nusabali

Wabup Suiasa Imbau Percepat Distribusi Migor Curah

Antisipasi Kelangkaan dan Kenaikan Harga Jelang Hari Raya Idul Fitri

  • www.nusabali.com-wabup-suiasa-imbau-percepat-distribusi-migor-curah

MANGUPURA, NusaBali
Masalah minyak goreng (migor) curah jadi perhatian serius Pemkab Badung. Pemerintah mengimbau distributor agar melakukan percepatan distribusi, sehingga tidak terjadi kelengkaan di pasaran seperti yang terjadi saat ini.

Hal ini ditegaskan langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, saat memimpin rapat koordinasi membahas tentang program perekonomian, UMKM, dan ekonomi kreatif, Sabtu (23/4) di Ruang Pertemuan Rumah Jabatan Wakil Bupati, Puspem Badung. Salah satu yang jadi isu utama dalam rapat koordinasi tersebut adalah isu minyak goreng yang kini masih berkembang di masyarakat. Kini pemerintah tengah berupaya mencari solusi guna mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga.

Wabup Suiasa mengakui kelangkaan migor curah tidak saja terjadi di Badung, melainkan sudah menjadi isu nasional, sebab kelangkaan juga hampir terjadi di seluruh Indonesia. “Bapak Presiden sudah mengambil langkah-langkah riil terkait hal ini, mulai dari membuat standarisasi harga, kebijakan terbaru dengan menyetop ekspor bahan baku minyak goreng. Bahkan secara hukum sudah menangkap mafia minyak goreng,” ujarnya.

“Bagaiman untuk di Badung? Di Badung sendiri setelah melakukan evaluasi serta mendapat masukan dari perangkat daerah terkait, tampak dari segi ketersediaan minyak goreng sudah cukup dan semakin meningkat. Namun yang menjadi masalah adalah dari sisi distribusi, karena dari pemantauan oleh Satgas Pangan diketahui distribusi yang langsung ke pasar dan ke masyarakat kurang lancar dan berdampak pada kenaikan harga,” jelas Wabup Suiasa.

Untuk itu, Wabup Suiasa menegaskan, akan membuat edaran untuk mengingatkan kepada distributor agar melakukan percepatan distribusi ke pasar-pasar maupun ke masyarakat. Selain itu, lanjut wabup asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan itu, Pemkab Badung juga akan mengefektifkan Satgas Pangan yang komandonya ada di kepolisian untuk melakukan kontrol sekaligus menindak pihak-pihak yang sengaja menimbun bahkan menghambat distribusi.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Wabup Suiasa kembali menegaskan akan mengambil langkah intervensi agar harga migor curah di pasaran lebih stabil. Caranya dengan melakukan kegiatan pasar. “Dalam upaya mengantisipasi lonjakan harga menjelang Idul Fitri, kami akan lakukan intervensi pasar dalam bentuk pasar murah maupun kegiatan lainnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, Satgas Pangan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung mendatangi distributor minyak goreng (migor) curah PT Sawit Tunggal Arta Raya (PT STAR) di Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Jumat (22/4). Kedatangan tim untuk memantau harga sekaligus mengecek ketersediaan migor curah.

Tim dipimpin langsung Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung IB Gede Arjana, didampingi Kabag Perekonomian Setda Badung AA Sagung Rosyawati. Turut mendampingi Staf Operasional Penjualan Minyak PT STAR, David Stepanus Komala.

Arjana mengatakan kedatangan tim ke PT STAR selaku distributor migor curah untuk memastikan kelancaran distribusi dan kestabilan harga migor curah terutama pada saat Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H. “Hari ini kami turun untuk memantau terkait dengan ketersediaan kebutuhan bahan pangan, kelancaran distribusi dan kestabilan harga migor curah saat bulan suci Ramadan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Arjana.

Sementara Staf Operasional Penjualan Minyak PT STAR, David Stepanus Komala, mengatakan sampai saat ini tidak ada masalah sama sekali. Selama 2021 PT STAR menyalurkan 4.500 ton per tahun atau 375 ton per bulan. Bahkan, saat ini PT STAR masih punya stok 1.700 ton. “Masyarakat Bali lebih condong menggunakan minyak goreng kemasan. Dengan ditetapkan pemerintah Rp14.000/liter atau Rp 15.500/kilogram di tangan konsumen, kemungkinan masyarakat yang merasa minyak curah ini lebih ekonomis kemungkinan beralih ke minyak curah,” katanya.

Bila terjadi kenaikan permintaan signifikan dalam dua minggu ke depan, lanjut David, PT STAR berencana melakukan penambahan stok. “Intinya jangan sampai minyak curah langka di masyarakat,” tegasnya. *asa

Komentar