nusabali

Seluruh Incumbent KPU Bali Terpilih Lagi

Semua New Comer Terpental, Posisi Ketua akan Dikocok Ulang

  • www.nusabali.com-seluruh-incumbent-kpu-bali-terpilih-lagi

Setelah dilantik hari Minggu besok, di tempat yang sama KPU Bali akan gelar pleno tertutup untuk menentukan Ketua KPU Provinsi Bali periode 2023-2028

DENPASAR, NusaBali
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengeluarkan pengumuman nama-nama calon anggota KPU yang terpilih menjadi Anggota KPU Provinsi Bali masa jabatan 2023-2028. Dalam pengumuman KPU bernomor 96/SDM.12-Pu/04/2023 terdapat lima nama calon anggota KPU Bali terpilih yang keseluruhannya adalah incumbent. Dengan terpilihnya semua incumbent, maka lima kandidat lainnya yang masuk 10 besar dan semuanya pendatang baru (new comer) terpental.

Lima nama calon anggota KPU Bali terpilih tersebut, yakni Anak Agung Gede Raka Nakula, I Dewa Agung Gede Lidartawan, I Gede John Darmawan, I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, dan Luh Putu Sri Widyastini. Kelimanya merupakan anggota KPU Provinsi Bali periode 2018-2023. Nama kelimanya muncul dalam surat Keputusan KPU RI Nomor 1235 Tahun 2023 tentang Penetapan Calon Anggota KPU Provinsi Terpilih pada 5 Provinsi dan Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Terpilih pada 12 Kabupaten/Kota di 4 Provinsi Periode 2023-2028. Keputusan ini ditetapkan KPU RI pada Kamis (21/9) dan diumumkan pada Jumat (22/9).

Sementara lima kandidat lainnya yang terpental, yakni I Gede Putu Weda Subawa (saat ini Ketua KPU Kabupaten Tabanan), Luh Made Sunadi (Anggota KPU Tabanan), I Ketut Udi Prayudi, mantan anggota KPU Bali periode 2008-2013 yang saat ini tercatat sebagai tenaga ahli KPU RI, Ketut Rudia (mantan Anggota Bawaslu Bali 2018-20230, dan Nyoman Karta Widnyana, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali periode 2017-2020.

Ketua KPU Provinsi Bali periode 2018-2023, I Dewa Agung Gede Lidartawan membenarkan jika nama-nama tersebut terpilih menjadi anggota KPU Provinsi Bali 2023-2028. "Iya betul," ujar Lidartawan dikonfirmasi NusaBali, Jumat (22/8) sore. Mantan Ketua KPU Kabupaten Bangli ini memohon doa restu dan dukungan masyarakat Bali agar dapat menyelenggarakan proses Pemilu 2024 dengan demokratis, aman, dan lancar. "Kita minta dukungannya lagi seperti Pemilu 2019, sehingga Pemilu 2024 bisa jauh lebih baik. Kita harapkan pemilunya bisa jauh lebih baik dari yang kemarin kita sudah pernah alami," ujar Lidartawan. Mantan akademisi Universitas Udayana (Unud) ini bersyukur dapat melewati tahapan demi tahapan tes dengan lancar. Menurutnya tes kali ini jauh lebih kompleks dari tes yang dijalani lima tahun lalu. "Tesnya jauh lebih kompleks dibandingkan yang sebelumnya," jelasnya.

Terkait lima incumbent terpilih sebagai komisioner KPU Bali lima tahun ke depan, Lidartawan menyebut ada sisi baiknya. Ia mengatakan tidak perlu dibutuhkan adaptasi di antara kelima komisioner untuk melaksanakan tugas-tugas yang menanti di depan mata mengingat Pemilu sudah semakin dekat. "Kalau sudah berlima begini kan tinggal jalan tidak lagi menyesuaikan dan lain sebagainya," ucapnya sembari menambahkan pelantikan akan berlangsung di Kantor KPU RI di Jakarta, Minggu (24/9) pukul 10.00 WIB.

Terpisah, calon anggota KPU Bali terpilih lainnya, I Gede John Darmawan juga membenarkan namanya terpilih kembali menjadi anggota KPU Bali periode lima tahun ke depan. Ia pun gembira dapat bekerja sama kembali dengan keempat kolega lamanya. “Kami mengikuti proses pemilu dari awal, memang akhir masa jabatan ada di tengah-tengah tahapan, dengan dipilih kembali lima petahana memudahkan kerja kami karena pola koordinasi sudah baik lima tahun bersama, komunikasi juga, jadi tinggal melanjutkan,” ujarnya.

John menyampaikan setelah dilantik Minggu besok, di tempat yang sama KPU Bali akan melakukan rapat pleno tertutup untuk menentukan satu dari mereka yang akan menjadi Ketua KPU 2023-2028. Ia mengatakan tidak tertutup kemungkinan adanya perubahan susunan kepengurusan lima tahun ke depan sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan di antara kelima anggota. “Semua orang berhak menjadi ketua, nanti kita akan merapatkan itu, siapapun ketuanya yang jelas yang terbaik dari kita semua,” tutur John yang saat ini menggawangi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bali ini.

John menyampaikan siapa saja berhak mengisi posisi tersebut tergantung pada kesepakatan kelimanya. “Semua orang berhak menjadi ketua, nanti kita akan merapatkan itu, siapapun ketuanya yang jelas yang terbaik dari kita semua,” tuturnya.

Setelah dilantik nanti, semua Komisioner KPU Bali yang memegang jabatan berbeda saat ini, yakni ketua dan anggota bakal kembali berstatus anggota biasa. Seperti yang sudah diatur dalam regulasi, penentuan jabatan tiap anggota bakal diproses melalui pleno tertutup.

Formasi jabatan Anggota KPU Bali Periode 2018-2023 terdiri dari Ketua yang dijabat I Dewa Agung Gede Lidartawan. Mantan Ketua KPU Kabupaten Bangli ini sekaligus bertanggung jawab atas Divisi Keuangan, Umum, Logistik, dan Rumah Tangga. Kemudian Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan dijabat AA Gede Raka Nakula. Ada Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM yang dijabat I Gede John Darmawan. Dua divisi lagi yakni Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi; dan Divisi Teknis Penyelenggaraan masing-masing dipegang oleh I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya dan Luh Putu Sri Widyastini.

Sebelumnya 10 besar calon anggota KPU Provinsi Bali menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Kamis (15/9). Seperti diketahui lima incumbent yang saat ini masuk 10 besar, yakni Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, serta 4 anggotanya AA Gede Raka Nakula, I Gede John Darmawan, I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, dan Luh Putu Sri Widyastini. Kemudian barulah disusul kandidat lain yang datang dari KPU tingkat kabupaten, yakni Ketua KPU Kabupaten Tabanan I Gede Putu Weda Subawa dan anggotanya Luh Made Sunadi. Ada juga, I Ketut Udi Prayudi, mantan anggota KPU Bali periode 2008-2013 yang saat ini juga tercatat sebagai tenaga ahli KPU RI.

Udi Prayudi yang sudah pengalaman sebagai penyelenggara pemilu ini dijagokan sebagai kuda hitam. Kemudian ada juga mantan Anggota Bawaslu Bali 2018-2023 I Ketut Rudia. Satu-satunya kandidat yang belum pernah pengalaman sebagai penyelenggara pemilu ada nama Nyoman Karta Widnyana, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali periode 2017-2020. 7 cr78, ol1

Komentar