nusabali

512 Siswa SMP Ikuti Jambore Pramuka Denpasar di Sanur

  • www.nusabali.com-512-siswa-smp-ikuti-jambore-pramuka-denpasar-di-sanur

DENPASAR, NusaBali - Sebanyak 512 siswa SMP negeri dan swasta Kota Denpasar gelar jambore Pramuka Penggalang Kwarcab (Jamcab) selama empat hari di Duwe Griya Gede Delod Pasar, Intaran, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan.

Kegiatan yang diikuti ratusan siswa/i SMP negeri dan swasta di kota Denpasar itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar Anak Agung Gede Wiratama, pada Kamis (26/10) sore.

Ketua Panitia Jambore, Putu Ariek Putra Wijaya Kusuma mengatakan kegiatan ini digelar rutin setiap tahun. Melalui jambore ini anak-anak dari berbagai SMP berkumpul dan kemah bersama. Mereka dilatih untuk mempererat tali persaudaraan, juga memupuk jiwa persatuan dan kesatuan.

"Jambore Cabang adalah sarana pendidikan dan pertemuan besar bagi Pramuka Penggalang yang bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemadirian, keterampilan serta meningkatkan rasa kebangsaan yang ber “Bhinneka” sebagai manusia ber “IMTAQ”, ber “IPTEK” dan berjiwa Pancasila," ungkap Arik.

Adapun materi kegiatan yang diberikan selama Jamcab yang digelar sampai Minggu (29/10) meliputi kelompok kegiatan umum, kelompok kegiatan wisata, kelompok kegiatan pengembaraan, kelompok kegiatan pengembangan kepramukaan, kelompok kegiatan menjaga tradisi melalui kreativitas digital dan kelompok kegiatan keterampilan kepramukaan.

"Ada satu hal yang ingin kami sampaikan pada kesempatan baik ini kepada pemerintah Kota Denpasar yaitu tidak memiliki Bumi Perkemahan yang representative. Lahan yang dulu difungsikan sebagai Bumi Perkemahan. Hal ini jadi penghambat kegiatan," pungkasnya.

Sementara Kadisdikpora Denpasar, AA Gede Wiratama mengatakan salah satu yang terpenting dalam kegiatan ini adalah pendidikan karakter. Pihaknya berharap para siswa ini menjadi pemimpin di masa depan. Dengan Pramuka ini bukan hanya karakter anak yang dididik tetapi keterampilan, kemampuan, edukasi, terutama akhlak.

Terkait keluhan tidak ada lahan untuk bumi perkemahan, AA Agung Wiratama mengaku ini masalah yang sulit dipecahkan sebab di Denpasar sudah tak ada lahan kosong. "Kita tahu di Denpasar tidak ada lahan kosong. Tanah 35 are saja susah apalagi 1 hektare. Keluhan ini akan kami komunikasikan dengan provinsi," tuturnya.7 pol

Komentar