nusabali

Panglingsir Puri Tewas Tabrak Truk

  • www.nusabali.com-panglingsir-puri-tewas-tabrak-truk

Almarhum AA Ketut Wijaya Kusuma yang notabene panglingsir Puru Gede Jembrana kecelakaan maut sepulang dari kundangan adat di Sanur

AA Wijaya Kusuma Juga Caleg DPRD Jembrana dari Gerindra

TABANAN, NusaBali
Kecelakaan maut yang merenggut korban nyawa terjadi di Jalur Utama Denpasar-Gilimanuk kawasan Banjar Wanasari, Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Senin (10/9) malam. Korbannya adalah AA Ketut Wijaya Kusuma, 59, Panglingsir Puri Gede Jembrana yang juga caleg Gerindra untuk kursi DPRD Jembrana menuju tarung Pileg 2019.

Saat musibah maut terjadi, Senin malam sekitar pukul 19.30 Wita, korban AA Ketut Wijaya Kusuma melaju dari arah timur (Denpasar) dengan menunggangi motor Yamaha N Max nopol DK 3699 WF. Korban dalam perjalanan pulang dari Denpasar usai kundangan adat. Motor yang ditunggangi korban tiba-tiba menabrak Truk Tronton Mitsubitshi Dumper nopol B 9726 AU, yang kemudikan Agus Gunawan, 22, sopir asal Kampung Kelapa Dua, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pedaglang, Banten. Truk Tronon tersebut kala itu nyelonong keluar dari areal parkir warung makan sebelah selatan jalan, selanjutnya memotong jalur hendak menuju arah barat (Gilimanuk).

Begitu menabrak besi pengaman samping kanan Truk Tronton, motor N Max DK 3699 WF yang ditunggangi korban AA Wijaya Kusuma langsung terpental. Korban Wijaya Kusuma pun langsung tewas mengenaskan di lokasi TKP dalam kondisi patah leher dan luka berat di bagian wajah. Sebaliknya, pengemudi Truk Tronton, Agus Gunawan, selamat dari maut tanpa terluka. Malam itu juga, sopir Agus Gunawan diamankan ke Mapolres Tabanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hanya saja, hingga Seelasa (11/9) belum ada penetapan tersangka.

Kapolsek Selemadeg Barat, AKP I Wayan Suastika, mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi terkait kecelakaan maut yang menewaskan korban Wijaya Kusuma, caleg DPRD Jembrana dari Gerindra Dapil Kecamatan Jembrana ini. Dari situ terungkap kecelakaan maut ini dipicu kurang hati-hatinya pengemudi Truk Tronton, Agus Gunawan.

Menurut AKP Wayan Suastika, pengemudi Truk Tronton tersebut memotong jalur tanpa memperhatikan kendaraan lain yang datang dari arah timur (jalur utama). "Jadi, sopir Truk Tronton ini (Agus Gunawan) langsung potong haluan tanpa tengok kanan-kiri,” jelas AKP Suastika saat dikonfirmasi, Minggu kemarin.

Sementara, jenazah korban Wijaya Kusuma malam itu sempat dibawa ke BRSUD Tabanan untuk untuk dibersihkan. Selanjutnya, jenazah korban dibawa pulang oleh keluarganya dan tiba di rumah rumah duka Puri Gede Jembrana kawasan Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Selasa dinihari pukul 02.00 Wita.

Hingga saat ini, jenazah Wijaya Kusuma masih disemayamkan di rumah duka. Rencananya, jenazah Panglingsir Puri Gede Jembrana ini akan diabenkan pada Saniscara Pon Ugu, Sabtu (15/9) depan. Sedangkan ritual nyiramang layon (memandikan jenazah) dilaksanakan sehari sebelumnya pada Sukra Paing Ugu, Jumat (14/9). Selanjutnya, upacara mamukur akan dilaksanakan pada Anggara Umanis Wayang, Selasa (18/9) mendatang.  

Almarhum AA Ketut Wijaya Kusuma---yang juga Sekretaris PAC Gerindra Kecamatan Jembrana---berpulang buat selamanya dengan meninggalkan istri tercinta I Gusti Ayu Kade Marsini, 39, dan dua anak kandung yakni Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi, 8 (Kelas III SD) dan Anak Agung Gde Putra Arimbawa, 5 (TK), serta seorang anak angkat Anak Agung Ayu Putu Dian Kusumawati Dewi, 39 (sudah menikah).

Almarhum Wijaya Kusuma merupakan pensiunan PNS, akhir Desember 2016 lalu. Jabatan terakhirnya di birokrasi adalah sebagai Kasubag Tata Usaha (TU) Kantor Lingkungan Hidup-Kebersihan-Pertamanan (LHKP) Kabupaten Jembrana. Pasca pensiun sebagai PNS, korban terjun ke politik dengan jabatan Sekretaris PAC Gerindra Kecamatan Jembrana. Saat tabrakan maut, korban sandang status sebagai bakal caleg DPRD Jembrana dari Gerindra Dapil Kecamatan Jembrana untuk tarung Pileg 2019.

Ditemui NusaBali di rumah duka di Puri Gede Jembrana, Selasa kemarin, istri korban yakni IGA Kade Marsini mengisahkan, almarhum suaminya kecelakaan maut dalam perjalanan pulang ke Jembrana usai kondangan pernikahan anak dari mantan istrinya di kawasan Sanur, Denpasar Selatan. Menurut Kade Marsini, almarhum suaminya ini tiga kali menikah. Dari pernikahan dengan istri pertama dan kedua yang sudah sama-sama cerai, almarhum tidak memiliki anak.

Sedangkan anak yang menikah di Sanur itu bukanlah anak almarhum. Yang bersangkutan merupakan anak yang sudah diajak mantan istri keduanya ketika menikah dengan almarhum. “Waktu menikah, istri keduanya itu sudah ngajak anak dari suami terdahulu. Nah, anaknya itu lah yang menikah kemarin,” cerita Kade Marsini.

Menurut Kade Marsini, sebelum suaminya berangkat ke Sanur menghadiri pernikahan anak mantan istri kedua, dirinya sempat berusaha meminta sang suami untuk tidak berangkat. Pasalnya, dia sempat mendapat firasat buruk melalui mimpi, Minggu (9/9) malam. Dalam mimpinya, Kade Marsini yang naik motor dikejar Truk Tronton yang terus berusaha menabraknya. Kemudian, saat memasuki sebuah jalan sempit, Truk Tronton yang mengejarnya dari belakang, tiba-tiba sudah berada di depan dan langsung berusaha menghantam motor Kade Marsini.

“Saya ceritakan mimpi buruk itu kepada suami Senin pagi. Namun, suami tidak menghiraukannya dan tetap saja berangkat ke Denpasar. Dia berangkat naik motor dari rumah pukul 10.00 Wita. Dia sempat berusaha mengajak anak pertama saya, Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi, tapi saya larang,” kenang Kade Marsini.

Kade Marsini memaparkan, kematian tragis suaminya bukan hanya menyebabkan kedua anaknya jadi yatim. Puri Gede Jembrana juga tidak punya panglingsir lagi. Sebab, almarhum AA Ketut Wijaya Kusuma merupakan satu-satunya panglingsir lelaki yang tersisa di Puri Gede Jembrana. Almarhum Wijaya Kusuma memiliki 3 saudara lelaki dan 6 saudara perempuan. Tapi, seluruh saudara lelakinya telah meninggal dunia. “Kalau yang perempuan semua masih ada, mereka sudah menikah,” keluh perempuan berusia 39 tahun ini.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Jembrana, Kade Darma Susila, mengatakan almarhum AA Wijaya Kusuma merupakan Sekretaris PAC Gerindra Kecamatan Jembrana. Sampai saat ini, almarhum tercatat sebagai caleg nmor urut 4 untuk kursi DPRD Jembrana dari Gerindra Dapil Kecamatan Jembrana. Almarhum masuk bersama 6 caleg internal Gerindra lainnya, yakni I Gusti Putu Sudiasa (nomor urut 1), Dewa Putu Suparta (nomor urut 2), Ni Ketut Puspayani (nomor urut 3), Nur Ha-sanah (nomor urut 5), Siti Holisah (nomor urut 6), dan I Gusti Putu Wiradi (nomor urut 7).

Menurut Darma Susila, menyusul berpulangnya almarhum Wijaya Kusuma, pihaknya berusaha mencari caleg pengganti. Darma Sila mengatakan, pihaknya sempat berbicara kepada salah satu keluarga Puri Gede Jembrana seraya menawarkan posisi caleg pengganti almarhum. “Tapi, sejauh ini tawaran kami itu belum ada jawaban dari piuhak Puri Gede Jembrana. Tidak etis juga kalau kami mengejarnya terus dalam kondisi berduka. Yang jelas, kesempatan mengganti caleg dibuka KPU sampai 20 September 2018 nanti,” ujar Darma Susila saat dikonfirmasi NusaBali di Negara, Selasa kemarin. *de,ode

Komentar