nusabali

Berbagai Elemen Suarakan Damai di Gema Perdamaian 2019

  • www.nusabali.com-berbagai-elemen-suarakan-damai-di-gema-perdamaian-2019

Berbagai elemen masyarakat Bali dari lintas etnis, agama, budaya, profesi, hingga lintas generasi menjadi saksi puncak pelaksanaan Gema Perdamaian (GP) ke-17 2019 di timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi, Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Denpasar, Sabtu (5/10) petang.

DENPASAR, NusaBali

Puncaknya ditandai dengan penyalaan obor dan pelepasan burung ke udara sebagai simbol kedamaian alam semesta.

Nuansa kedamaian benar-benar terasa malam itu. Acara puncak GP 2019 tidak hanya diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh lima tokoh agama di antaranya Islam, Kristen, Budha, Konghucu, dan Hindu. Melainkan berbagai kegiatan seperti seni budaya, termasuk pembacaan puisi dari Ny Putri Suastini Koster.

Hadir pula Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati dan beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Bali. Made Mangku Pastika, mantan Gubernur Bali yang kini anggota DPD RI dan Presiden World Hindu Parisad (WHP) juga tampak hadir. Selain itu juga banyak dihadiri para pemuka agama dan masyarakat umum yang secara sukarela datang.

Ida Rsi Wisesanatha, ketua SC Gema Perdamaian mengatakan, GP 2019 kali ini mengambil tema ‘Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku’. Tema ini diambil karena dinilai sangat relevan untuk mengingatkan bahwa bangsa ini bisa damai dengan diupayakan secara bersama-sama. “Kita semua harus berupaya nyata menciptakan damai itu, bagi seluruh lapisan generasi,” ujarnya.

Kegiatan GP sendiri sudah dimulai dari bulan Juni 2019 yang lalu dengan berbagai kegiatan yang pada dasarnya mempromosikan nilai-nilai damai. Sementara itu, Wagub Tjok Ace menyampaikan, kegiatan Gema Perdamaian ini adalah hal positif untuk mengupayakan damai bisa terus terpelihara di tengah-tengah masyarakat. “Saya sudah mengikuti kegiatan ini sejak awal. Tujuannya baik, untuk mengingatkan kita kembali bahwa damai itu indah. Kita pernah mengalami peristiwa-peristiwa kemanusiaan, dan kita sangat berharap tidak terjadi lagi hal demikian,” ujarnya. *ind

loading...

Komentar