nusabali

Keluarga Harap Pelaku Ditangkap

  • www.nusabali.com-keluarga-harap-pelaku-ditangkap

Kematian tragis Aiptu I Made Suanda, 58, yang ditemukan tewas membusuk diduga sebagai korban pembunuhan, Selasa (19/12) pagi, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya di Banjar/Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung.

MANGUPURA, NusaBali
Korban ditemukan tewas mengenaskan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Nuansa Kori Utama Nomor 30 Denpasar, hanya berselang 18 hari pasca pensiun dari dinas kepolisian. Pihak keluarga pun minta pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.

Adik kandung korban, I Nyoman Wesna, 45, mengatakan almarhum baru pensiun dari dinas kepolisian, 1 Desember 2017 lalu. Sebelum pensiun, almarhum Aiptu Made Suanda dinas di Polsek Denpasar Timur. Kemudian, almarhum menghilang dari rumah, Jumat(15/12) siang pukul 11.30 Wita.

Menurut Nyoman Wesna, seluruh keluarga dan kerabat dekat, dibantu krama banjar, telah menyebar untuk melacak keberadaan korban. Pencarian dilakukan sejak hari pertama menghilang. “Keluarga dan krama banjar mencari kakak saya sampai tengah malam pukul 24.00 Wita. Tapi, hasilnya nihil,” jelas Wesna saat ditemui NusaBali di rumah duka, Desa Pakraman Darmasaba, tadi malam.

Hilangnya Made Suanda, kata Wena, juga telah dilaporkan ke Polres Badung, Sabtu (16/12). “Tapi, yang saya sayangkan, kenapa polisi terkesan lambat untuk melacak keberadaan kakak saya. Kalau seandainya pas waktu saya lapor ke polisi tidak disuruh menunggu 24 jam, mungkin tidak seperti ini jadinya,” sesal Wesna.

Seharusnya, kata Wesna, polisi bisa langsung bergerak melakukan pencarian saat ponsel almarhum mendadak mati, tak dapat dihubungi. “Awalnya saya tidak punya firasat apa-apa, karena waktu itu kakak saya bilang sama istrinya hendak keluar untuk transkasi jual beli mobil. Tapi, saat saya hubungi HP-nya mati, baru timbul perasaan tidak enak, khawatir terjadi sesuatu pada kakak saya,” kenang Wesna. “Ternyata, kakak ditemukan sudah jadi mayat. Makanya, saya bilang polisi agak lambat dalam mengusut keberadaan kakak saya.”

Walau begitu, Wesna mengaku seluruh keluarga pasrah dan ikhlas atas apa yang terjadi. “Tapi, kami harap agar pelakunya ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Nyawa dibalas nyawa,” tegasnya. Menurut Wesna, kakaknya tidak mungkin punya musuh. “Almarhum sosok orang yang baik. Saya yakin ini pembunuhan terencana,” imbuhnya.

Sedangkan adik almarhum lainnya, WS Bima, mengatakan berbagai upaya sempat dilakukan untuk mencari keberadaan kakaknya yang menghilang. Termasuk, upaya pencarian secara niskala dengan nunas baos (minta petunjuk) kepada orang pintar. Tapi, hasilnya nihil.

Almarhum Aiptu Made Suanda sandiri berpulang buat selamanya dengan meninggalkan istri tercinta Ni Luh Sukawati, 55, dan tiga orang anak yang semuanya sudah menikah: Ari Desianti, Made Kristiana, dan Komang Tria Paramita Anggraini. *asa

Komentar