nusabali

Pura Pasar Agung Dipasangi CCTV

Pascatemuan Benda Aneh di Sekitar Pura

  • www.nusabali.com-pura-pasar-agung-dipasangi-cctv
  • www.nusabali.com-pura-pasar-agung-dipasangi-cctv
  • www.nusabali.com-pura-pasar-agung-dipasangi-cctv

AMLAPURA, NusaBali - Pangempon Pura Pasar Agung di Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, menggelar paruman, Saniscara Umanis Pujut, Sabtu (2/9). Paruman dipimpin Kelian Pangempon Jro Mangku Sukra itu menyepakati pemasangan CCTV (closed circuit television).

Krama juga menyepakati pengaktifan kembali pecalang. Langkah ini guna mencegah terulangnya kasus menghebohkan di Pura Pasar Agung. Di samping itu petugas waker (penjaga) juga agar aktif kembali berjaga-jaga 24 jam. Paruman dilaksanakan sehubungan adanya temuan dua paket benda mencurigakan, tertanam di depan candi bentar dan satu paket lagi terungkap di 50 meter barat pura, di Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, Senin (28/8).

Dua paket berupa bambu berbentuk bumbung panjang sekitar 20 cm, dan diameter 2,5 cm, dengan ujungnya yang satu tumpul dan yang satu lancip, di bagian lubangnya tertutup serabut kelapa. Setelah pangempon membuka bumbung itu, berisi biji-bijian, dan berupa serbuk kasar, juga terlihat berisi beras merah, dan daun berbau rempah-rempah.

Segenap Bendesa Adat se-Kecamatan Selat di bawah koordinasi Bendesa Alitan MDA Kecamatan Selat I Komang Sujana, Ketua PHDI Selat Jro Mangku Sudana, dan tokoh masyarakat yang hadir dalam paruman juga sepakat pasang CCTV. Sebab kamera pengintai itu sangat efektif menjaga keamanan Pura Pasar Agung. Terlebih lagi setiap hari ada pemedek melakukan persembahyangan dan ada pencinta alam mendaki di Gunung Agung.

"Sebelum pasang CCTV, petugas waker dan pecalang mesti segera bertugas," jelas Kelian Pangempon Jro Mangku Sukra.

Jro Mangku Gede Umbara, pamangku di Pura Melanting Pasar Agung, mengapresiasi paruman menginginkan adanya CCTV akan dipasang. "Beda dengan sebelumnya, semasih pemandu wisata aktif mengantar wisatawan, maka Pura Pasar Agung dan Gunung Agung terjaga 24 jam. Kali ini tidak ada lagi pemandu, makanya CCTV segera terpasang," pintanya.

Bendesa Alitan MDA Kecamatan Selat I Komang Sujana, juga menegaskan pemasangan CCTV sebagai antisipasi terjadi masalah ke depan, agar persoalan di Pura Pasar Agung dan di Gunung Agung tidak terulang. Sebab, kasus yang pernah terjadi, bukan saja ada oknum tak dikenal mengubur dua benda, sebelumnya juga ada sekelompok penekun spiritual pasang patung di Gunung Agung.

Ketua PHDI Kecamatan Selat Jro Mangku Sudana mengatakan, terkait sempat ada oknum pasang dua benda di tempat berbeda masih di areal Pura Pasar Agung, agar segera oknum itu tertangkap. "Jika niatnya baik, pasti melaporkan hendak pasang benda, kenyataannya pasang benda secara diam-diam," kata Jro Sudana.

Sedangkan terkait adanya temuan dua benda yang terpasang di depan candi bentar Pura Pasar Agung di jalur mendaki Gunung Agung, pihak pangempon telah menggelar upacara caru durgamaya, sebagai bentuk pembersihan areal secara niskala, terlaksana saat Purnama Katiga, Wraspati Wage Pujut, Kamis (31/8). 7k16

Komentar