nusabali

Semarak Galungan: Komet Menginspirasi dengan Usaha Penjornya

  • www.nusabali.com-semarak-galungan-komet-menginspirasi-dengan-usaha-penjornya

DENPASAR, NusaBali.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kisah inspiratif datang dari Komang Agus Triana, atau akrab disapa Komet. Pria berusia 25 tahun ini merupakan anggota Satpol PP Kota Denpasar yang menjelma menjadi perajin penjor sukses dengan usaha bernama Komet Penjor.

Warga Banjar Kebonkuri Mangku, Kesiman, Denpasar Timur ini memulai usahanya di tahun 2020, saat pandemi COVID-19 melanda. Awalnya, ia hanya membuat 10-15 penjor, namun seiring berjalannya waktu, permintaan terus meningkat.

"Tahun ini, saya kebanjiran order hingga lebih dari 100 penjor," ungkap Komet dengan bangga.

Penjor-penjor tersebut biasanya dikirim langsung ke rumah-rumah dan kantor-kantor di wilayah Kota Denpasar. Proses pembuatan penjor dimulai sekitar 2-3 minggu sebelum perayaan Galungan, dan dikirim mulai dari hari Jumat hingga hari Selasa pada perayaan Galungan.
Modal awal untuk memulai usaha ini sekitar Rp 13 juta. Mayoritas untuk belanja bambu penjor serta ongkos pengiriman. Setelah dikerjakan, penjor hias dibanderol antara Rp 275 ribu hingga 325 ribu, tergantung pada kerumitan dan modelnya. 

Bagi Komet, usahanya bukan hanya tentang mencari keuntungan. Ia ingin membantu masyarakat yang sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga tidak punya waktu untuk membuat penjor sendiri.

"Selain itu, saya juga ingin melestarikan tradisi dan budaya Bali yang adiluhung ini," imbuhnya saat ditemui di tempat usahanya, Jalan Sedap Malam, Banjar Kebonkuri Mangku, Kesiman, Denpasar Timur, Sabtu (24/2/2024).


Komet tidak bekerja sendirian. Jika awalnya hanya melibatkan 7 orang, kini usahanya melibatkan 14 orang, termasuk rekan-rekan dari sekaa teruna dan banjarnya.

"Kerja sama tim dan kreativitas sangatlah penting dalam membuat Penjor yang indah dan menarik," tuturnya.

Tantangan dan Harapan

Salah satu bagian tersulit dalam pembuatan penjor adalah penuasan ental untuk membuat hiasan. Hal ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Komet berharap usaha lokal seperti Penjor Galungan dapat terus berkembang dan membantu UMKM lokal. Ia juga ingin generasi muda bisa belajar seni membuat penjor dan mengembangkan kreativitas mereka.

Kisah Komet dan Komet Penjor merupakan bukti bahwa tradisi penjor masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat Bali. Kegigihannya dalam melestarikan tradisi ini patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.*m03

Komentar