nusabali

Kandang Terbakar, 12 Ribu Ayam Terpanggang

  • www.nusabali.com-kandang-terbakar-12-ribu-ayam-terpanggang

Sebuah kandang ayam milik I Gede Maruta, 54, di Banjar Munduktemu Kaja, Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, Tabanan terbakar pada Selasa (20/8).

TABANAN, NusaBali

Kebakaran yang sempat buat geger warga itu menghanguskan ayam sebanyak 12.000 ekor. Penyebab kebakaran karena adanya hubungan pendek arus listrik (korsleting).

Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu saksi Ni Made Suarditi, 30, yang tinggal berjarak sekitar 20 meter dari lokasi ketika bangun tidur melihat ada kobaran api dari kandang ayam tersebut. Dengan kondisi panik dia langsung berlari ke kandang membangunkan karyawan yang ada di sana.

Mereka pun berusaha memadamkan api dengan cara menyiram dengan air PDAM agar kobaran api tidak meluas. Sebab di kanan kiri kandang dengan kapasitas 42 ribu ekor terdapat kebun kopi dan pohon yang lebat. Akan tetapi api semakin besar dan membuat warga yang menolong takut mendekat. Kemudian mantan Perbekel Desa Munduktemu I Nyoman Wintara menelepon pemadam kebakaran.

Kapolsek Pupuan AKP Ida Bagus Mehendra, menjelaskan kebakaran terjadi diduga adanya arus pendek listrik di dalam kandang ayam sehingga ada percikan api kemudian membesar dan meludeskan seluruh kandang dengan ukuran 100 meter x 8 meter beserta isinya. “Ada 12 ribu ekor ayam yang baru berumur 7 hari terbakar, tetapi kebakaran tak sampai mengakibatkan adanya korban jiwa,” ujarnya.

Penanganan kebakaran mendatangkan mobil pemadam kebakaran sebanyak 2 unit. Sebelumnya api dipadamkan menggunakan air PDAM oleh warga. “Kerugian ditafsir Rp 1,2 miliar karena kandangnya 4 lantai,” kata AKP Mehendra.

Mantan Perbekel Munduktemu I Nyoman Wintara menuturkan kebakaran yang terjadi Selasa pagi itu sempat membuat warga geger. Karena kobaran api ke atas sampai 20 meter. “Semua warga ngeri mendekat, memadamkan dengan air PDAM tak bisa akhirnya menelepon pemadam. Api berhasil padam total setelah dilakukan pemadaman sekitar 1 jam,” ujarnya. *des

loading...

Komentar