nusabali

SDN 6 Ubung Terancam Ambles

  • www.nusabali.com-sdn-6-ubung-terancam-ambles

Para guru, orangtua siswa dan murid kini tidak tenang karena dihantui jika terjadi longsoran susulan, mengingat curah hujan masih tinggi

Tebing Sekitar Bendungan Mertagangga Longsor


DENPASAR, NusaBali
Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar selama 3 hari berturut-turut sejak Rabu (1/2) menyebabkan tebing sisi timur Bendungan Mertagangga, Banjar Anyar-anyar Desa Ubung Kaja, longsor. Longsornya tebing setinggi kurang lebih 20 meter itu mengancam bangunan yang berdiri di sisi timur yakni SDN 6 Ubung.

Penjaga bendungan, Gede Wardika saat ditemui Jumat (3/2) kemarin menjelaskan, tebing tersebut longsor sejak Kamis (2/2) siang. Akibat longsoran tersebut bahkan pondasi toilet sekolah yang tepat berada di atas tebing kini tampak mengambang. Longsoran tebing juga mendekati tembok panyengker sekolah, sehingga membuat was-was pihak sekolah, orangtua siswa, dan anak-anak yang tidak tenang dan nyaman belajar karena dihantui jika terjadi longsoran susulan, mengingat curah hujan masih tinggi. "Ini sudah kejadian ketiga kalinya. Pertama tahun 2014, kedua September 2016," ungkapnya.

Diungkapkan Wardika, kejadian tebing longsor ini sudah berkali-kali dilaporkan ke Balai Wilayah Sungai Bali-Nusa Penida. Selain itu, terhadap tebing juga berkali-kali telah dilakukan pengukuran. Hanya saja, proses perbaikan dikatakan terkendala medan yang begitu curam. "Alasan pihak Balai tidak bisa perbaiki karena susah memasukkan alat berat. Tebingnya terlalu curam posisinya terjal horisontal," terangnya. Terhadap longsor yang ketiga kalinya ini pula, pihaknya mengaku sudah melapor ke BWS Bali-Nusa Penida di Renon. "Biasanya tanggapan dari Bali sangat cepat. Mudah-mudahan untuk longsor ini, Senin depan bisa ditinjau dan diperbaiki," harapnya.

Dikisahkan Wardika, sejatinya kondisi tebing yang longsor tersebut dulunya melebar sekitar 4 meter ke barat. Posisi SDN 6 Ubung pun agak jauh dari tebing. Bahkan tersedia cukup lahan untuk kebun sekolah. "Dulu di kebun sekolah itu ditanam pisang. Tapi semakin lama sedikit demi sedikit tebingnya longsor. Bahkan kini menyentuh pondasi tembok penyengker sekolah," jelasnya.

Pantauan NusaBali, bahkan terlihat pula bekas-bekas longsoran berupa tanah gelondongan dan pohon yang jatuh ke sungai. Parahnya lagi, di tengah-tengah longsoran itu terlihat lobang di tengah yang dikhawatirkan membuat tanah di atas halaman sekolah ambrol. Selain itu terlihat juga paving di halaman sekolah ini juga terlihat cekung alias turun, dan dipasang tali pembatas.

Masih dialiran sungai Tukad Badung kawasan Bendungan Mertagangga, juga terjadi tebing longsor yang menghancurkan garasi milik Noer Azis. Garasi bertiang beton beratapkan seng yang berdiri tepat dipojokkan rumahnya, luluh lantak rata dengan lantai. Tak hanya itu, tanah pada bagian bawah garasi juga tergerus air sungai sehingga iapun harus ekstra hati-hati jika keluar masuk rumah. "Hati-hati jangan berdiri di sana, bawahnya ini ada rongga nanti jatuh," ujarnya memperingatkan.

Noer Azis yang sudah sejak 5 tahun terakhir bertempat tinggal di perumahan Banjar Mertagangga inipun sudah terbiasa menghadapi longsor. Meski demikian pihaknya tetap merasa was-was, jika halaman depan rumahnya akan tergerus longsor kembali.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Kepala Sekolah SDN 6 Ubung, I Wayan Runa, mengaku khawatir dengan kondisi ini. Apalagi orang tua siswa sudah banyak mengeluh karena longsoran tebing di dekat sekolah. "Dulu jarak tebing dengan sekolah cukup jauh. Tapi karena tiga kali longsor, tebing yang sebelumnya berjarak empat meter dari tembok penyengker halaman sekolah menjadi kian parah dan saat ini telah berada di bawah tembok panyengker," kata Runa. Diungkapkan Runa, tidak hanya orang tua siswa yang was-was dengan kondisi ini, guru-guru dan siswa juga sudah mulai takut melihat kondisi tebing yang tingginya kurang lebih 20 meter tersebut. "Saat longsor tahun 2016 lalu, pihak PU Bali, dan Balai Wilayah Sungai Bali Penida sudah datang memantau kondisi longsor ini, namun sampai saat ini belum ada penanganan," ujarnya.

Sementara Kepala Dusun Banjar Anyar-anyar, Wayan Suma, berharapa kepada instansi terkait untuk segera membantu mengatasi longsor yang terjadi di SDN 6 Ubung, mengingat sudah masuk katagori tingkat parah. * nvi

Komentar