nusabali

HUT Ke-65 PHDI, Umat Sedharma Dapat Layanan Gratis dari Cek Kesehatan hingga Tenung Wariga

  • www.nusabali.com-hut-ke-65-phdi-umat-sedharma-dapat-layanan-gratis-dari-cek-kesehatan-hingga-tenung-wariga
  • www.nusabali.com-hut-ke-65-phdi-umat-sedharma-dapat-layanan-gratis-dari-cek-kesehatan-hingga-tenung-wariga
  • www.nusabali.com-hut-ke-65-phdi-umat-sedharma-dapat-layanan-gratis-dari-cek-kesehatan-hingga-tenung-wariga

DENPASAR, NusaBali.com - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali merayakan HUT Ke-65 PHDI dengan memberikan pelayanan serba gratis kepada umat sedharma.

Pintu Sekretariat PHDI Bali di Jalan Ratna Nomor 71 Denpasar dibuka lebar untuk umat pada Minggu (18/2/2024). Pelayanan sakala dan niskala disediakan oleh PHDI Bali menggandeng umat yang memiliki usaha, kemampuan, dan kelebihan.

Dari lobi Sekretariat PHDI Bali hingga ke area belakang gedung padat diisi stand berupa pameran buku-buku Hindu, jajanan, pernak-pernik, produk kesehatan, tenung wariga, tenung tarot, cek kesehatan, donor darah, praktik usada, hingga konsultasi hukum.

Ketua PHDI Bali I Nyoman Kenak menuturkan, acara bersifat expo ini baru pertama kali digelar serangkaian perayaan HUT Ke-65 PHDI yang jatuh pada 23 Februari nanti. Gelaran semacam ini bakal jadi ajang tahunan yang digelar untuk kepentingan umat sedharma.

"Tadi pagi acara kami buka dengan matur piuning dulu. Kemudian, yoga bersama, lanjut senam tai chi, dan minum loloh (jamu khas Bali)," tutur Kenak ketika ditemui di sela acara pada Minggu pagi.

Kata Kenak, perayaan HUT PHDI ini berlandaskan konsep Tri Parārtha dan Tri Hita Karana. Dari segi Tri Hita Karana, rangkaian pada Minggu pagi merupakan bagian dari Pawongan (hubungan antarmanusia).

Sedangkan beberapa hari sebelumnya, sudah dilaksanakan persembahyangan ke pura-pura sebagai praktik nilai Parahyangan. Kemudian, menggelar penghijauan lingkungan sebagai praktik dari nilai Palemahan.

Secara konsep Tri Parārtha, tiga penyebab kesejahteraan; Asih, Punia, dan Bhakti, dipraktikkan di acara pada Minggu ini. Di mana, sebagai bentuk cinta kasih, derma, dan hormat kepada sesama, PHDI menggratiskan semua stand untuk dicoba oleh umat yang hadir.

"Kami menggratiskan semua stand yang tampil di sini. Begitu juga yang membuka stand tidak boleh memungut biaya layanan ke umat yang datang," imbuh Kenak yang juga tokoh Griya Agung Beraban Denpasar ini.

Kenak mengaku semua ini dilakukan untuk ngayah karena pada dasarnya PHDI tidak memiliki dana besar. Namun, umat sedharma antusias berderma sehingga gelaran ini dan kegiatan lain dari PHDI dapat berjalan lancar.

Semakin siang, lantai satu gedung PHDI Bali berubah ramai. Di antara stand yang menjadi favorit umat adalah usada atau pengobatan tradisional, tenung wariga, dan tenung tarot. Di samping itu, kegiatan donor darah sempat dihentikan lantaran terlampau melebihi kebutuhan. *rat

Komentar