nusabali

Korban Tewas Gempa Palu 420 Orang

  • www.nusabali.com-korban-tewas-gempa-palu-420-orang

Jumlah korban di Kabupaten Donggala dan Sigi belum terdata karena keterbatasan akses komunikasi dan transportasi.

PALU, NusaBali
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyebut, hingga Sabtu (29/9) malam, jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), tercatat 420 orang.  

“Itu baru yang di Kota Palu, belum yang di Kabupaten Donggala dan Sigi,” kata Willem menjawab Antara di Posko Satuan Tugas Khusus Penanggulangan Bencana di halaman rumah jabatan Gubernur Sulawesi Tengah di Jalan Moh Yamin Palu, Sabtu malam.

Selain itu, kerusakan akibat gempa di Kabupaten Donggala dan Sigi cukup signifikan, namun belum ada laporan mengenai korban dan tingkat kerusakan karena sulitnya komunikasi.

Mengenai data jumlah korban, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu menyebutkan jumlah korban tewas 405 orang. “Jumlah korban meninggal yang terdata di sejumlah rumah sakit 405 orang. Korban luka mencapai 150 orang,” ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dilansir detikcom.

Sedangkan dari data BNPB per pukul 13.00 WIB, tercatat 384 orang meninggal, 540 orang luka-luka, dan 29 orang dinyatakan hilang di Kelurahan Pantoloan Induk, Palu.

Willem mengatakan jumlah korban jiwa masih bertambah karena banyak reruntuhan gedung seperti hotel-hotel besar, ruko, gudang, perumahan, dan lainnya yang belum bisa tersentuh upaya pencarian.

“Kami kesulitan mengerahkan alat-alat berat untuk mencari korban di bawah reruntuhan gedung karena jalur jalan menuju Kota Palu banyak yang rusak,” ujarnya.

Menurutnya, bahkan untuk menyediakan makanan siap saji dari Kota Palu ke tempat para pengungsi pun cukup sulit, sehingga ribuan dus makanan harus didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur, menggunakan pesawat.

Mengenai perawatan korban yang sakit, TNI telah mengerahkan bantuan medis serta tenaga medis-paramedis ke daerah terdampak bencana. Di samping itu, Kapal Rumah Sakit akan merapat ke Kota Palu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta satuan tugas khusus penanggulangan bencana pascagempa di Palu, Donggala, dan Sigi di Sulawesi Tengah memprioritaskan pemulihan pasokan listrik dan operasi bandara pascagempa.

“Dua hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam penanganan bencana ini,” ujarnya kepada Antara di posko satuan tugas khusus penanggulangan bencana.

Wiranto memimpin rapat koordinasi kementerian terkait penanganan dampak gempa di Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu pada Sabtu petang. Rapat dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Wakil Kepala Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, Kepala Basarnas Marsdya Muhammad Syaugi, dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

“Dengan pengalaman kita menangani bencana gempa di Lombok, maka kesiapan kita menangani bencana di Palu ini lebih solid, sehingga harapan Bapak Presiden untuk memberikan respons cepat bisa terlaksana dengan baik,” kata Wiranto.

Dia menjelaskan bahwa gempa menyebabkan tiga gardu induk besar milik PLN rusak, dan berharap kerusakan itu bisa segera diperbaiki.

“Dengan adanya listrik, kegiatan lain bisa dilaksanakan karena menentukan, termasuk pelayanan pasien di rumah sakit-rumah sakit, serta suplai BBM yang kini langka karena SPBU tak bisa beroperasi akibat listrik padam,” ujarnya. Sementara itu, Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu sudah melayani penerbangan 13 pesawat dan helikopter yang mengangkut bantuan kemanusiaan.

“Pesawat-pesawat dan helikopter-helikopter tersebut membawa bantuan sembako, genset, dan tim medis untuk evakuasi dan bantuan keselamatan pascagempa Palu,” kata Manajer Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait melalui layanan pesan singkat, Sabtu kemarin.

Bandara itu sempat ditutup setelah gempa, karena sebagian prasarana pelayanan penerbangannya rusak akibat gempa. Karena prasarana bandara belum sepenuhnya berfungsi baik, sampai saat ini layanan navigasi sementara dilakukan dengan prosedur Visual Flight Rules (VSR).

“AirNav Indonesia juga telah menerbitkan NOTAM untuk prosedur ini dengan nomor H0757/18 NOTAMN, yang menginformasikan bahwa karena alasan pasokan listrik yang belum memadai, penerbangan sementara ini hanya dapat dilakukan melalui prosedur VFR,” jelas Yohanes kepada Antara. Yohanes menjelaskan lembaganya telah mengirim 27 personel AirNav Indonesia dari berbagai daerah ke Palu untuk memastikan layanan navigasi penerbangan tetap berjalan di Palu.

Di Palu, lebih dari 16 ribu warga mengungsi. Jumlah ini belum termasuk warga di Donggala, lokasi titik gempa. “Sebaran pengungsi, terdapat 16.732 orang di 24 titik di Kota Palu,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, seperti dilansir detikcom, Sabtu (29/9).

Menurut Sutopo, pihaknya masih kesulitan memberikan bantuan kepada para korban. BNPB juga masih belum mendapat data dari Donggala karena komunikasi masih lumpuh. “Personel terbatas. Kita imbau masyarakat bersabar. Pemerintah pasti berikan bantuan,” jelas Sutopo. *

Komentar