nusabali

Klub Dirugikan Ratusan Juta, Bali United Hormati Keputusan

Lagi, Terkait Penundaan Kompetisi Liga I Selama Sebulan Lebih

  • www.nusabali.com-klub-dirugikan-ratusan-juta-bali-united-hormati-keputusan

GIANYAR, NusaBali - Banyak klub merasa dirugikan secara finansial hingga ratusan, dengan penundaan kompetisi Liga 1 sebulan lebih, atau sejak 31 Maret dan baru dimulai Mei mendatang. Penundaan juga berkaitan dengan Timnas Indonesia U-23 yang memulai pemusatan latihan (TC) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) per 1 April.

Meski demikian, Bali United dan beberapa klub tetap menghormati keputusan tersebut dan berharap Timnas U-23 Indonesia berjaya di Piala Asia U-23 di Qatar, pada 15 April-3 Mei 2024. Di kejuaraan itu, Indonesia berada di grup berat bersama tuan rumah Qatar, Australia,

Ya, pelatih kepala Bali United, Stefano 'Teco' Curruga kesal dan sebenarnya keberatan karena saat penundaan itu timnya dalam peforma terbaik. So, Bali United pun akan menghabiskan waktu untuk persiapan di Training Center Bali United, di Pantai Purnama, Gianyar.

Teco  mengaku situasi itu merugikan beberapa pihak dan klub, termasuk dengan Bali United. 

Pelatih asal Brasil itu harus menjadi pihak kontra karena penundaan jadwal pertandingan yang cukup lama akan mempengaruhi mental dan konsentrasi pemain terutama soal kebugaran fisik pemain. Apalagi tim pelatih harus menyusun kembali program sesuai kebutuhan para pemainnya. 

Meski demikian, Teco tetap menghormati penundaan tersebut demi mensukseskan prestasi Timnas Indonesia di Piala Asia U23 tahun ini. Dia pun akan memberi libur pemain lebih panjang, meski kompetisi belum selesai. 

Manajemen PSS Sleman juga menyayangkan penundaan Liga 1.  Keputusan mendadak PSSI dan PT LIB itu sangat merugikan klub yang sudah melakukan persiapan matang menjelang pekan ke-31.

"Suporter kami sudah membeli tiket untuk laga menghadapi Arema FC. Mereka harus menunda menonton PSS berlaga pada bulan berikutnya," kata Presiden Direktur PT PSS, Gusti Randa di Omah PSS, Sleman.

Meskipun kecewa, kata Gusti Randa, pihaknya tetap memberikan dukunga penuh kepada Timnas U-23 berkancah di Qatar. 

Sementara Persebaya Surabaya mengalami kerugian ratusan juta akibat keputusan PSSI dan LIB, yang menunda kompetisi Liga 1 secara tiba-tiba dan mendadak. Persebaya terlanjur menyiapkan laga kandang pekan ke-31, dengan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (1/4).

“Beberapa hal sebelumnya sudah disiapkan. Persiapan kami sudah sejak H-5,” kata Ketua Panpel Pertandingan Persebaya Ram Surahman, di laman resmi klub.

Persebaya jadi tim yang paling dirugikan atas keputusan itu. Sebab, mereka satu-satunya tim yang akan bertindak sebagai tuan rumah laga pekan ke-31 pada Senin. 

Manajemen Persis Solo juga berteriak mengalami kerugian besar, karena anggaran klub akan membengkak.  Manajer Persis Chairul Basalamah menyebut pihaknya sudah mengeluarkan ongkos untuk menghadapi laga tandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Kamis (4/4/2024).

Menurutnya, penundaan itu akan mengganggu anggaran yang sudah disusun manajemen untuk mengarungi musim ini. Sebab, beberapa perjanjian kontrak dengan pemain dan pelatih akan kedaluwarsa pada akhir April ini.

“Otomatis, biaya klub akan membengkak apabila kompetisi ditunda. Siapa yang menanggung?,” kata manajer Persis Solo itu, dilansir bola.com.

Manajer Operasional PSIS, Wisnu Adi, mengakui kebijakan ini meninggalkan kerugian besar bagi timnya. Sebab, PSIS sudah terlanjur membeli tiket perjalanan pulang-pergi untuk melakoni laga tandang di markas PSM Makassar.

Selain itu, biaya yang telah dikeluarkan untuk menyewa penginapan juga terlanjur dibayarkan. Wisnu mengakui, pihaknya sudah menggelontorkan dana Rp 200 juta untuk keperluan transportasi dan akomodasi. dar

Komentar