nusabali

Lukisan Karya 48 Seniman se-Indonesia Meriahkan Discovery Mall Bali

  • www.nusabali.com-lukisan-karya-48-seniman-se-indonesia-meriahkan-discovery-mall-bali

MANGUPURA, NusaBali.com - Sebanyak 48 seniman dari berbagai daerah di Indonesia memamerkan karya terbaiknya dalam pameran lukis bertajuk Art Exhibition di Discovery Mall Bali, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung, Bali.

Pameran kolaborasi yang diinisiasi oleh Nine Art Galery melibatkan 48 seniman berbakat dari berbagai daerah seperti Bali, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Batam akan berlangsung hingga 31 Januari 2024.

Art Organizer, Enovi Erison menerangkan 60 karya lukisan yang ditampilkan dari berbagai teknik dan tema yang beragam, mulai dari lukisan realis, abstrak, hingga ekspresionis. Sehingga ia yakin bahwa karya-karya itu tidak hanya memikat mata, tetapi juga jiwa setiap pengunjung.

“Tujuan dari gelaran ini adalah menyediakan wadah bagi seluruh seniman untuk memamerkan hasil karya terbaiknya. Jadi tidak hanya dari Bali, tetapi kami juga mengajak seniman dari luar Bali,” terang Enovi, Sabtu (4/11/2023) sore.

Tidak hanya dipamerkan, karya-karya lukisan tersebut juga akan dijual. Namun, dalam upaya untuk menciptakan hubungan yang lebih personal antara seniman dan pembeli, harga dari masing-masing karya tidak ditampilkan secara langsung. Hal ini dilakukan agar tercipta ruang bagi negosiasi yang seimbang antara calon pembeli dan para seniman.

Salah satu seniman, Suroto, menerangkan bahwa dia menghadirkan karya luar biasa dengan sentuhan khas budaya lokal. Dalam gelaran ini, Suroto mempersembahkan sebuah lukisan dengan tema ikonik ‘Rama Sinta’ yang dipadukan dengan hiasan burung yang menjadi ciri khasnya.

“Kali ini saya membawa satu lukisan dengan tema budaya Rama Sinta yang memiliki ukuran 110 x 75 centimeter. Saya selalu ingin mempertahankan sentuhan tradisional dalam setiap karya saya,” tutur seniman otodidak ini.

Sementara seniman lainnya, Herlin Kurwandari menjelaskan bahwa lukisan yang dipajang adalah karya ekspresionis terbaru dengan sentuhan abstrak yang dibuat menggunakan palet dan campuran material lain.

“Ukuran lukisan ini adalah 140 x 83 centimeter dan yang membuatnya sangat istimewa adalah penggunaan teknik pouring yang jarang digunakan oleh banyak seniman. Teknik pouring melibatkan proses pelemparan cat yang kemudian dikeringkan menggunakan hair dryer dan pengerjaannya memakan waktu hingga satu minggu,” jelasnya.

Pengalaman Herlin dalam berpartisipasi di berbagai acara seni di Pulau Jawa bahkan hingga Kalimantan, membuatnya merasa sangat gembira dan terkesan dengan kesempatan pertamanya untuk ikut serta dalam sebuah acara seni di Bali.

“Saya berharap dari karya saya ini dapat membuka wawasan dan memberikan inspirasi bagi para seniman muda dan penggemar seni lainnya,” harap wanita asal Wonosobo Jawa Tengah itu.

Di sisi lain, pelukis berbakat asal Semarang, Yoyok Barokalloh memamerkan lukisan terbarunya yang menggambarkan Tari Legong khas Bali. Ia menyesuaikan tema lukisan dengan lokasi pameran, menunjukkan dedikasinya terhadap seni dan budaya Indonesia secara keseluruhan.

“Saya tipe pelukis yang suka membuat sesuatu yang bergerak dan saya menyukai lukisan Indonesia soal tari-tarian. Kali ini saya melukis Tari Legong dari Bali karena saya menyesuaikan lokasi pameran,” tuturnya.

Terlepas dari kegembiraan pribadinya dalam menyambut acara pameran, Yoyok juga mengungkapkan kegembiraannya karena dapat berinteraksi dengan berbagai pelukis berbakat lainnya. Dengan semangat dan harapan yang tinggi, Yoyok berharap bahwa gelaran seni ini akan menjadi acara tahunan yang akan terus memberikan wadah bagi para seniman untuk berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.

“Saya senang dapat bertemu dengan pelukis lain yang memiliki kualitas yang bagus. Kolaborasi dan diskusi dengan mereka telah membantu saya untuk memperluas wawasan dan pengetahuan saya dalam dunia seni,” ujar Yoyok.

Gelaran seni rupa ini pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seni lokal, tetapi juga menjadi ajang inspirasi dan apresiasi bagi para penggemar seni dari berbagai kalangan, termasuk para wisatawan. *ris

Komentar