nusabali

Ogoh-ogoh Dilarang Berunsur Politik

  • www.nusabali.com-ogoh-ogoh-dilarang-berunsur-politik

Pembuatan ogoh-ogoh di Klungkung serangkaian perayan Nyepi tahun baru Caka 1941, mendapat atensi dari pelbagai unsur. Karena persiapan Nyepi hampir bersamaan dengan Pileg dan Pilres, 17 April 2019.

SEMARAPURA, NusaBali
Oleh karena itu dalam pembuatan ogoh-ogoh tidak ada unsur maupun atribut politik. Kasatpol PP dan Damkar Klungkung I Putu Suarta mengimbau kepada masyarakat maupun sekaa teruna (ST) yang membuat ogoh-ogoh agar tidak memasukkan unsur politik di ogoh-ogohnya. Seperti membuat ogoh-ogoh figur caleg tertentu, memasang bendera parpol, dan lainnya. "Buatlah ogoh-ogoh dengan sosok butha kala, raksasa, denawa, detya, dan sejenisnya," ujar Suarta, Minggu (27/1).

Terkait hal itu, lanjut dia, Satpol PP berkoordinasi dengan bendesa pakraman. Apabila ditemukan ogoh-ogoh mengandung unsur politik maka bendesa maupun prajuru adat yang menindak. Karena jika itu dibiarkan maka riskan terjadi gesekan terutama antarpendukung. "Sejauh ini belum ada kami temukan ogoh-ogoh mengandung dengan unsur politik," katanya. Imbauan ini juga dilakukan untuk ogoh-ogoh yang akan dipentaskan saat lomba ogoh-ogoh di Klungkung.

Sementara itu, Pemkab Klungkung melalui Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) kembali menggelar lomba ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Raya Nyepi tahun baru Caka 1941. Kepala Disbudpora Klungkung I Nyoman Mudarta menjelaskan, setiap peserta lomba diberikan dana motivasi Rp 10 juta, kecuali peserta dari Kecamatan Nusa Penida mendapat dana Rp 15 juta. Tambahan Rp 5 juta ini karena menyeberangi laut.

Kriteria lomba, kata Mudarta, yakni bentuk ogoh-ogoh adalah sosok butha kala, raksasa, bisaca, denawa, dan detya. Ketinggian ogoh-ogoh maksimal 6 meter setelah diusung, lebar ogoh-ogoh 4 - 5 meter dan disesuaikan dengan lintasan. “Tidak diperkenankan menampilkan unsur seksual, stripsis atau ogoh-ogoh dalam bentuk penghinaan terhadap unsur atau organisasi, maupun mengandung unsur SARA dan mengundang polemik secara umum,” ujarnya. Peserta juga tidak diperkenankan menggunakan petasan atau segala sesuatu yang menghasilkan ledakan. Finishing ogoh-ogoh dibuat dengan tidak meninggalkan unsur etika dan estetika budaya di Bali. Bahan ogoh-ogoh dari anyaman bambu.*wan

Komentar