nusabali

Tanpa Pangempon, Pura Dalem Ulun Carik Berdiri di Areal Perumahan LC Uma Bukal, Cempaga, Bangli

Banyak Krama Tangkil Mohon Kelancaran Usaha hingga Keturunan

  • www.nusabali.com-tanpa-pangempon-pura-dalem-ulun-carik-berdiri-di-areal-perumahan-lc-uma-bukal-cempaga-bangli

Sebelum ada LC, kawasan itu areal persawahan dan sudah berdiri pura dengan beberapa palinggih, namun seiring berkembangnya LC keberadaan pura kurang terurus. Desa Cempaga

BANGLI, NusaBali 
Pura Dalem Ulun Carik yang berdiri di areal perumahan di LC Uma Bukal, Kelurahan Cempaga, Kecamatan/Kabupaten Bangli rupanya tidak ada yang mengempon. Meski demikian, upacara piodalan masih rutin dilakukan setiap enam bulannya. Walau tak ada pangempon, namun ada saja warga yang gotong royong untuk menghaturkan punia atau sarana upacara. 

Salah seorang warga, I Nengah Mudin menuturkan sebelum terbentuknya LC, wilayah tersebut merupakan areal persawahan. Ketika itu sudah berdiri pura dengan beberapa palinggih. Setelah berkembang LC, keberadaan pura kurang terurus. "Sebelum ada LC ini sudah ada beberapa bangunan/palinggih, namun kondisi belum sebagus saat ini," jelas Mudin, Kamis (1/6). 

Meski sawah sudah beralih menjadi lokasi pemukiman, masih ada warga yang melakukan persembahyangan di pura tersebut. Pria asal Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga ini diajak orangtuanya untuk sembahyang. Ketika itu muncul rasa keprihatinan, pasalnya palinggih tidak terawat. 


Kemudian pada tahun 2015 lalu, pihaknya menggagas untuk dilakukan perbaikan terhadap palinggih. "Pada tahun 2015 itu beberapa orang menghaturkan punia, sehingga bisa dibangun Pura yang dinamakan Pura Dalem Ulun Carik," ungkapnya. Namun hingga kini Pura Dalem Ulun Carik ini tidak ada pangempon. Sehingga untuk pemeliharaan atau pelaksanaan piodalan mengandalkan punia krama. Nengah Mudin pun menjadi penanggung jawab untuk Pura Dalem Ulun Carik. 

"Ketika pelaksanaan piodalan ada saja krama yang mapunia, baik dalam bentuk uang atau banten (sesajen) dan tenaga. Setiap enam bulan tetap bisa dilaksanakan piodalan," ujarnya. 

Piodalan di Pura Dalem Ulun Carik jatuh pada Budha Umanis Julungwangi. Selain tidak ada pangempon, di Pura Dalem Ulun Carik juga belum ada Pamangku. Maka ketika ada pelaksanaan upacara ada beberapa jro mangku dari Pura Kehen yang muput piodalan. Nengah Mudin yang juga ASN di lingkungan Pemkab Bangli ini mengatakan Pura Dalem Ulum Carik merupakan perampian dari Pura Kehen. Ketika dilaksanakan upacara di Pura Kehen, maka akan dilakukan juga upacara piuning di Pura Dalem Ulun Carik. 

Diakui bahwa sejauh ini belum ditemukan babad atau sumber terkait keberadaan Pura Dalem Ulun Carik tersebut. Lanjutnya, di Pura Dalem Ulun Carik terdapat beberapa palinggih, yakni Dalem, Pesimpangan Ratu Gede Mas Mecaling Nusa Penida, lingga yoni, palinggih Dewi Sri yang merupakan simbol kesuburan dan beberapa palinggih lainnya. Banyak warga yang tangkil ke Pura Dalem Ulun Carik, tidak hanya warga sekitar LC Uma Bukal atau warga Bangli tetapi juga ada dari luar Bali. 


"Di Pura ini diyakini untuk memohon kelancaran usaha karena ada palinggih Ratu Subandar, ada juga untuk memohon keturunan. Mengingat di sini ada lingga yoni. Selain itu ada juga yang memohon kesembuhan dari penyakit serta ada memohon taksu. 

Nengah Mudin menceritakan, bahwa Lingga Yoni yang terdapat di Pura Dalem Ulun Carik sebelum ditemukan dalam kondisi berlubang dan ditutupi semak. Kemudian saat akan dilakukan penataan areal Pura dan setelah di posisi pada tempat lebih baik, lubang tersebut semakin tertutup. "Yang tadi ada lubang, saat ini sudah tertutup," sebutnya.

Pihaknya pun berharap ada dukungan dari pemerintah sehingga Pura Dalem Ulun Carik bisa tetap lestari. "Sebelumnya ada beberapa bantuan baik dari kementerian dan anggota DPRD, namun harapan kami keberadaan Pura Dalem Ulun Carik lebih diperhatikan. Sehingga Pura ini tetap lestari," imbuhnya. 7 esa

Komentar