nusabali

Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam Saat Mandi di Kubangan Eks Galian C

  • www.nusabali.com-bocah-6-tahun-tewas-tenggelam-saat-mandi-di-kubangan-eks-galian-c

Korban I Kadek Mertayoga sempat tenggelam selama 1 jam, sebelum bocah berusia 6 tahun asal Desa Jumpai ini ditemukan sudah jadi mayat di kubangan air eks Galian C sedalam 1,5 meter

Musibah Maut di Bekas Galian C Kawasan Banjar Kangin, Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung


SEMARAPURA, NusaBali
Seorang bocah asal Banjar Jumpai Kawan, Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung, I Kadek Mertayoga, 6, tewas tenggelam saat mandi di kubangan eks Galian C kawasan Banjar Kangin, Desa Jumpai, Senin (10/6) sore. Bocah berusia 6 tahun ini berhasil dievakuasi dalam kondisi tak bernyawa, setelah selama 1 jam tenggelam di kubangan sedalam 1,5 meter.

Saat musibah maut terjadi, Senin sore sekitar pukul 16.00 Wita, korban Kadek Mahayoga mandi di kubangan eks Galian C Desa Jumpai bersama teman sepermainannya, Gede Pande Pediarta, 6, juga asal Banjar Jumpai Kawan, Desa Jumpai. Beruntung, Pande Pediarta berhasil selamat dari maut karena tak ikut mandi di kubangan. Bocah berusia 6 tahun ini pula yang menyampaikan peristiwa tenggelamnya korban Kadek Mertayoga kepada warga di sekitar TKP.

Informasi di lapangam, musibah maut ini bermula saat korban Kadek Mer-tayoga bersama Pande Pediarta datang ke Pantai Jumpai, Senin siang sekitar pukul 14.00 Wita. Selanjutnya, dua bocah sekawan ini bermain di sekitar kubangan eks Galian C yang berada tepat sebelah timur Gudang Rumput Laut di Desa Jumpai.

Korban Kadek Mertayoga sempat mengajak Pande Pediarta untuk ikut mandi di kubangan eks Galian C tersebut. Namun, Pande Pediarta ragu dan pilih menolak ajakan untuk mandi tersebut. Korban pun mandi sedirian di kubangan, sementara Pande Pediarta bermain-main di sekitarnya.

Sekitar pukul 16.00 Wita, bocah Kadek Mertayoga tiba-tiba tenggelam di kubangan sedalan 1,5 meter. Kejadian maut ini diketahui oleh Made Masa, 55, yang tengah duduk di sebelah Timur Gudang Rumput Laut, setelah melihat bocah Pande Pediarta berlari sambil teriak-teriak mengatakan temannya tenggelam. “Tolong Pak, Kadek Mertayoga tenggelam...,” teriak Pande Pediarta sambil menunjuk-nunjuk ke arah kubangan air eks Galian C, sebagaimana ditirukan Kapolsek Klungkung, Kompol Wayan Sarjana.

Kemudian, kata Kompol Sarjana, saksi Made Masa bersama 2 warga lainnya bergegas menuju kubangan di mana korban tenggelam. Mereka selanjutnya berinisiatif melakukan pencarian dengan langsung turun ke kubangan.

Setelah dilakukan pencarian selama 1 jamt, korban Kadek Mertayoga akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Senin sore pukul 17.00 Wita. Tubuh korban ditemukan oleh saksi Made Masa tidak jauh dari lokasi tenggelamnya. Saat ditemukan, bocah malang ini masih mengenakan pakaian, dalam kondisi mayatnya sudah membiru.

"Usaha pertolongan pertama dilakukan Pak Made Miasa cs, namun korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, sesuai dengan hasil pemeriksaan awal tim medis dari Puskesmas Gelgel," jelas Kompol Sarjana.

Jenazah korban Kadek Mertayoga kemarin sore lansung dipulangkan ke rumah duka di Banjar Jumpai Kawan, Desa Jumpai untuk disemayamkan buat sementara. Rencananya, jenazah bocah berusia 6 tahun ini dikuburkan di Setra Desa Adat Desa Jumpai pada Anggara Paing Tolu, Selasa (11/6) dinihari tadi pukul 04.00 Wita.

Korban Kadek Mertayoga merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan I Nengah Muliarta, 35, dan Ni Wayan Suwartini, 33. Sang ayah, Nengah Muliarta, kesehariannya bekerja sebagai cleaning service di RS Bintang Klungkung. Sedangkan ibundanya, Ni Wayan Suwartini, kerja di Denpasar.

Korban Kadek Mertayoga baru saja tamat sekolah TK dan hendak masuk SD tahun ajaran 2019/2020. Menurut seorang kerabatnya, beberapa hari sebelum tewas tenggelam, korban sempat membawa hasil tangkapan ikan mujair ke rumah. Ikan tersebut diperkikaran didapat dari kubangan air eks Galian C di mana korban akhirnya tewas tenggelam. “Anak itu (Kadek Mertayoga) sebetulnya tidak bisa berenang. Tapi, dia sering membantah apabila dilarang oleh orangtuanya untuk bermain ke pantai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Kangin, Desa Jumpai, Wayan Suwirta, menyatakan kubangan eks Galian C di mana Kadek Mahayoga tewasa tenggelam, sebelumnya sudah sempat memakan 6 korban jiwa. Dalam kurun 2 tahun terakhir, setidaknya ada 6 orang yang tewas tenggelam di sini.

“Korban-korban sebelumnya juga rata-rata tenggelam saat mandi. Sekarang aktivitas mandi sudah jarang di sana, paling adanya orang mancing saja," ungkap Wayan Suwirta sembari mengimbau warga untuk waspada jika mancing di kubangan eks Galian C Desa Jumpai. *wan

loading...

Komentar