nusabali

Nganyut Puspa Lingga, Jalan Kaki 13 Km

  • www.nusabali.com-nganyut-puspa-lingga-jalan-kaki-13-km

Puluhan ribu krama dari berbagai pelosok mengikuti prosesi ritual nganyut ke Segara Pesinggahan serangkaian upacara Baligya Lajur yang digelar Puri Agung Klungkung pada Radite Wage Wayang, Mingggu (1/11).

SEMARAPURA, NusaBali
Dalam prosesi nganyut upacara Baligya Lajur untuk almarhum Ida Dewa Agung Istri Putra (permaisuri Raja Klungkung terakhir) yang melibatkan 510 puspa lingga ke Segara Pesinggahan, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung kemarin, krama pengiring harus jalan kaki sejauh 13 km.

Prosesi nganyut ke Segara Pesinggahan, Minggu kemarin, diawali dengan ritual nedunang (menurunkan) 510 puspa lingga (lambang jasad arwah) yang diupacarai dari payadnyan di Puri Agung Klungkung, Kota Semarapura, pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Selanjutnya, 510 puspa lingga kapundut (disunggi) pihak perti sentana (keturunan) masing-masing menuju pantai Desa Pesinggahan.

Iring-iringan prosesi mundut 510 puspa lingga yang melibatkan puluhanh ribu krama ini bergerak dari Puri Agung Klungkung menuju arah timur, lalu meintasi Jembatan Tukad Unda sampai di Desa Paksebali (Kecamatan Dawan, Klungkung). Dari Desa Paksebali, berbelok ke arah selatan melewati sejumlah desa wilayah Kecamatan Dawan, seperti Desa Sampalan Tengah, Desa Sampalan Kelod, Desa Gunaksa, hingga tiba di pantai Desa Pesinggahan (sebelah selatan Pura Goa Lawah), dengan melewati Jalan Bypass Prof Dr IB Mantra.

Pantauan NusaBali, prosesi sempat jeda sembari menunggu ritual ngelinggihang puspa lingga almarhum Ida Dewa Agung Istri Putra dan Ida Batara Lingga ke atas bukur (jempana) setinggi 12,8 meter. Prosesi ngelinggihang puspa lingga Ida Dewa Agung Istri Putra dan Ida Batara Lingga ini dilakukan di Jalan Bypass Prof Dr IB Mantra wilayah Desa Kusamba, Kecamatan Dawan.

Ada dua bukur menjulang tinggi yang digunakan dalam upacara Baligya Lajur di Puri Agung Klungkung ini. Bukur setinggi 12,8 meter tersebut dirancang Jro Mangku Nyoman Alit, undagi (srsitek tradisional) muda asal Banjar Sangging, Desa Akah, Kecamatan Klu-ngkung. Sebelumnya, Jro Mangku Alit juga jadi undagi bade setinggi 37 meter saat upacara Palebon Ida Dewa Agung Istri Putra di Puri Agung Klungkung, 29 Juni 2014 lalu.

Upacara Baligya Lajur kali ini dilaksanakan Puri Agung Klungkung untuk almarhum Ida Dewa Agung Istri Putra, yang telah dipelebon setahun lalu, 29 Juni 2014 tersebut. Sebelum prosesi nganyut ke Segara Pesinggahan, Minggu kemarin, upacara Baligya Lajur telah dilaksanakan selama tiga hari sejak Wrepasti Umanis Ugu, Kamis (29/10) lalu.

Manggala Karya Baligya Lajur yang juga Panglingsir Puri Agung Klungkung, Tjokorda Raka Putra, menyatakan upacara yang digelar kali ini merupakan tingkatan paling utama. Upacara Baligya Lajur (tingkatan paling utama) ini tidak terlepas dari status almarhum Ida Dewa Agung Istri Putra sebagai permaisuri Raja Klungkung terakhir, Ida Dewa Agung Gede Oka Geg (almarhum). “Karena almarhum adalah permaisuriu raja, maka dilaksanakan upacara Baligya Lajur,” jelas Tjokorda Raka Putra.

Selanjutnya...

Komentar