nusabali

Diduga Depresi, Seorang WNA Berkeliaran Tanpa Busana

  • www.nusabali.com-diduga-depresi-seorang-wna-berkeliaran-tanpa-busana

MANGUPURA, NusaBali
Seorang warga negara asing (WNA) yang ada di kawasan Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, dijemput oleh petugas medis pada Senin (30/3), karena berkeliaran tanpa memakai baju.

Lantaran diduga mengalami depresi, WNA yang dikabarkan dari Amerika Serikat itu kemudian dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar, untuk mendapatkan penanganan.

Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara membenarkan ada WNA yang dibawa ke rumah sakit lantaran diduga depresi. Bahkan, sebelum dibawa oleh tim medis dengan mobil ambulans, WNA tersebut diketahui berkeliaran tanpa mengenakan busana.

“Iya, jadi yang bersangkutan diberi pakaian oleh warga. Setelah itu baru dibawa oleh tim medis ke rumah sakit,” ungkap Suryanegara, Senin (30/3) malam.

“Ditangani oleh petugas medis dari Puskesmas Kuta Utara, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sanglah,” imbuh Camat Kuta Utara Putu Eka Permana, saat dikonfirmasi. Mirisnya, saat mau dibawa dengan ambulans, kepalanya berdarah karena membenturkan diri ke tanah. “Kami tidak tahu kenapa yang bersangkutan bertindak demikian,” ujar Eka Permana.

Menurut Eka Permana, sudah ada tiga orang WNA yang diduga mengalami depresi. “Di wilayah kami sudah tiga orang diduga depresi,” katanya. Walau begitu, Eka Permana menyebut belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Di sisi lain, di tengah wabah virus Corona ini, pihaknya terus berupaya berkomunikasi dengan para wisatawan, khususnya yang ada di Kuta Utara. “Kami memberikan pemahaman kepada mereka mengenai wabah Covid-19 ini,” tegasnya.

Disinggung langkah penutupan sejumlah pantai di Kuta Utara, Eka Permana membenarkan, seperti di Pantai Canggu sudah ditutup terhitung mulai Senin kemarin. “Pemasangan spanduk sudah dilakukan dengan melibatkan aparat terkait,” ungkapnya.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pihak Desa Canggu, lanjut Eka Permana, masyarakat juga diimbau untuk membatasi kunjungan di sepanjang Pantai Canggu. Kemudian, pihak restoran hanya diperkenankan melayani take away. Bila ada yang membandel, maka tindakan tegas siap dijatuhkan.

“Diimbau juga agar masyarakat, warung, restoran, vila, dan hotel melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri,” tuturnya. *asa

loading...

Komentar