nusabali

Golkar Kubu Sudikerta Ulurkan Tangan Damai

  • www.nusabali.com-golkar-kubu-sudikerta-ulurkan-tangan-damai

Pasca putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menangkan DPP Golkar Munas Nusa Dua (di bawah pimpinan Aburizal Bakrie), DPD I Golkar Bali pro Aburizal Bakrie pimpinan Ketut Sudikerta coba merangkul kubu Agung Laksono (Golkar Munas Ancol). 

Menkum HAM Didesak Terbitkan SK

DENPASAR, NusaBali
Intinya, Golkar Bakri ingin bersatu lagi setelah sempat terbelah oleh dualisme kepengurusan antara kubu Munas Nusa Dua vs Munas Ancol.

Wakil Ketua DPD I Golkar Bali pro Aburizal Bakrie, I Gusti Putu Wijaya, mengatakan pihaknya ulurkan tangan untuk rekan-rekannya di sebelah (kubu Agung Laksono).“Kami sudah ulurkan tangan kepada teman-teman di sebalah. Karena kami sadar putusan MA sudah jelas bahwa kepengurusan yang sah adalah Golkar Munas Nusa Dua. Jadi, kita tidak lagi pecah. Tidak ada lagi dualisme Golkar,” tandas Wijaya di Denpasar, Kamis (22/10).

Hanya saja, menurut Wijaya, uluran tangan kubu Sudikerta belum daoat respons dari DPD I Golkar Bali kubu Muynas Ancol di bawah pimpinan Gede Sumarjaya Linggih alias Demer. Kubu Sudikerta sendiri, lanjut Wijaya, beritikad baik bahwa dualisme yang sudah selesai tidak lagi diperpanjang. 

Dia menegaskan, dari sisi organisasi dan legalitas berdasarkian putusan pengadilan, jelas-jelas Golkar Munas Nusa Dua yang diakui secara hukum. “Sampai kapan kita akan begini (terbelah)? Sementara pengadilan sudah memutuskan. Kami berharap kader Golkar bersatu, tidak ada lagi perpacahan,” ujar politisi senior Golkar asal Desa Kutuh Kelod, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ini.

Soal adanya usulan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dari kubu Agung Laksono, menurut Wijaya, tidak ada alasan lagi menggelar Munaslub. “Munaslub apanya lagi? Putusan sudah jelas yang sekarang berlaku itu kepengurusan DPP Golkar hasil Munas Nusa Dua. Kalau mau Munas, ya tahun 2019. Sekarang kepengurusan DPP Golkar di bawah pimpinan Aburizal Bakrie tetap jalan sesuai amanat undang-undang,” katanya.

Di sisi lain, kubu Demer masih menunggu sinyal dari DPP Golkar Munas Ancol terkait uluran damai pihak Sudikerta. Ketua DPD II Golkar Denpasar kubu Agung Laksono, IGA Mas Seri Lestari, mengatakan pihaknya sejak partai harus islah. “Namun, secara hierarki, kami tetap menunggu keputusan DPP Golkar Agung Laksono. Sekarang tidak bisa langsung gabung begitu saja. Kalau nanti sudah ada putusan DPP Golkar Agung Laksono, islah pasti jalan,” ujar politisi perempuan yang akrab dipanggil Gek Rani ini, Kamis kemarin.

Soal dukungan di Pilkada Denpasar 2015, Gek Rani mengatakan pihaknya tidak akan mengubah haluan. “Kami tetap mendukung Rai Mantra-Jaya Negara, karena rekomendasi DPP Golkar Agung Laksono belum berubah,” tandas Gek Rani. Sebaliknya, Golkar kubu Sudikerta sejak awal mendukung pasangan Made Arjaya-AA Ayu Rai Sunasri, Cawali-Cawawali Denpasar yang diusung Koalisi Bali Mandara.

Selanjutnya...

Komentar