nusabali

Pelaku Gandakan Plat Nomor Kendaraan

  • www.nusabali.com-pelaku-gandakan-plat-nomor-kendaraan

Polisi memburu pelaku perampokan money changer milik PT Bali Top yang berada di Jalan Nakula Barat, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung yang terjadi pada Jumat (21/12) sekitar pukul 02.30 Wita.

Polisi Periksa CCTV di Money Changer di Legian, Kuta

DENPASAR, NusaBali
Berdasar penyelidikan sementara, sempat diketahui plat nomor kendaraan yang dipakai pelaku. Tetapi setelah dicek ternyata pelaku penggandakan plat nomor. Pelaku perampokan yang diduga berjumlah tiga orang itu juga melakukan tindakan kekerasan terhadap I Putu Juliarta, 37, satpam yang sedang berjaga, dengan cara dipukul, diseret, dan diikat. Dalam peristiwa kawanan perampok berhasil menggondol uang dalam brankas sebanyak Rp 1.069.000.000.

Untuk mengungkap pelaku dalam kasus ini Polsek Kuta dibackup Polresta Denpasar dan Polda Bali melakukan penyelidikan di TKP, Sabtu (22/12). Hasil sementara berbeda dari dugaan sebelumnya, bahwa kawanan perampok masuk ke dalam money changer dengan cara memanjat tembok melalui lantai dua. Hasil penyelidikan kemarin polisi mendapat petunjuk bahwa perampok ini masuk melalui pintu belakang money changer PT Bali Top, yang bersebelahan dengan kantor PT Indodax Indonesia.

Kawanan perampok masuk dengan cara mencongkel pintu belakang money changer lalu masuk dan menyekap security yang sedang berjaga. Setelah berhasil melumpuhkan security, kawanan perampok ini membawa kabur brankas berisi uang sebesar Rp 1.069.000.000. Tak hanya itu, perampok juga embat 5 bundel cek kosong Bank BRI atas nama PT Bit Coin Indonesia yang sudah ada tanda tangan dari Direktur PT Indodax Indonesia, cek Bank Sinarmas, cek Bank Mandiri, dan cek Bank BCA.

Selain uang Rp 1.069.000.000 yang ada di dalam brankas, perampok juga mengambil uang tunai dengan rincian Rp 66 ribu, 5.000 dolar Australia, 6.618 dolar AS, 12.850 Euro, 3.350 dolar Singapura, 45.000 Yen, 1.000 HKD, 7.940 THB, 1.200 MYR, 3.000 CNY. Jadi total kerugian dari uang asing jika dirupiahkan mencapai Rp 419.278.450. Jika ditotalkan semua kerugian mencapai Rp 1.488.278.450.  

“Hingga kini kami masih melakukan pengembangan. Berdasarkan pengakuan saksi yang melihat keadaan di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi. Di mana ada seorang saksi, Siti Julaeha sempat melihat cahaya lampu handphone di semak-semak belakang warungnya,” ujar sumber NusaBali.

Selain memeriksa para saksi polisi juga mengambil sekitar belasan rekaman CCTV. Rekaman CCTV itu nantinya akan diselidiki secara mendalam guna mencari petunjuk. “Kami akan dalami bukti petunjuk lagi. Sebab waktu awal itu, sempat diketahui nomor mobil, setelah dicek ternyata pelaku penggandakan plat nomor,” imbuh sumber tadi.

Diketahui, security I Putu Juliarta berjaga seorang diri. Dia mulai berjaga Kamis (20/12) pukul 19.00 Wita. Pada pukul 23.30 Wita Putu Juliarta menutup rolling door money changer dari dalam. Selanjutnya sekitar pukul 01.30 Wita dia rebahan di salah satu kursi di lantai satu.

Saat tidur, tiba-tiba tiga orang pelaku datang menghampirinya. Ketiga orang ini langsung membekap mulut Juliarta. Mendapat perlakuan itu, korban berusaha berontak dan melawan. Ketiga perampok ini memukul korban hingga luka memar pada bagian wajah. Tak hanya itu, korban yang sudah lemas ini ditendang dan ditodong pisau belati. Selanjutnya tangan dan mulut korban dilakban.

Tak hanya dilakban, lanjut sumber, korban diseret ke belakang kantor sambil dipukul hingga pingsan. Korban baru sadar pada sekitar pukul 03.30 Wita. “Dari penuturan korban, saat sadarkan diri dia berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan ikatan lakban di tanganya. Setelah berhasil, korban keluar meminta tolong kepada pedagang Siti Julaeha, 46, yang berjualan di sebelah barat kantor tempatnya kerja,” beber sumber. *po

Komentar