nusabali

Tembok Minimarket Roboh Timpa Rumah Warga

  • www.nusabali.com-tembok-minimarket-roboh-timpa-rumah-warga

Tembok minimarket di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Banjar Pasar, Desa Gumbrih, Kecamatan Melaya, Jembrana roboh, Kamis (2/2) tengah malam.

NEGARA, NusaBali
Tembok yang roboh sepanjang 20 meter dan tinggi 5 meter di sebelah timur minimarket tersebut menimpa bangunan rumah serta dapur milik keluarga I Wayan Sudiatmika, 46. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam musibah tersebut. Pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta.

Tembok lantai II minimarket itu roboh saat hujan deras disertai angina kencang, sekitar pukul 23.30 Wita. Saat itu, Sudiatmika bersama istri serta seorang anaknya sudah tertidur dan nyaris ikut tertimpa reruntuhan tembok tersebut. Beruntung, mereka berhasil selamat setelah bergegas keluar rumah begitu mendengar suara reruntuhan tembok minimarket yang terlebih dahulu menimpa bangunan dapur, sebelum merembet ke selatan menimpa bangunan rumah. “Pas dengar suara reruntuhan itu, saya kira ada gempa bumi. Begitu keluar, ternayata tembok sebelah runtuh. Begitu keluar kamar, hanya beberapa detik rumah ikut tertimpa reruntuhan tembok,” ungkap Sudiatmika, Jumat (3/2).

Reruntukan tembok berhahan bata ringan itu menghancurkan atap dapur berukuran 6 meter x 4 meter, serta rumah berukuran sekitar 9 meter x 5 meter. Kerusakan atap paling parah terjadi pada sisi barat. Puing bata ringan termasuk pecahan genteng termasuk bagian palfon berserakan di dalam dapur dan sebagain rumah. Sejumlah perabotan dapur rusak, elektronik di dapur serta kasur di dalam kamar terguyur hujan. Puing-puing reruntuhan itu telah dibersihkan secara gotong-royong dengan bantuan tenaga dari pihak terkait di Pemkab Jembrana serta desa setempat, Jumat pagi kemarin.

Buat sementara, Sudiatmika bersama keluarganya terpaksa tidur di warung miliknya yang ada sebuah kamar kosong. Tenda darurat juga dibangun untuk menempatkan sejumlah perabotan dapur yang masih bisa diselamatkan. Mengenai segala kerugian atas kejadian tersebut dijanjikan akan ditanggung pemilik minimarket, I Made Buda. Pemilik minimarket dan korban sempat dimediasi di Kantor Desa Gumbrih. “Kesepakatannya akan diganti rugi. Kerusakan atap rumah dan dapur itu akan segera diperbaiki, termasuk beberapa perabot yang rusak, seperti kasur akan diganti,” ujar Sudiatmika.

Perbekel Desa Gumbrih, I Ketut Nurjana, saat dikonfirmasi membenarkan musibah tembok minimarket roboh tersebut. Ia langsung turun ke lokasi begitu mendapat laporan warga. Nurjana juga langsung memediasi antara korban dan pemilik minimarket di kantor desa terkait bencana itu. “Tadi saya mediasi keduanya yang dihadiri Camat Pekutatan I Komang Dhiyatmika. Intinya, semua kerugian akan diantanggung pemilik minimarket,” katanya.

Dikatakan, pemilik minimarket mengakui selain faktor alam, ambruknya tembok di lantai dua minimarket itu turut dipicu buruknya konstruksi. Tembok sebelah utara itu hanya dibangun dengan pasangan bata ringan tanpa tulang besi. “Sudah ada jalan keluar. Karena yang rusak rumah tempat tinggal, kami juga minta biar segera diperbaiki,” ujar Perbekel Nurjana.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana masih mengkaji untuk berikan bantuan perbaikan terhadap kerusakan atap dapur serta rumah milik Sudiatmika. Mengingat penyebab utaman kerusakan itu karena tertimpa tembok tetangga. Sementara pemilik minimarket juga memastikan sudah bertanggungjawab. “Tadi sore, pemilik minimarket sudah mendatangkan tukang dan material untuk perbaikan,” terang Eko Susila. * ode

Komentar