nusabali

Pemkab Segera Pasang Pagar Pengaman

  • www.nusabali.com-pemkab-segera-pasang-pagar-pengaman

Bupati Suwirta menugaskan Dinas Pariwisata mempercepat pemasangan pagar pengaman tebing pada objek-objek wisata yang memiliki tebing curam.

Di Sejumlah Tebing Curam Primadona Selfie Nusa Penida


SEMARAPURA, NusaBali
Tebing curam di wilayah perairan Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, selama ini sudah memakan beberapa korban jiwa. Peristiwa teranyar menimpa seorang siswa kelas XI SMKN 1 Nusa Penida, I Made Candra Udiana, 18. Siswa asal Banjar Angkal, Desa Suana, Nusa Penida ini, tewas terperosok dari Saren Cliff setinggi 275 meter di Dusun Saren, Desa Batumadeg, Nusa Penida. Untuk menghindari terjadi korban susulan maka Pemkab Klungkung melalui Dinas Pariwisata (Dispar) akan memasang pagar pengaman pada kawasan pantai yang memiliki tebing curam. Tahun ini Dispar menganggarkan Rp 60 juta untuk memasang pagar di areal tebing Devil Tear, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

“Pagar pengaman itu akan menggunakan tali dan kayu ulin atau kayu yang tahan lama terhadap air laut, kalau kita pakai besi cepat rusak,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta kepada NusaBali, Rabu (27/2). Mengenai pemasangan pagar pengaman di tebing Saren Cliff, Dispar akan segera turun untuk menelusuri atas kepemilikan lahan tersebut. Karena kendala di lapangan banyak terkendala status kepemilikan lahan, karena ada yang milik pribadi. Kalau itu milik pribadi maka akan dicari solusinya dengan duduk bersama, tentunya nanti akan ada kesepakatan antara pemerintah dan pemilik lahan.

“Kita akan segera telusuri,” katanya. Pemagaran di Pantai  Devil Tear ini bisa cepat dianggarkan karena memang sudah menjadi prioritas, yakni ramai dikunjungi wisatawan, beberapa kali memakan korban, dan status lahannya milik pemerintah. Kasus kecelakaan wisatawan terakhir terjadi di tebing Devil Tear, korbannya 2 orang wisatawan China, Li Wie Jun, 30 dan Zhi Hong, 35. Mereka dihantam ombak saat foto selfie di tebing Devil Tear Jumat, 7 September 2018 pagi. Atas musibah itu kedua korban langsung jatuh ke laut, namun mereka berhasil diselamatkan oleh warga dengan melemparkan pelampung. Kondisi kedua korban saat dibawa ke East Medical Care Lembongan dalam keadaan sadar dan hanya mengalami luka lecet di bagian kaki saja.

Selama ini upaya yang sudah dilakukan Dispar lewat sosialisasi dan memasang papan imbauan di kawasan tebing berbahaya. Setidaknya 2018 sudah terpasang 10 papan imbauan menyebar di Kecamatan Nusa Penida. Hanya saja banyak wisatawan yang mengabaikan imbauan tersebut, bahkan ada yang dilepas. “Saya tidak tahu alasannya kenapa bisa dilepas, kita sudah berusaha pasang papan imbauan. Bahkan saat kita sedang memasang papan itu di Devil Tear beberapa waktu lalu saat itu ada wisatawan jatuh,” katanya.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta akan menugaskan Dinas Pariwisata mempercepat pemasangan pagar pengaman tebing pada objek-objek wisata yang memiliki tebing curam, sesuai dengan perintahnya waktu dulu yang mendapat banyak pro dan kontra. "Kita akan percepat pemasangan pagar pengaman seperti perintah saya dulu yang sempat mendapat pro dan kontra masyarakat. Tetapi demi keamanan dan kenyamanan wisatawan, maka hal ini harus segera direalisasikan," ujar Bupati Suwirta.

Seperti diketahui, sejumlah tebing curam pinggir pantai di Nusa Penida menjadi tujuan para wisatawan, karena pemandangannya yang indah. Lokasi-lokasi itu menjadi primadona wisatawan untuk berselfie.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswa Kelas XI SMKN 1 Nusa Penida, Made Candra Udiana jatuh dari tebing curam setinggi 275 meter de-ngan kemiringan 90 derajat saat kemah bersama teman-temannya di kawasan Saren Cliff, Dusun Saren, Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (23/2) malam.

Sebelum jatuh, korban kemah di atas tebing Saren Cliff bersama 12 temannya sesama siswa SMKN 1 Nusa Penida, sejak Sabtu sore. Mereka membangun tenda-tenda dalam jarak kisaran 5-10 meter dari bibir tebing.

Selesai membuat tenda, beberapa siswa mencari kayu bakar untuk bikin api unggun dan sekaligus memanggang ikan. Sekitar pukul 22.00 Wita, korban Candra Udiana dan rekan-rekannya makan malam dengan lauk ikan panggang. Kemudian, mereka kembali mencari kayu bakar di sekitar tebing. Karena situasi gelap, korban Candra Udiana tiba-tiba terperosok jatuh dari atas tebing. *wan

loading...

Komentar