nusabali

Tiga Maling Residivis Ditembak

Sebulan, Polisi Ungkap 22 Kasus dengan 27 Orang Tersangka

  • www.nusabali.com-tiga-maling-residivis-ditembak

"Siapapun orang, ormas atau apapun yang mengganggu kemanan wilayah hukum Polresta Denpasar akan ditindak tegas. Kalau ada yang coba-coba, kita ratakan..."

DENPASAR, NusaBali

Selama sebulan terakhir, Polresta Denpasar bersama Polsek jajaran mengungkap 22 kasus dengan 27 orang tersangka. Tiga orang tersangka terpaksa dilumpuhkan pakai timah panas karena melakukan perlawanan saat diamankan petugas.

Tiga orang yang ditembak timah panas tersebut semuanya adalah tersangka residivis. Ketiganya, yakni I Made Sudana alias Lece, 38 (kasus jambret), Satria Putra Kadege Bin Agus, 23 (kasus nyuri HP), dan Putu Sudiarta, 35 (kasus nyuri HP).

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat gelar jumpa pers di lobi Mapolresta Denpasar, Jalan Gunung Sanghyang Nomor 110, Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, Kamis (10/3) mengungkapkan, dari 22 kasus tersebut 11 kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), 3 kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), 1 kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), dan 7 kasus pencurian biasa (Cusa).

Lebih lanjut dirincikan, 18 tersangka dari luar Bali dan 9 orang Bali. Berdasarkan jenis kelamin, 23 tersangka laki-laki dan 4 orang perempuan. Ada 3 orang residivis dan ketiganya ditembak. Para tersangka ini dijerat Pasal 363 , 362, 365 KUHP.

AKBP Bambang menegaskan, tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas terukur kepada para pelaku kejahatan jalanan atau apapun. Pihaknya meminta kepada pelaku yang melawan petugas, pelaku yang telah berulang kali beraksi, dan pelaku residivis untuk tidak coba-coba melakukan perlawanan.

"Siapapun orang, ormas atau apapun yang mengganggu kemanan wilayah hukum Polresta Denpasar akan ditindak tegas. Kalau ada yang coba-coba, kita ratakan. Kita bumi hanguskan hanguskan bersama. Saya minta dukungan penuh dari masyarakat terkait masalah ini," ungkap AKBP Bambang.

Perwira melati dua di pundak ini menegaskan tidak akan kompromi dengan segala bentuk kejahatan, terutama premanisme. Untuk memberantas aksi premanisme, Polresta Denpasar telah membentuk Tim Khusus Anti Premanisme.

"Saya berharap dukungan dari pemangku adat dan masyarakat luas. Kita berelaborasi dalam menjaga Kamtibmas dari segala bentuk gangguan. Sejak saya dilantik jadi Kapolresta Denpasar sudah berkomitmen untuk menciptakan kondusifitas keamanan di wilayah hukum Polresta Denpasar," tandasnya.*pol

Komentar