nusabali

Amed Tutup, Tulamben Normal

  • www.nusabali.com-amed-tutup-tulamben-normal

Wisatawan ramai ke Tulamben untuk menikmati panorama bawah laut terutama di lokasi bangkai kapal Liberty yang terdampar tahun 1942.

AMLAPURA, NusaBali
Wisata bahari di Objek Wisata Amed, Desa Purwekerti, Kecamatan Abang, Karangasem dan sekitarnya pilih tutup. Sebab airnya keruh dan gelombang tinggi mengancam keselamatan wisatawan. Sementara aktivitas diving di Objek Wisata Tulamben, Kecamatan Kubu, berlangsung normal. Meski ombak cukup tinggi tetapi airnya jernih dan kondisi di kedalaman laut relatif tenang.

Pelaku pariwisata di Objek Wisata Amed, I Wayan Kisid, mengaku tutup sejak Kamis (19/7). Aktivitas snorkeling, diving, memancing, dan lainnya tutup total. Sebab air laut keruh, gelombang tinggi, dan ombaknya ganas. Dikatakan, yang biasa mengantar wisatawan berwisata ke tengah laut adalah para nelayan. “Di sini nelayan merangkap sebagai pemandu wisata. Jika tidak ada ikan, mengantar wisatawan, begitu sebaliknya,” ungkap Kisid, Kamis (26/7).

Instruktur diving di Objek Wisata Amed, I Ketut Jati, juga mengaku tidak bisa beraktivitas karena di laut terjadi arus bertolak belakang. Arusnya merupakan pertemuan timur dan barat. “Sangat susah menyelam, 24 tamu cancel. Padahal Juli-Agustus ramai kunjungan wisatawan,” ungkap Ketut Jati. Ia mengaku, sejak Selasa (24/7) tidak bisa melayani wisatawan diving. Berbeda dengan di Objek Wisata Tulamben, menurut Instruktur Diving I Komang Patra, aktivitas menyelam berlangsung normal. Apalagi wisatawan cukup ramai datang untuk menikmati panorama bawah laut terutama di lokasi bangkai Kapal Liberty yang terdampar tahun 1942. “Diving tidak ada kendala. Kondisi air di Objek Wisata Tulamben beda dengan di Objek Wisata Amed dan sekitarnya,” jelas Komang Patra.

Meski sama-sama di posisi pantai timur tetapi gelombang dan kecepatan anginnya berbeda. “Wisatawan antre untuk diving di Objek Wisata Tulamben,” tambahnya. Dikatakan, diving di Objek Wisata Tulamben tidak begitu jauh dari pantai, sekitar 10-20 meter dari pantai. Sebab jarak bangkai kapal relatif dekat sehingga selalu aman berwisata diving. Sehingga instruktur lebih mudah mengawasi wisatawan dan lebih mudah menjangkaunya. *k16

Komentar