nusabali

Soal Kemacetan Lalin di Bali, Sandiaga Usulkan Ada Taksi Laut

  • www.nusabali.com-soal-kemacetan-lalin-di-bali-sandiaga-usulkan-ada-taksi-laut

DENPASAR, NusaBali - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengusulkan pembukaan pelayanan taksi laut kepada Pemerintah Provinsi Bali. Usulan tersebut dilontarkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang sempat terjadi saat masa liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Bali.

Sandiaga mengatakan, taksi laut itu nantinya akan menghubungkan beberapa titik destinasi wisata di Kabupaten Badung seperti Canggu Kecamatan Kuta Utara, Kuta dan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.

"Kami mengusulkan tadi adalah transportasi berbasis laut, sehingga dari titik-titik Canggu, Jimbaran, Kuta, itu bisa dihubungkan semacam taksi laut," katanya usai menghadiri rapat koordinasi bersama pemprov Bali dan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali, seperti dilansir kompas.com, pada Kamis (11/1).

Hal Ini Ia mengatakan persoalan kemacetan lalu lintas sudah menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam rangka mendukung sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Saat ini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih menelaah untuk menerapkan rekayasa lalu lintas berupa buka-tutup jalan di jalur sekitar bandara.

"Mohon kepada pengguna jalan lebih bersabar, selagi nanti kita juga akan hadirkan infrastruktur berbasis rel, transportasi berbasis rel maka memberikan waktu yang lebih panjang untuk mencapai tujuan," kata dia.

Sandiaga menambahkan ada tiga poin yang menjadi program kerja pada tahun 2024 dalam rangka mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali. Di antaranya, penambahan jumlah penerbangan langsung ke Bali, khususnya dari negara potensial di Amerika, Eropa, dan Asia.

Kemudian, mengawal pemberlakuan retribusi Rp 150.000 atau 10 dollar Amerika Serikat terhadap wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali mulai 14 Februari 2024.

Retribusi tersebut sebagai biaya pelestarian budaya, kelestarian lingkungan, dan penanganan sampah di destinasi wisata Bali.

Berikutnya, Kemenparekraf juga akan mengembangkan sejumlah desa wisata di wilayah Bali bagian Utara, Barat dan Timur. Sehingga, kunjungan wisatawan tidak menumpuk di wilayah Bali selatan.

"Di 2024 kita targetkan meningkat (kunjungan wisatawan) sekitar 15 sampai 20 persen kita arahkan ke Bali barat, Jembrana, Bali Utara ke Buleleng, dan Karangasem dan sekitarnya Klungkung di Bali Timur," kata dia. 7

Komentar