nusabali

Drama Klasik ‘I Gede Basur’ Siap Tampil di Bulfest

  • www.nusabali.com-drama-klasik-i-gede-basur-siap-tampil-di-bulfest

Memasuki pekan terakhir menjelang event tahunan Buleleng Festival (Bulfet), sekaa drama klasik dari Lingkungan Bajar Paketan, Kelurahan Paket Agung mulai mempersiapkan diri. 

SINGARAJA, NusaBali
Dengan mengusung drama klasik yang berjudul I Gede Basur, sekaa drama yang baru dibentuk beberapa bulan lalu, siap tampil all out.

Sesuai dengan jadwal yang sudah dikeluarkan Dinas Kebudayaan Buleleng, Drama Klasik I Gede Basur akan tampil menghibur penonton pada hari pertama Bulfest, Rabu (2/8) mendatang. Seluruh lakon dalam cerita I Gede Basur tersebut disutradarai oleh Nyoman Susila Warsa yang merupakan warga Banjar Paketan.

Klian Banjar Pekraman Paketan Ketut Purnawan, yang ditemui disela-sela latihan sekaa drama klasik, Sabtu (29/7) kemarin mengatakan pementasan drama klasik oleh warag Banjar Paketan adalah kali keduanya. Sebelumnya sudha pernah tampi meski masih ditataran banjar saja. “Semuanya masih pemula, kami libatkan tua dan muda yang mampu dalam beracting. Meski ini adalah hal baru bagi kami, kami siap tampil all out,” kata dia.

Dalam penampilannya nanti sekaa drama klasik ini akan mementaskan drama dengan judul I Gede Basur. Pemilihan cerita tersebut disebut Purnawan mengingat pembelajaran dalam cerita itu sangat kental dengan kehidupan sehari-hari. Tokoh utamanya I Gede Basur adalah pria kaya raya yang ahli ilmu hitam dengan satu anak. Suatu ketika ia ingin mepersutnting seorang gadis cantik di desanya yang bernama Ni Nyoman Sukasti anak I Nyoman Karang.

Namun karena Sukasti tidak silau dengan harta Basur, ia pun menolak. Saat itulah basur beraksi dan menyakiti Sukasti dengan ilmu hitam yang dimilikinya. Hingag akhirnya ia harus berperang melawan seorang balian sakti yang diminta oleh keluarga Sukasti penyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Secara umum, kata Purnawan, cerita ini menggambarkan kehidupan masyarakat, dimana ada kebaikan dan keburukan sesuai dengan konsep Rwa Bineda yang tidak bisa dipisahkan. Sementara itu Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Buleleng, Wayan Sujana menerangkan penampilan drama klasik di ajang Bulfest ini merupakan kali pertama. Selain untuk menggali potensi yang ada, pihaknya juga berharap dengan dibukanya slot penampilan yang lebih banyak, semakin banyak pula masyarakat yang ingin menyalurkan bakat, minat dan kemampuannya dapat tampil di hadapan masyarakat umum.

“Kami mewadahi sembari mencari potensi yang selama ini belum maksimal, selain drama klasik, kami juga suguhkan sejumlah jenis drama seperti drama gong dan drama modern teater, sehingga potensi di masing-masing kesenian dapat tersalurkan dengan maksimal,” kata dia. *k23

Komentar