nusabali

Bos Perkapalan se-ASEAN Kumpul di Bali, Bahas Tantangan dan Peluang Industri Pelayaran

  • www.nusabali.com-bos-perkapalan-se-asean-kumpul-di-bali-bahas-tantangan-dan-peluang-industri-pelayaran

MANGUPURA, NusaBali.com – Para pemilik usaha perkapalan yang tergabung dalam Federation of ASEAN Shipowners’ Association (FASA) menggelar pertemuan tahunannya, 60th Executive Committee Meeting dan 49th Annual General Meeting (AGM), di The New Renaissance, Nusa Dua, Bali, pada Rabu (6/3/2024).

Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari delapan negara anggota FASA dan para pemilik kapal nasional.  “Forum ini membahas berbagai isu krusial terkait industri pelayaran regional dan global, seperti dekarbonisasi, green shipping, dan Selat Malaka,” ungkap Carmelita Hartoto, Ketua Umum FASA dan INSA.

Sekjen FASA Michael Phoon tak mengelak jika dunia pelayaran saat ini dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti perang Rusia-Ukraina, krisis Laut Merah, dan pandemi COVID-19. 

Situasi ini memaksa operator kapal menempuh rute lebih jauh antara Asia dan Eropa, yang berakibat pada peningkatan biaya operasi. “Karena memutar, maka perjalanan menjadi delapan hari lebih lama,” ungkap Michael Phoon.

Meski tak mengungkap persentase kenaikan biaya, Michael Phoon menyebut pembengkakan biaya sangat tinggi. Mulai dari biaya perjalanan hingga awak kapal. Dan yang lebih merepotkan adalah jika kapal mengangkut komoditas yang ada masa kedaluarsanya.

Forum FASA menjadi wadah bagi para pelaku usaha pelayaran di ASEAN untuk berbagi informasi, best practices, dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi. 

“Kita berharap forum ini dapat menghasilkan solusi yang konkret dan bermanfaat bagi industri pelayaran di kawasan ASEAN,” kata Carmelita.

Selain membahas tantangan, forum FASA juga membahas peluang bisnis dan peningkatan kerjasama antar anggota FASA. Carmelita mengatakan, Indonesia memiliki banyak peluang untuk meningkatkan ekspor melalui laut dengan memanfaatkan jasa kapal nasional.

Kepemimpinan Indonesia di FASA diharapkan dapat mendorong para eksporter nasional untuk menggunakan jasa kapal nasional, sehingga memperkuat beyond cabotage.

Kepemimpinan Indonesia di FASA dan ke depannya di ASA (Asian Shipwoners’ Association) akan memberikan banyak manfaat bagi Indonesia. Carmelita mengatakan, ini merupakan kesempatan untuk:
  • -Mengenalkan industri maritim Indonesia kepada para delegasi negara anggota 
  •  ASEAN dan Asia.
  • -Meningkatkan peran Indonesia di sektor industri pelayaran regional.
  • -Berkontribusi lebih besar bagi kemajuan industri pelayaran dan maritim di 
  •   tingkat regional Asia.
Selain forum rapat, FASA juga mengadakan dinner untuk seluruh delegasi negara anggota. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan para peserta untuk berjejaring dan menjalin kerjasama antar para pelaku usaha pelayaran di ASEAN.

Komentar