nusabali

Forum Komunikasi Taksu Bali Siapkan Aksi Damai Tolak HK

  • www.nusabali.com-forum-komunikasi-taksu-bali-siapkan-aksi-damai-tolak-hk

SEMARAPURA, NusaBali
Forum Komunikasi Taksu Bali menggelar rapat bersama sejumlah organisasi dari umat Hindu di Bali di Pendopo Puri Agung Klungkung, Kamis (30/7) sore.

Rapat ini untuk membahas kegiatan aksi damai yang akan digelar di Kantor PHDI Provinsi Bali, Denpasar, Senin (3/8) nanti untuk menolak gerakan Sampradaya HK (Hare Khrisna).

Pantauan di lapangan, rapat tersebut digelar selama dua jam dari pukul 15.00 Wita-17.00 Wita. Hadir dari berbagai organisasi dari umat Hindu di Bali. Para peserta rapat sepakat menolak HK dalam aksi damai, Senin (3/8).

Koordinator Lapangan Aksi Damai Taksu Bali I Putu Agus Yudiawan mengatakan pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Selanjutnya disepakati dengan koordinasi antar organisasi terkait perjuangan dalam menolak atau mengeluarkan HK dari tanah Bali lewat aksi damai. "Pada saat aksi damai nanti, kami akan berkumpul di GOR Lila Buana, Denpasar, kemudian baru berangkat menuju Kantor PHDI Provinsi Bali," katannya.

Dalam aksi damai itu juga akan digelar sejumlah pementasan seni dari beberapa sanggar. Yudiawan juga menekankan saat aksi damai berlangsung tetap menjaga protokol kesehatan, salah satunya mengenakan masker.

Dia menijelaskan, penolakan HR didasari bawah Hindu yang dilakoni masyarakat Hindu Bali saat ini sudah sejak 1001 tahun. Hal itu dimulai adanya pasamuan agung (musyawarah besar) di Pura Samuan Tiga (saat itu bernama Pura Gunung Goak) di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Samuan agung itu diprakarsai oleh Mpu Kuturan untuk mempersatukan sembilan sekte di Bali, ditambah lagi perwakilan Bali Aga dan Bali Mula. "Jadi komit untuk menjalankan ajaran Tri Murti yakni Utpeti, Stiti, Pralina ista dewatanya Brahma, Wisnu, Siwa," ujar Yudiawan.

Kemudian diperkuat lagi dengan datang lagi Mpu Dwijendra dengan konsep Tri Purusa, Siwa, Sada Siswa dan Parama Siswa. Sehingga Tri Murti, pemujaan Tuhan secara horizontal dan Tri Purusa pemujaan Tuhan secara vertikal. "Tujuannya adalah merekatkan persaudaraan sebenarnya, dan konsep dalam ajaran Weda juga sudah masuk di dalamnya," katanya. *wan

loading...

Komentar