena menunggu ibu pelaku yang sedang sembahyang. Uang yang dijanjikan itu katanya dibawa ibu pelaku," ungkap AKP Sukadi.

Sembari menunggu kedatangan ibunya, IGN Yudha mengajak suami-istri ini main game. Selanjutnya karena sudah larut malam saksi tidur di ruang kerja pelaku. Saat itu, pelaku dan korban pindah ngobrol ke luar. Namun saksi terbangun setelah mendengar suara teriakan minta tolong dari suaminya. "Pada saat saksi keluar dan melihat suaminya berjongkok sambil memegang kepalanya yang bersimbah darah. Sedangkan pelaku merangkul leher korban. Melihat suaminya berdarah saksi hendak menolong. Namun saat itu dia dihadang pelaku dan memintanya untuk diam," beber AKP Sukadi.

Meskipun dihadang pelaku, saksi terus berteriak hingga warga sekitar berdatangan. Saksi lalu minta tolong warga untuk mengambil sepeda motor lalu pergi mengajak suaminya ke Kereneng sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Wangaya. "Berdasarkan cerita dari istri korban ini maka kesimpulan sementara latar belakang kasus itu diduga adalah utang piutang. Sampai saat ini saya belum dapat perkembangan hasil pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah diamankan di Mapolsek Denpasar Barat," tutur AKP Sukadi.

Sementara keterangan dari Komang Budiantara, 40, yang merupakan saksi lain di TKP mengatakan pada saat kejadian hanya ada korban dan pelaku saja. Saksi ini keluar kamar kos setelah mendengar teriakan dari korban. Pada saat itu saksi ini melihat korban berlumuran darah. Korban mengaku kepada saksi dirinya dipukul. "Komang Budiantara saat itu hanya menyarankan korban untuk lapor polisi," ungkap AKP Sukadi.

Menerima informasi tentang adanya kejadian itu aparat Polsek Denpasar Barat langsung mendatangi lokasi TKP. Tak butuh waktu lama atau sekitar 7 jam pasca kejadian, sekitar pukul 08.00 Wita pelaku yang tinggal di Jalan Bajataki Pondok Sepa 2, Nomor 8, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat ditangkap. Pelaku langsung diamankan di Mapolsek Denpasar Barat. 7 pol

Komentar