nusabali

Lagi, Dokter di Denpasar Positif Corona

Tertular Teman Kerjanya, Pegawai BUMN Perbankan Positif Covid-19

  • www.nusabali.com-lagi-dokter-di-denpasar-positif-corona

Dokter perempuan berusia 26 tahun sebuah rumah sakit swasta di Denpasar yang positif Corona ini jalani uji swab atas inisiatif sendiri

DENPASAR, NusaBali

Satu lagi dokter di Kota Denpasar dinyatakan positif Covid-19 (virus Corona). Sehari pasca dokter residen di RSUP Sanglah, Jumat (22/5) giliran dokter umum sebuah rumah sakit swasta yang terkonfirmasi positif Corona berdasarkan uji swab. Pada saat bersamaan, seorang pegawai BUMN Perbankan di Denpasar juga dinyatakan positif Corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, mengatakan dokter umum yang terkonfirmasi positif Corona ini adalah perempuan berusia 26 tahun. Dokter muda asal Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat ini sebelumnya sengaja menjalani uji swab atas inisiatif sendiri, Kamis (21/5), karena sudah merasa berisiko selama penanganan pasien.

“Dokter muda ini diswab bukan karena gejala, melainkan karena inisiatif sendiri ingin tes lantaran merasa selama bekerja di rumah sakit, dia berisiko terpapar. Sehari setelah uji swab, hasilnya keluar dan ternyata benar positif Covid-19," jelas Dewa Rai dalam keterangan persnya di Denpasar, Jumat kemarin.

Menurut Dewa Rai, dokter umum yang positif Corona ini sudah langsung diisilasi di RSUP Sanglah, Jumat kemarin. Sementara, tim surveillance GTPP Covid-19 Denpasar melakukan tracing contact setelah dokter umum tersebut dinyatakan positif Corona. Penelusuran terhadap siapa saja yang pernah berkontak erat dengan dokter positif Corona tersebut bakal dilakukan, Sabtu (22/5) ini.

Sedangkan keluarga sang dokter umum, kata Dewa Rai, langsung dilakukan isolasi mandiri di rumahnya kawasan Desa Padangsambian Kelod. Isolasi mandiri keluarga dokter positif Corona ini dijaga oleh Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Padangsambian Kelod.

Dikonfirmasi NusaBali terpisah, Jumat kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, membenarkan adanya dokter di Denpasar yang positif Covid-19. Hanya saja, Suarjaya tidak menjelaskan secara detail, dokter umum tersebut bertugas di rumah sakit mana. “Saat ini, dokter tersebut sudah dirawat di RSUP Sanglah. Kondisinya baik saat ini, karena yang bersangkutan tanpa menunjukkan gejala,” ungkap Suarjaya.

Menurut Suarjaya, saat ini masih berlangsung tracing contact dokter positif Corona tersebut dan sedang ditelusuri sumber penularannya. “Saya tidak tahun persis jumlahnya (pernah berkontak erat dengan dokter positif Corona, Red), karena tim di lapangan yang tahu. Saat ini masih berlangsung tracing contactnya sesuai informasi yang didapat,” tegas Suarjaya.

Suarjaya mengungkapkan, dokter yang baru dinyatakan positif Covid-19 ini merupakan tenaga medis ketiga di Bali yang terinfeksi virus Corona. Karena dalam rangkaian tugasnya merawat pasien, tenaga medis pun rentan terpapar Covid-19. Karena itu, meski sudah melakukan SOP dan protokol pengamanan, tenaga medis juga sangat memerlukan kejujuran pasien dalam melakukan penanganan.

“Perlu kejujuran dari pasien juga, agar tenaga medis merasa aman saat merawatnya,” terang Suarjaya. Terhadap tenaga kesehatan yang akan menangani pasien, dilakukan rapid test untuk memastikan kekebalan tubuhnya, sesuai dengan risiko dan tempat kerjanya. “Kalau rapid testnya positif, langsung diswab,” sergah birokrat asal Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng ini.

Sehari sebelumnya, Kamis (21/5), seorang dokter residen di RSUP Sanglah juga dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab. Sebelum dinyatakan positif Corona, dokter residen berjenis kelamin perempuan berusia 30 tahun ini sempat merawat Pasien dalam Pengawasan (PDP) di RSUP Sanglah.

Dokter residen ini merupakan orang kedua di RSUP Sanglah yang dinyatakan positif Corona dalam kurun tiga hari terakhir. Sebelumnya, seorang perempuan berusia 49 tahun yang bertugas sebagai staf administrasi di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Sanglah, juga dinyatakan positif Corona, Selasa (19/5) lalu. Staf laboratorium ini pun diisolasi di RSUP Sanglah.

Dari hasil tracing yang dilakukan tim surveillance GTPP Covid-19 Denpasar, ternyata staf Laboratorium Mikrobiologi RSUP Sanglah tersebut sempat cuti karena ada upacara keagamaan di rumahnya kawasan Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur. Setelah dinyatakan positif, suami dan anak perempuannya berumur 10 tahun juga dilakukan swab. Sang suami dinyatakan negatif berdasarkan uji swab. Namun, anak perempuannya yang baru berusia 10 tahun dinyatakan positif Corona, Rabu lalu.

Sementara itu, per Jumat kemarin di Denpasar terjadi penambahan dua kasus positif Covid-19. Selain dokter umum tadi, menurut Dewa Gede Rai, satu lagi yang terkonfirmasi positif Corona adalah seorang pegawai BUMN Perbankan berusia 38 tahun asal Desa Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur. Seperti halnya dokter tadi, pegawai BUMN ini juga termasuk kasus transmisi lokal (tertular virus Covid-19 di daerah).

Menurut Dewa Rai, pegawai BUMN ini sebelumnya merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sudah dilakukan karantina secara mandiri di mess kantor tempatnya bekerja. Pegawai BUMN ini diketahui terpapar dari rekan kerjanya, yang sudah lebih dulu dinyatakan positif Corona, 7 Mei 2020 lalu. Rekan kerjanya itu masuk kasus imported case, yang punya riwayat perjalanan ke luar daerah Bali yakni Palu, Sulawesi Tengah.

"Setelah dinyatakan positif, pegawai BUMN yang terpapar oleh temannya ini kini menjalani isolasi di RSUP Sanglah. Sedangkan teman-teman yang lainnya dalam satu mess, buat sementara, dinyatakan negatif," terang Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar.

Sementara, dengan tambahan dokter umum dan pegawai BUMN yang dinyatakan pasien positif Corona, maka total kumulatif positif Covid-19 di Kota Denpasar saat ini mencapai 75 orang (data provinsi sebut 76 kasus, Red). Terbanyak berada di Kecamatan Denpasar Utara yakni 24 kasus, disusul Kecamatan Denpasar Timur (22 kasus), Kecamatan Denpasar Selatan (17 kasus), Kecamatan Denpasar Barat (8 kasus), dan luar Denpasar (3 kasus).

Dari jumlah itu, 54 orang sudah dinyatakan sembuh, 19 orang lagi masih dirawat, dan 2 orang meninggal. Perlu dicatat, dari total 75 kasus positif Covid-19 di Denpasar, 28 orang di antaranya termasuk transmisi lokal. Sedangkan sisanya, 32 orang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang masuk imprted case (tertular di luar) dan 16 orang WNI yang punya riwayat perdakanan ke luar daerah di Indonesia (juga masuk imported case). *mis,ind

loading...

Komentar