nusabali

Warga Keramas dan Medahan Serbu Bank Sampah

  • www.nusabali.com-warga-keramas-dan-medahan-serbu-bank-sampah

GIANYAR, NusaBali
Kesadaran masyarakat di Gianyar untuk mengelola sampah dari sumber, terutama memilah sampah organik dan non organik, makin meningkat.

Terbukti, warga Desa Keramas dan Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, menyerbu bank sampah di desa masing-masing, Minggu (20/9). Mereka datang dengan memikul dan menenteng sampah plastik untuk ditabung di bank sampah.

Oleh pengelola bank sampah di masing-masing banjar, 1 kg sampah jenis plastik tas krsek dihargai Rp 300, dan plastik emberan jenis botol Rp 1.000 - Rp 2.500. Kegiatan bank sampah ini sebagai salah satu wujud hasil binaan bidang kebersihan dan lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar. Aktivitas menabung sampah itu dipandu langsung oleh Konsultan Lingkungan DLH Gianyar Ketut Suarnaya.

Dihubungi usai kegiatan, Ketut Suarnaya mengatakan, berdasarkan model pendampingan kepada masyarakat, sebelum dibawa ke bank sampah, warga wajib memilah sampahnya jadi dua yakni sampah organik dan non organik. Bank sampah hanya menerima sampah non organik. Karena sampah organik telah diolah jadi pupuk kompos oleh warga. Selanjutnya, sampah ditimbang di bank sampah untuk dihargai. Uang hasil penukaran sampah ditabung di bank sampah.

Penukaran sampah, Minggu kemarin, di Desa Medahan terbanyak ada di Banjar Anggarkasih dengan nilai tranksaksi Rp 72.000, dan terkecil Rp 700. Pemasok sampah ini kalangan anak-anak dan dewasa. Total nilai sampah yang ditabung di bank sampah di Desa Medahan 328 kg bernilai Rp 672.200. Model transaksi bank sampah di Desa Medahan berlangsung sejak 16 Agustus 2020.

Sedangkan di Desa Keramas, nilai transaksi tertinggi Rp 87.200  dan terkecil Rp 1.200. Total transaksi di Desa Keramas 593 kg bernilai Rp 993.000. Bank sampah di desa ini beropererasi sejak 23 Agustus 2020. ‘’Berdasarkan volume sampah dan hasil pemilahan, maka transaksi bank sampah ini kami lakukan dua minggu sekali. Kami akan terus lakukan pendampingan,’’ jelasnya.

Ketut Suarnaya menilai, semangat masyarakat menabungkan sampah ini segaris dengan semangat kesadaran terhadap lingkungan. ‘’Dengan bank sampah ini, masyarakat sangat senang karena kesedarannya terhadap lingkungan makin dihargai,’’ jelasnya. *lsa

loading...

Komentar