nusabali

Tonali Anggap Judi Jadi Ritual Jelang Bertanding

  • www.nusabali.com-tonali-anggap-judi-jadi-ritual-jelang-bertanding

LONDON, NusaBali - Pemain Newcastle United asal Italia, Sandro Tonali menganggap judi sebagai bagian dari ritual sebelum bertanding.

Hal itu diungkapkan Professor Gabriele Sani, yang kini menangani Tonali dalam proses terapi karena kecanduan bermain judi. Tonali menjadi salah satu nama besar sepak bola Italia yang kini tersandung kasus judi. Selain Tonali, dua nama yang mencuat ke publik karena judi, yakni Nicolo Zaniolo dan Nicolo Fagioli.

Dalam proses pemeriksaan Kejaksaan Federal Italia, Sandro Tonali tidak membantah, dirinya bermain judi pada platform ilegal. Bahkan, eks pemain AC Milan itu diketahui bertaruh untuk pertandingan sepak bola.

Bahkan Tonali bertaruh untuk laga yang melibatkan dirinya sendiri. Tonali bertaruh untuk AC Milan dan Brescia, saat masih bermain. 

Menurut Professor Sani, Tonali sudah berada dalam level kecanduan bermain judi. Apa yang dialami pemain Newcastle itu, kata Sani, bisa terjadi pada siapa pun. Bukan hanya pemain sepak bola.

"Kecanduan perjudian adalah ketergantungan patologis dan ada beberapa definisi yang diakui secara internasional untuk mengenali dan mengidentifikasinya," ucap Profesor Sani kepada La Gazzetta dello Sport.

Dilaporkan bola.com, Professor Sani mengungkapkan mengapa Sandro Tonali bertaruh untuk klub tempatnya bermain seperti saat membela AC Milan. Tonali akan merasa lebih percaya diri jika memasang taruhan untuk klub yang dibelanya.

"Seorang pecandu judi memiliki ritual dalam perilakunya dan mengikuti rangkaian 'keberuntungan. Inilah sebabnya Sandro memasang taruhan pada Milan untuk menang. Itu bagian dari jimat keberuntungannya, yang kami sebut sebagai 'pikiran ajaib' dalam perawatan ini '," kata Profesor Sani.

Fagioli mendapat hukuman larangan bermain tujuh bulan. Tonali juga diyakini akan mendapat hukuman yang sama. Bahkan, Tonali disebut minimal akan dapat hukuman larangan bermain selama satu tahun.

"Jika pemain mencapai level ini meskipun ada masalah, setelah dia terbebas dari masalah tersebut, dia akan mampu mengekspresikan potensinya dan mungkin melakukan lebih baik dari sebelumnya," kata Profesor Sani. *

Komentar