nusabali

Syahrul Yasin Limpo Ajukan Surat Mundur ke Jokowi

  • www.nusabali.com-syahrul-yasin-limpo-ajukan-surat-mundur-ke-jokowi

JAKARTA, NusaBali - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah kasus dugaan korupsi di kementeriannya yang sedang disidik KPK.

"Diberikan kesempatan melalui Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara) Pak Pratikno untuk menyampaikan usul dan surat pengunduran diri saya sebagai menteri," kata Syahrul di Kementerian Sekretariat Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/10) petang. Syahrul datang menemui Mensesneg Pratikno didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pukul 17.20 WIB melalui pintu selatan Kompleks Istana Kepresidenan yang melewati Wisma Negara.

Syahrul Yasin Limpo atau SYL mengaku sangat lelah menghadapi kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan), yang diduga melibatkan dirinya, apalagi ketika hal itu terkuak saat dia sedang dinas ke luar negeri. "Beri saya kesempatan. Saya belum ada istirahat ini, karena tadi juga saya diperiksa di Polda, dan capek banget rasanya saya menghadapi ini semua," katanya usai menyerahkan surat pengunduran dirinya ke Mensesneg Pratikno di Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta, Kamis kemarin.

"Saya baru pulang dari Roma mendapatkan penghargaan dunia atas nama Bapak Presiden (Joko Widodo). Indonesia memiliki best practice dalam pengendalian berbagai hama penyakit, baik unggas maupun hewan besar, dan itu mendapatkan apresiasi dunia," kata mantan gubernur Sulawesi Selatan itu. Selain itu, Syahrul juga melangsungkan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu untuk memperkuat Kerja Sama Proyek Selatan Selatan dan Triangular (KSST), yang meliputi kawasan Pasifik, baik di selatan Afrika dan selatan Asia.

Kemudian, dia juga melakukan pertemuan secara bilateral dengan menteri dari Italia, Spanyol, serta perwakilan dari Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD) guna mendiskusikan isu perubahan iklim yang menjadi perhatian Indonesia dan dunia.

Sementara Ketua Umum Partai NasDem Surya, Paloh mengatakan bahwa pihaknya telah meminta Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menghadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan surat pengunduran diri sebagai menteri. "Saya sudah menerima laporan dari Bung Syahrul. Atas nama DPP (Partai NasDem), saya menyatakan, 'Segera menghadap Presiden, sampaikan surat pengunduran diri sebagai Menteri Pertanian'," kata Paloh pada konferensi pers di NasDem Tower, Jakarta, Kamis kemarin.

Paloh menjelaskan bahwa pihaknya meminta Limpo untuk mengundurkan diri sebagai Mentan agar yang bersangkutan bisa fokus menyelesaikan penyidikan yang tengah berlangsung. "Agar apa? Sekali lagi agar memberikan penghormatan pada upaya penyidikan yang sedang berlangsung pada dirinya, agar dia penuh konsentrasi," ucap Paloh.

Ia menegaskan bahwa partainya tetap pada prinsip untuk memberi penghormatan pada upaya penegakan hukum dan keadilan di Tanah Air. Dia pun menyebut Partai NasDem tidak gentar terhadap masalah yang menerpa. Terpisah Mensesneg Pratikno mengatakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah mengajukan permintaan untuk menghadap kepada Presiden Joko Widodo, Jumat (6/10) terkait pengunduran dirinya dari jajaran Kabinet Indonesia Maju. "Beliau (Syahrul Yasin Limpo) minta waktu rencananya besok (hari ini) akan menghadap Pak Presiden (Jokowi). (Syahrul) Memohon waktu kepada Pak Presiden menghadap, besok," kata Pratikno setelah menerima Syahrul Yasin Limpo di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis petang. Pratikno mengatakan awalnya Syahrul ingin bertemu Jokowi pada Kamis. Namun, Pratikno tidak bisa menjanjikan jadwal pertemuan pada Kamis.

SYL, menteri yang juga Politikus Partai NasDem itu tiba di Indonesia, Rabu (4/10) petang, setelah dikabarkan ‘hilang kontak’ di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian. Syahrul berangkat ke Italia pada 24 September 2023, kemudian melanjutkan lawatannya ke Spanyol. Ia awalnya dijadwalkan kembali di Tanah Air pada Sabtu (30/9), namun dirinya berpisah dengan delegasi Kementan dan tidak dapat dihubungi hingga Senin (2/10). Penyidik KPK pada Jumat, 29 September 2023, mengumumkan telah meningkatkan status kasus dugaan korupsi di Kementan ke tahap penyidikan.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri sebelumnya menjelaskan penyidik lembaga antirasuah telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Namun, KPK belum bisa mengumumkan siapa saja pihak yang ditetapkan sebagai tersangka karena proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti yang masih berlangsung.

KPK telah menggeledah rumah dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo di Kompleks Widya Chandra, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 28 September 2023, dan menemukan barang bukti berupa uang tunai dengan nilai miliaran rupiah. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik KPK menemukan 12 pucuk senjata api yang saat ini telah diserahkan ke Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti. 7 ant

Komentar