nusabali

Jembrana Diterjang 31 Kasus Baru Covid-19

Sebagian Klaster Upacara Adat

  • www.nusabali.com-jembrana-diterjang-31-kasus-baru-covid-19

Per Jumat kemarin, di Bali dilaporkan muncul 144 kasus baru Covid-19, bersamaan dengan 74 pasien sembuh dan 4 orang dilaporkan meninggal

NEGARA, NusaBali

Inilah rekor tambahan kasus baru tertinggi di Kabuaten Jembrana selama pandemi Covid-19, yang sudah berlangsung selama 6 bulan. Per Jumat (25/9), Jembrana diterjang 31 kasus baru Covid-19, yang semuanya merupakan transmisi lokal.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jembrana, tambahan 31 kasus baru Corona per Jumat kemarin tersebar di 5 kecamatan se-Jembrana. Rinciannya, 13 kasus baru di wilayah Kecamatan Jembrana, 10 kasus baru di Kecamatan Mendoyo, 3 kasus baru di Kecamatan Negara, 3 kasus baru di Kecamatan Pekutatan, dan 2 kasus baru di Kecamatan Melaya.

Ini merupakjan rekor kasus tertinggi di Jembrana sejak pandemic Covid-19. Rekor tertinggi sebelumnya terjadi 23 September 2020 lalu, ketika muncul 21 kasus baru Covid-19. Dengan ledakan 31 kasus baru per Jumat kemarin, maka jumlah kumulatif positif Covid-19 di Jembrana saat ini mencapai 290 kasus---sementara versi GTPP Provinsi Bali, jumlahnya 289 kasus.

Berdasarkan sebarannya, jumlah kasus terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Negara yakni 98 kasus. Disusul kemudian Kecamatan Jembrana (74 kasus), Kecamatan Mendoyo (53 kasus), Kecamatan Melaya (47 kasus), dan Kecamatan Pekutatan (18 kasus). Dari jumlah itu, 199 orang sudah ber hasil sembuh, 85 orang masih dalam perawatan, dan 0 paisen lagi meninggal dunia.

Menurut Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha, dari 31 kasus baru per Jumat kemarin, beberapa di antaranya merupakan hasil tracing contact dari pasien Corona sebelumnya. Beberapa di antaranya dari klaster keluarga dan klaster kegiatan adapt-agama. Ada pula tambahan kasus di luar tracing, yakni kasus baru yang awalnya reaktif rapid test dan sebagaianya.

Khusus tambahan kasus di Desa Pengeraguan, Kecamatan Pekutatan, kata Arisantha, masih ada hubungan dengan salah satu kasus probable yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Mereka tinggal dalam satu pekarangan rumah. Sedangkan di Kecamatan Mendoyo, ada tambahan kasus satu keluarga dari Desa Yehembang Kangin, yang merupakan kontak erat kasus positif Covid-19 sebelumnya. “Yang di Desa Yehembang Kangin ini merupakan klaster keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya,” jelas Arisantha di Negara, Jumat kemarin.

Sementara di Kecamatan Jembrana, kata Arisantha, ada tambahan masing-masing satu kasus dari Desa Yeh Kuning dan Kelurahan Sangkaragung, yang merupakan hasil tracing pasien terkonfirmasi sebelumnya. Di salah satu lingkungan di Kelurahan Dauhwaru, juga ada tambahan kasus yang merupakan pengembangan tracing dari klaster kegiatan upacara pengabenan sebelumnya. “Jadi, sampai hari ini masih ada tracing contact dari klaster kegiatan pengabenan,” tandas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jembrana ini.

Berkaca dari lonjakan kasus klaster keluarga dan kegiatan adat–keagamaan, menurut Arisantha, ada beberapa yang hal yang perlu mendapat perhatian ekstra. Bahka kegiatan adat keagamaan berpotensi mengundang kerumunan orang. Kemudian, klaster keluarga bisa berasal dari transmisi klaster adat keagamaan atau klaster-klaster lainnya. “Penting melakukan penguatan penanganan Covid-19. Yang patut diwaspadai juga klaster-klaster kantor dan pelaku perjalanan,” katanya.

Dikonfirmasi NusaBali terpisah di Negara, Jumat kemarin, Sekda Jembrana I Made Sudiada mengatakan lonjakan 31 kasus baru ini harus menjadi perhatian bersama. Atas perintah Bupati Jembrana I Putu Arta, Sekda Sudiada segera akan menggelar rapat koordinasi GTPP Covid-19 Jembrana, Sabtu (26/9) sore ini. Rakor GTPP Covid-19 bersama Kapolres Jembrana, Dandim Jembrana, termasuk unsur-unsur terkait ini sekalian membahas tindak lanjut instruksi Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, untuk menyiapkan hotel sebagai tempat isolasi untuk para pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan.

“Nanti akan kami bahas untuk rencana penyiapan hotel. Karena memang dengan peningkatan kasus akhir-akhir ini, ruang isolasi yang juga sudah ditambah di RSUD Negara, tidak lagi bisa menampung seluruh pasien Covid-19. Untuk menyiapkan hotel, nanti kita minta bantuan tim gugus untuk melakukan pendekatan ke pemilik-pemilik hotel,” ujar Sudiada yang juga Sekretaris GTPP Covid-19 Jembrana.

Sementara itu, pandemi Covid-19 di Provinsi Bali masih terus berkecamuk, ditandai dengan munculnya kembali 144 kasus baru per Jumat kemarin, bersamaan dengan 74 pasien berhasil sembuh dan 4 pasien lagi diumumkan meninggal. Berdasarkan data yang dirilis GTPP Covid-19 Provinsi Bali, tambahan kasus terbanyak terjadi di Jembrana yakni 30 kasus baru (GTPP Covid-19 Jembran sebut 31 kasus, Red). Sedangkan tambahan kasus terbanyak berikutnya terjadi di Kota Denpasar (18 kasus baru), disusul Bangli (18 kasus baru), Gianyar (17 kasus baru), Karangasem (15 kasus baru), Tabanan (14 kasus baru), Badung (10 kasus baru), dan Klungkung (8 kasus baru).

Ini untuk keenam kalinya secara beruntun jumlah tambahan kasus baru Covid-19 di Bali kembali di atas angka 100, setelah 20 September (saat muncul 121 kasus baru bersamaan dengan 125 pasien sembuh), 21 September (139 kasus baru bersamaan dengan 80 pasien sembuh), 22 September (108 kasus baru bersamaan dengan 119 pasien sembuh), 23 September (130 kasus baru bersamaan dengan 86 pasien sembuh), dan 24 September (119 kasus baru bersamaan dengan 131 pasien sembuh).

Sebelumnya, sempat enam hari secara berturut-turut tambahan kasus baru Corona di Bali selalu di bawah angka 100, yakni 14 September (86 kasus baru, bersamaan dengan 91 pasien sembuh), 15 September (68 kasus baru, bersamaan dengan 55 pasien sembuh), 16 September (49 kasus baru, bersamaan dengan 50 pasien sembuh), 17 September (63 kasus baru, bersa-maan dengan 92 pasien sembuh), 18 September (51 kasus baru bersamaan dengan 94 pasien sembuh), dan 19 September (85 kasus baru bersamaan dengan 140 pasien sembuh).

Dengan tambahan 144 pasien baru per Jumat kemarin, maka jumlah kumulatif positif Covid-19 di Bali saat ini tembus 8.389 kasus. Berdasarkan klasifikasi penyebarannya, terbanyak merupakan kasus transmisi lokal yakni 7.996 orang atau 95,31 persen dari total 8.389 kasus positif. Sisanya, 297 orang imported case dari PMI yang punya riwayat perjalanan ke luar negeri (3,54 persen), 88 orang imported case dari riwayat perjalanan ke luar daerah Bali (1,05 persen), dan 8 orang WNA (0,10 persen).

Daerah di Bali yang paling parah terpapar Covid-19 masih tetap Denpasar, yakni mencapai 2.278 kasus, yang mana 2.213 orang di antaranya merupakan transmisi lokal. Disusul kemudian Badung dengan 1.272 kasus positif Corona, Gianyar (1.000 kasus), Buleleng (835 kasus), Karangasem (764 kasus), Bangli (721 kasus), Klungkung (636 kasus), Tabanan (531 kasus), dan Jembrana (289 kasus).

Pada hari yang sama, Jumat kemarin, terdapat 74 pasien Covvid-19 yang ber-hasil sembuh. Berdasarkan sebarannya, jumlah pasien sembuh terbanyak kemarin berada di Gianyar yakni 19 orang, disusul kemudian di Bangli (18 pa-sien sembuh), Badung (14 pasien sembuh), Denpasar (11 pasien sembuh), Karangasem (7 pasien sembuh), Klungkung (7 pasien sembuh), Tabanan (3 pasien sembuh), dan Jembrana (1 pasien sembuh).

Dengan tambahan 74 pasien sembuh kemarin, maka jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 di Bali yang sudah berhasil sembuh kini mencapai 6.828 orang. Angka kesembuhan di Bali kini berkisar 81,39 persen dari total 8.389 kasus positif atau turun 0,53 persen dibanding sehari sebelumnya. Ini masih jauh dari rekor kesembuhan tertinggi di Bali yang mencapai 88,17 persen per 17 Agustus 2020 lalu.

Sementara, per Jumat kemarin kembali diumumkan ada 4 pasien Covid-19 di Bali meninggal dunia. Mereka tersebar di Karangasem (2 orang), Gianyar (1 orang), dan Buleleng (1 orang). Dengan tambahan ini, maka secara kese-luruhan jumlah pasien Covid-19 di Bali yang meninggal dunia kini mencapai 245 orang atau 2,92 persen dari total 8.389 kasus positif.

Pasien yang meninggal terdiri dari 243 orang WNI dan 2 orang WNA. Dari ju-mlah itu, korban meninggal terbanyak berada di Denpasar mencapai 44 orang, disusul Gianyar (40 orang), Buleleng (34 orang), Badung (33 orang), Ka-rangasem (31 orang), Bangli (28 orang), Tabanan (18 orang), Klungkung (9 orang), dan Jembrana (6 orang). Sedangkan jumlah pasien Covid-19 di Bali yang masih dalam perawatan hingga saat ini mencapai 1.316 orang atau 15,69 persen dari total 8.389 kasus positif. *ode,ind

loading...

Komentar