nusabali

Kabaddi Digelar Tunggu Petunjuk KONI Pusat

  • www.nusabali.com-kabaddi-digelar-tunggu-petunjuk-koni-pusat

DENPASAR, NusaBali
Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) akan menggelar ekshibisi dalam PON Papua XX/2021) pada 7 Oktober 2021.

Sedangkan PON Papua digulirkan pada 2 - 15 Oktober. Pilihan itu sesuai petunjuk KONI Pusat, yang menginginkan kabaddi digelar pada pertengahan pelaksanaan PON.

"Awalnya direncanakan sebelum PON atau empat hari sebelum PON Papua dimulai. Hal itu untuk menghindari terlalu ramai. Tapi, atas saran KONI Pusat, kami pertimbangkan hal itu kembali. Arahnya nanti sesuai petunjuk KONI Pusat," kata Sekjen FOKSI Pusat, Maryoto Subekti, Jumat (20/11), atas seizin dan koordinasi Ketum PP FOKSI Pusat, I Gusti Bagus Alit Putra.

Menurut Waketum KONI Bali itu, venue tempat bertanding diputuskan di Universitas Cendrawasih. Dengan mempertandingkan empat nomor, yakni kategori indoor dan seven for five. Semuanya untuk kategori putra dan putri, sehingga ada empat medali emas diperebutkan di kabaddi.

"Buku panduan dan peraturan pertandingan sudah kami susun, untuk segera diterbitkan," tandas Maryoto Subekti.

Menurut Maryoto Subekti dengan bertanding di tengah-tengah gelaran PON, memang akan lebih semarak. Jadi seolah-olah dipertandingkan resmi. Itu sisi positifnya yang dapat dirasakan.

"Misi pertama kami dapat berjalan dengan lancar saja sudah syukur. Yang jelas kedepan pembinaan cabor Kabaddi akan lebih terarah. Pembinaan juga lebih berkesinambungan," tegas Maryoto Subekti. Termasuk nanti peningkatan kualitas wasit dan juri itu wajib dilakukan. Sehingga yang betugas nantinya benar-benar profesional mengemban tanggungjawab selalu pengadil di lapangan.

Ditambahkan, hal lain yang masih jadi rancangan, yakni soal umur atlet. Bisa saja umurnya dibatasi. Misalnya di bawah umur 18 atau 20 tahun. Hal itu dilakukan agar atet yang tampil di PON Papua XX/2021 dapat tampil di PON berikutnya saat cabor Kabaddi dipertandingkan secara resmi.

"Soal regulasi umur masih dibicarakan saat Rakernas nanti. Jadi masih belum fix," kata Maryoto Subekti. *dek

loading...

Komentar