nusabali

Kemeparekraf Arahkan Pemda Gunakan Data untuk Promosi Pariwisata

  • www.nusabali.com-kemeparekraf-arahkan-pemda-gunakan-data-untuk-promosi-pariwisata

PONTIANAK, NusaBali - Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI Dwi Marhen Yono, menekankan kepada setiap Dinas Pariwisata di seluruh Indonesia untuk bisa menggunakan data dalam mengembangkan potensi wisata daerahnya.

“Pembaharuan strategi dengan menggunakan data dalam memasarkan pariwisata juga harus dilakukan. Hal ini berdasarkan riset dan perhitungan yang nyata dari perkembangan pariwisata di Indonesia,” kata Dwi Marhen di Pontianak, Jumat (23/2) seperti dilansir Antara.

Hal tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemasaran Pariwisata yang dihadiri seluruh kepala Dinas Pariwisata se-Indonesia yang dilaksanakan di Kalimantan Barat (Kalbar) ini sangat strategis. Hal ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam mengelola dan memasarkan pariwisata dari tiap daerah yang majemuk.

Menurutnya, Rakornas Pemasaran Pariwisata yang dilaksanakan di Kalbar tahun ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. Hal ini penting, karena banyak strategi pariwisata antara daerah satu dengan daerah lainnya, semua ini harus terintegrasi.

Dia juga menyebutkan, pembaharuan strategi dengan menggunakan data dalam memasarkan pariwisata juga harus dilakukan. Hal ini berdasarkan riset dan perhitungan yang nyata dari perkembangan pariwisata di Indonesia. “Jadi misalnya wisatawan nusantara tidak dari orang lagi, jadi yang dihitung pergerakan hand phone. Yang dihitung bergerak dari satu kabupaten ke kabupaten lain, minimal tinggal enam jam di wilayah tersebut dan tidak lebih dari tiga kali, karena kalau lebih dari tiga kali, itu bukan wisatawan tapi disebut pekerja,” katanya.

Harapannya, kata dia, ada uang yang berputar, sehingga semua pihak harus menyamakan persepsi agar persoalan kepariwisataan di Indonesia secara linier. “Contoh survei pada tahun 2022 orang datang untuk berwisata ke Indonesia karena ingin melihat indahnya alam. Tapi tahun 2024 ini sudah berubah, yang pertama sekarang karena kuliner, kedua kultur seni dan budaya, ketiga kegiatan keempat baru alam, sehingga ini penting strategi kita harus kita update agar sama persepsinya dan tepat sasaran,” katanya. 7 ant

Komentar