nusabali

Kejuaraan ‘Barati Mendunia’ Manfaatkan Teknologi Canggih

Indra Sjafri Manfaatkan Jadi Ajang Cari Bibit Pemain Masa Depan Indonesia

  • www.nusabali.com-kejuaraan-barati-mendunia-manfaatkan-teknologi-canggih

GIANYAR, NusaBali - Kejuaraan Bangga Merah Putih (Barati) Mendunia resmi digelar di Training Center Bali United, Gianyar, pada Minggu (3/3). Kejuaraan tersebut melibatkan 120 tim perwakilan dari berbagai provinsi. Menariknya, kejuaraan kelompok umur itu menggunakan berbagai peralatan canggih, seperti kamera tanpa operator maupun catapult yang digunakan para pemain.

CEO Barati Mendunia Krisna Wisnu Marsis mengatakan, pihaknya ingin melihat lebih detail terkait data para pemain, sehingga diterapkan berbagai teknologi canggih dalam kejuaraan ini. Adapun bentuk atau alat teknologi itu, seperti kamera yang bisa mendeteksi pergerakan atau reaksi pemain tanpa dikendalikan oleh operator. Selain itu, ada juga catapult yang digunakan masing-masing pemain. 

"Memang tahun ini kita lebih komplit datanya. Ada teknologi yang mana itu digunakan untuk mengamati pemain," jelas Krisna Wisnu 

Penggunaan teknologi sport science kelas dunia seperti Catapult ini memang baru pertama kali diterapkan. Jadi pemain dapat dipantau melalui data statistik untuk membantu scouting, yang dipimpin langsung Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri. 

"Ya, ini memang sebagai tools saja. Tapi, kami ingin melihat data terkait pemain itu sendiri. Kalau talens ingin melihat data pemain, kami sudah punya dan siap diberikan," kata Krisna Wisnu.

Sementara itu, Indra Sjafri sendiri mengaku sangat bersyukur ada kejuaraan ‘Barati Mendunia’ dan diikuti lebih dari 100 klub sepakbola. Dari jumlah itu, Indra meyakini banyak talenta yang akan menjadi pemain tim nasional. Apalagi, kata Indra, PSSI selalu ingin mencetak generasi bagus dan kualitasnya jauh lebih baik dari saat ini. 

Menurut Indra Sjafri, ada lima pilar yang dikerjakan dan digaungkan jika sepakbola Indonesia mampu melesat di masa depan. Hal itu diiantaranya, perbaikan infrastruktur, kurikulum sepakbola, pengembangan pelatih, pengembangan pemain dan kompetensi.

"Kompetisi akan berkualitas, kalau ke empat tahapan sebelumnya itu berkualitas. Dan hal inilah yang mulai dilakukan oleh berbagai elemen, termasuk oleh Barati Mendunia ini," kata Indra Sjafri.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga mengapresiasi Kejuaraan Barati Mendunia itu. Menurutnya, Barati Cup menjadi salah satu inkubator bagi para talenta muda yang akan turut menentukan prestasi sepakbola Indonesia di masa depan. Hal ini sejalan dengan roadmap Garuda mendunia serta program jangka panjang PSSI. Yang mana, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan pemain usia muda yang mendesain di level nasional maupun internasional dan siap mengharumkan nama Indonesia pada masa mendatang. "Tentu dalam mengembangkan talenta muda ini, PSSI tidak mungkin bekerja sendiri. Butuh dukungan dari pemerintah, sektor industri yang sama untuk menjadi mitra dalam mewujudkan masa depan sepakbola Indonesia," kata Erick Thohir, dalam sambutan melalui siaran video.

Adapun kelompok usia 12 hingga 14 tahun yang menjadi sasaran utama. Hal itu karena, usia tersebut adalah fase emas dalam mengasah skill, mental dan teknik permainan yang lebih matang. Erick Thohir pun berharap anak-anak Indonesia dapat terus berlatih dan berkompetisi dalam iklim yang sehat dan profesional dengan terus konsisten. 

"Saya optimis di masa depan kita akan menuai prestasi dari Garuda yang mendunia," kata Erick Thohir. dar

Komentar