nusabali

Badung Dapat Pemasukan Rp 13 Miliar

Pasang Spanduk ke WP Bandel Membuahkan Hasil

  • www.nusabali.com-badung-dapat-pemasukan-rp-13-miliar

Pemasangan spanduk kepada wajib pajak (WP) yang nunggak pajak ternyata cukup efektif.

MANGUPURA, NusaBali

Buktinya, dari pemasangan spanduk yang dilakukan sejak Februari 2019, Pemkab Badung berhasil menambah pendapatan sebesar Rp 13.239.082.742.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung I Made Sutama, mengatakan pemasangan spanduk bertulisan ‘Objek Pajak Ini Menunggak Pajak Daerah’, adalah upaya yang dilakukan supaya WP segera membayar tunggakan pajaknya. Diakui, sejak Februari 2019, pihaknya telah memasang spanduk di 18 WP.

“Sebanyak 18 WP yang sudah kami pasangi spanduk di tempat usahanya (objek pajak, Red). Para WP sudah beritikad baik dengan melaksanakan kewajibannya, walaupun dengan mencicil,” ungkap Sutama, Kamis (14/11).

Berdasarkan catatan dari pihak Bapenda Badung, pendapatan yang diterima pemerintah dengan pemasangan spanduk kepada WP penunggak pajak mencapai Rp 13.239.082.742. “Sejak Februari lalu kami pasang spanduk, setidaknya ada tambahan pendapatan Rp 13.239.082.742.30. Ini menunjukkan pemberian sanksi moral bagi WP nakal cukup ampuh,” tegasnya.

Dirasa efektif memberikan efek jera, Bapenda Badung akan terus bergerak ke lapangan mencari WP bandel. “Ini sudah terbukti, yang tadinya tidak mau bayar, sekarang mau bayar,” imbuh Sutama.

Birokrat asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini mengakui tunggakan pajak masih cukup banyak hingga ratusan miliar rupiah, bukan saja pajak hotel dan restoran, melainkan juga pajak hiburan, reklame maupun PBB.

Disinggung apakah upaya terakhir yang akan dilakukan bila WP tetap membandel, mantan Kepala BPPT Badung ini menegaskan langkah terakhir adalah pemblokiran rekening. Namun, pemblokiran rekening adalah langkah terakhir yang dilakukan bila upaya-upaya peringatan seperti pemasangan spanduk tidak digubris oleh WP penunggak pajak.

Sutama mengakui, total pendapatan asli daerah yang diterima saat ini sekitar Rp 3,6 triliun. “Kami optimistis dengan waktu siswa dua bulan lagi, target pendapatan Rp 4,6 triliun akan tercapai,” tandasnya. *asa

loading...

Komentar