nusabali

Dewa Ayu Kurniayanti Ingin Pertajam Rekornya di Nomor Lari 400 Meter

  • www.nusabali.com-dewa-ayu-kurniayanti-ingin-pertajam-rekornya-di-nomor-lari-400-meter

Dewa Ayu Agung Kurniayanti terjun di dua nomor cabang atletik, yakni lari 400 meter putri dan estafet 4x400 meter putri

46 Atlet Bali Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games XVIII 2018, Ini Sebagian dari Mereka

JAKARTA, NusaBali
Selain I Gusti Ayu Mardili Ningsih, 20, Sriklandi lintasan atletik asal Bali Dewa Ayu Agung Kurniayanti, 24, juga akan menjadi andalan Indonesia di nomor lari estafet 4x400 meter putri dalam Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September 2018. Bukan hanya di estafet, Dewa Ayu Agung Kurniayanti juga amat diandalkan membidik medali melalui nomor spesialisasinya, yakni lari 400 meter putri.

Dewa Ayu Agung Kurniayanti terjun ke Asian Games 2018 dengan modal percaya diri sebagai juara momor lari 400 meter putri Kejurnas Atletik 2017 dan Kejurnas Atletik 2018. Catatan waktu terbaiknya di nomor lari 400 meter putri ini adalah 55,55 detik, yang ditorehkan saat sabet medali perunggu dalam PON 2016 di Jawa Barat. Catatan waktunya lebih baik dari IGA Mardili Ningsih, yang sebelumnya menorehkan 56,97 detik ketika menjuarai lari 400 meter putri Kejurnas Atletik 2014.

Tak heran jika dalam Asian Games 2018, Agung Kurniayanti difokuskan turun di nomor lai 400 meter putri, selain juga estafet 4x400 meter putri. Sedangkan juniornya, Mardili Ningsih, turun di nomor estafet 4x400 meter purri dan estafet 4x400 meter campuran (2 pria, 2 putri).

Agung Kurniayanti tidak ada mencanangkan target muluk-muluk dalam Asian Games perdananya tahun ini. Target pribadi adalah memecahkan catatan waktu terbaiknya. "Target saya memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Saya ingin memperbaiki catatan waktu terbaik saya di nomor larti 400 meter," ujar Agung Kurniayanti kepada NusaBali di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sedangkan dalam nomor estafet 4x400 meter putri, Agung Kurniayanti akan bahu membahu bersama IGA Mardili Ningsih (asal Bali), Sri Maya Sari (asal Sumatra Selatan), Ulfa Silpiana (asal Jawa Barat), Marselina (asal Nusa Tenggara Timur), dan Maulida (asal Jawa Timur). Siapa yang paling siap di atara 6 atlet ini saat hari H, mereka yang akan ditampilkan.

Agung Kurniayanti tidak mengalami hambatan berarti dalam latihan lari estafet 4x400 meter putri. Sebab, dia dan teman-temannya cepat beradaptasi. "Mudah-mudahan sampai hari H tidak ada kendala. Kami juga selalu menjaga kekompakan agar solid saat tampil nanti," tegas atlet asal Denapasar lulusan S1 Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali yang baru yudisium 2 Agustus 2018 ini.

Agung Kurniayanti sendiri baru mendapat kabar masuk tim inti atletik Asian Games, 2 Juli 2018 lalu. Pelari kelahiran Denpasar, 12 November 1994 ini, tembus tim inti berkat prestasinya sebagai juara lari 400 meter dalam Kejurnas Atletik 2018, Mei lalu. Dia sangat bersyukur mendapat kepercayaan memperkuat kontingen Merah Putih dalam pesta akbar olahraga multievent empat tahunan se-Asia ini.

"Alhamdullillah saya diberi kesempatan mengikuti Asian Games 2018," tutur anak kedua dari empat bersaudara keluarga pasangan Supriyanto dan Anak Agung Ayu Trisna Dewi ini. Agung Kurniayanti tidak masalah, meskipun tak sempat dapat jatah ujicoba sebelum Asian Games 2018, mengingat pemberitahuan masuk tim inti begitu mendadak. Yang jelas, dia siap berlaga dan berusaha memberikan yang terbaik buat negara di Asian Games 2018. Menurut Agung Kurniayanti, Asian Games 2018 ini sekaligus jadi ajang ujicoba sebelum tampil ke SEA Games 2019.

Dewa Ayu Agung Kurniayanti sendiri baru menekuni nomor lari 400 meter sekitar 3 tahun lalu. Sebelumnya, dia sejak duduk di bangku Kelas VI SDN 14 Pemecutan, Denpasar Barat fokus ke nomor lompat jauh. Agung Kurniayanti awalnya menekuni atletik berkat arahan guru olahraganya di SDN 14 Pemecutan, AA Alit Ardana, yang melihat potensinya.

Oleh AA Alit Ardana, Agung Kurniayanti kemudian diajak berlatih di Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP). Di sanalah Agung Kurniayanti bertemu pelatih nasional Ketut Pageh. Nah, di tangan pelatih Ketut Pageh, Agung Kurniayanti terus mengasah kemampuannya di nomor lompat jauh.

Namun, saat PON 2016 di Jawa Barat, Agung Kurniayanti justru dialihkan ke nomor lari 400 meter, karena dinilai berpeluang mendapatkan medali. Maklum, di nomor lompat jauh, Bali sudah punya Maria Natalia Londa, ratu lintasan atletik nasional. Hebatnya, Agung Kurniayanti langsung sukses mempersembahkan medali perunggu dari nomor lari 400 meter buat kontingen Bali di PON 2016. Prestasi Agung Kurniayanti berlangsung dengan dua kali beruntun menjarai Kejurnas Atletik 2017 dan 2018.

Dalam keluarganya, hanya Agung Kurniayanti dan adik bungsunya, Putri Agung Maharani Apriyanti, yang menggeluti olahraga atletik. Sedangkan kakaknya, Eka Agung Putra Febriyanto, kini menjadi anggota TNI AD yang tugas di Yonif 713 Satya Tama, Gorontalo. Eka Agung Putra Febrianto mengikuti jejak sang ayah. Supriyanto, anggora TNI AD yang kini berdinas di Kodam IX/Udayana. Sebaliknya, sang adik nomor dua, Septria Gihan Agung Tarayanti, lebih suka kegiatan Paskibraka. *k22

Komentar