nusabali

Tangani Sampah, Buleleng Bentuk Penyuluh Lingkungan

  • www.nusabali.com-tangani-sampah-buleleng-bentuk-penyuluh-lingkungan

Pemkab Buleleng terus mengenjot upaya-upaya penanganan sampah.

SINGARAJA, NusaBali

Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membentuk petugas penyuluh lingkungan. Namun karena keterbatasan anggaran, petugas penyusul lingkungan masih memanfaatkan tenaga staf DLH.

Ada sembilan staf DLH yang mendapat tugas tambahan sebagai penyuluh lingkungan. Mereka ini bertugas memberikan pendampingan kepada kelompok-kelompok pengelola sampah yang ada. Dalam pendampingan itu, petugas penyuluh lingkungan ikut memberikan ide-ide inovatif dalam pengelolan sampah. ”Dalam pengelolaan sampah itu perlu ada edukasi-edukasi. Sehingga kami siapkan penyuluh sebagai pendampingan dalam memberikan edukasi, mulai dari pemilihan dan pemanfaatan sampah itu sendiri,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi.

Menurut Ariadi Pribadi, pembentukan petugas penyuluh lingkungan ini sangat penting dalam mensukseskan penanganan sampah. Karena dibidang lainnya seperti, Pertanian dan Perikanan sukses karena ada penyuluhnya. “Apalagi ini menyangkut lingkungan, jadi perlu ada penyuluhnya. Ini baru cikal bakal, mudah-mudahan nanti bisa diangkap tenaga penyuluh lingkungan. Karena persoalan lingkungan cukup komplek juga sehingga perlu ada pendampingan-pendampingan,” katanya.

Masih kata Ariadi Pribadi, petugas penyuluh lingkungan yang dibentuk saat ini masih bekerja secara tim. Mereka berunding menentukan kelompok-kelompok pengelola sampah yang perlu mendapat pendampingan. Sejauh ini selain ada bank sampah yang dibuat oleh beberapa desa, ada juga desa-desa yang telah memiliki tempat pemrosesan sampah terpadu 3R (TPS3R). Disebutkan, di Buleleng terdapat 26 desa yang telah memiliki TPS3R. Dari jumlah itu, hampir setengahnya belum bisa beroperasi optimal. “Inilah yang menjadi sasaran penyuluh lingkungan itu, bagaimana mereka bisa memberikan edukasi-edukasi dalam pendampingannya, sehingga TPS3R itu bisa optimal,” terangnya.

Disebutkan, meski merangkap sebagai staf DLH, mereka yang diberikan tugas tambahan sebagai tenaga penyuluh, diberikan tugas utama pendampingan dalam pengelolaan sampah. Alasannya, penanganan sampah ini menjadi prioritas pemerintah baik kabupaten maupun provinsi.

Sementara itu, pembentukan bank sampah juga terus digenjot. Kali ini merambah ke seluruh OPD di lingkup Pemkab Buleleng. Salah satunya, Kecamatan Banjar telah melaunching Bank Sampah Bersinar. Sekretaris Kecamatan Banjar Cokorda Aditya selaku Direktur Utama Bank Sampah Bersinar mengatakan, seluruh pegawai di Kecamatan Banjar diwajibkan menabung sampah plastik setiap Jumat. Sampah plastic yang diserahkan akan ditimbang, nah hasil penjualan itulah dicatatkan dalam tabungan.*k19

Komentar