nusabali

Antisipasi Arus Balik, Menhub Tinjau Kesiapan Pelabuhan Gilimanuk

  • www.nusabali.com-antisipasi-arus-balik-menhub-tinjau-kesiapan-pelabuhan-gilimanuk

NEGARA, NusaBali
Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, melakukan peninjauan ke Pelabuhan Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu (15/5) sore.

Peninjauan ini, dilakukan untuk memantau secara langsung kesiapsiagaan petugas di Gilimanuk terkait kemungkinan lonjakan arus balik pasca libur Idul Fitri. Menhub memprediksi pergerakan arus balik akan meningkat mulai, Minggu (16/5) hari ini.


Menhub Budi Karya Sumadi yang didampingi Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Ditjen Perhubungan Darat Cucu Mulyana, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspa Dewi, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta sampai ke Gilimanuk pada pukul 15.15 Wita. Kehadiran Menhub Budi Karya Sumadi bersama rombongan yang datang menaiki 2 helikopter dengan mendarat di Lapangan Umum Gilimanuk ini diterima Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Dansubdenpom IX/3-2 Jembrana Kapten Cpm Doni Kristian, dan pejabat terkait di ASDP Pelabuhan Gilimanuk.

Sebelum menuju Pelabuhan Gilimanuk, Menhub Budi Karya bersama rombongan sempat memantau Pos Penyekatan Cekik, Gilimanuk. Setelah itu, rombongan langsung meninjau kondisi di Pos I Pelabuhan Gilimanuk (pos pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk) dan di Pos II Pelabuhan Gilimanuk (pos pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk.

Saat pemantauan tersebut, kondisi arus penumpang yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ataupun baru tiba di Pelabuhan Gilimanuk sangat sepi. Hanya ada beberapa kendaraan logistik saja yang lewat.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan dari pemantauan dirinya bersama rombongan yang menaiki helikopter dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, menuju ke Gilimanuk, situasi arus lalu lintas terlihat cukup lancar. Sementara belum ada kepadatan ataupun pergerakan arus balik pasca libur Idul Fitri. "Dari pantauan kami dari atas, Bali sangat indah," ujarnya.

Menurut Menhub Budi Karya, dirinya mendapat tugas dari Presiden untuk menjaga kemungkinan pergerakan arus balik pasca libur Idul Fitri. Di mana pergerakan arus pasca libur Idul Fitri juga harus dikontrol, dan harapannya masyarakat dapat mengikuti imbauan dari Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. "Saya harap agar masyarakat mentaati apa yang sudah menjadi peraturan pemerintah," ucapnya.

Menhub Budi Karya juga sangat mengapresiasi masyarakat di Bali yang sudah mentaati peraturan pemerintah. Terlihat dari arus mudik dan arus balik mengalami penurunan yang signifikan. "Saya juga apresiasi kepada pihak terkait. Baik itu TNI/Polri, Dinas Perhubungan, BPBD dan ASDP sudah melaksanakan tugas yang sangat baik," ucapnya.

Namun, sambung Menhub Budi Karya Sumadi, ada kemungkinan terjadi lonjakan arus balik. Lonjakan arus balik kemungkinan terjadi mulai, Minggu 16 Mei sampai 20 Mei 2021. "Dikarenakan setelah hari Minggu mereka akan kembali bekerja. Saya imbau kepada para petugas untuk melakukan konsolidasi baik mempersiapkan orangnya dan mekanismenya. Saya yakin apa yang dilakukan setelah dipersiapkan petugasnya pada saat mudik dan arus balik ini, akan terkelola dengan baik," kata Menhub Budi Karya Sumadi, yang setelah peninjauan ke Pelabuhan Gilimanuk kemarin, berencana melanjutkan peninjauan dengan helikopter menuju ke Nusa Penida, Klungkung.

Menhub Budi Karya juga mengungkapkan pemerintah saat ini tengah fokus melakukan antisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pasca-Idul Fitri yang berpotensi memicu penularan Covid-19. Salah satu yang dilakukan dengan memperketat syarat perjalanan penumpang angkutan penyeberangan, termasuk di Pelabuhan Gilimanuk, yang diwajibkan untuk melakukan tes antigen.

Tercatat, rata-rata jumlah pergerakan penumpang di Pelabuhan Gilimanuk selama masa peniadaan mudik mulai 6 Mei sampai 14 Mei 2021, yaitu sekitar 1.000 penumpang setiap harinya. Jumlah ini menurun signifikan dibanding sebelum masa peniadaan mudik yang bisa mencapai belasan ribu hingga puluhan ribu penumpang. *ode

Komentar