nusabali

Mahasiswa UMM Berdayakan Masyarakat Kesiman dengan Eco Enzyme

  • www.nusabali.com-mahasiswa-umm-berdayakan-masyarakat-kesiman-dengan-eco-enzyme
  • www.nusabali.com-mahasiswa-umm-berdayakan-masyarakat-kesiman-dengan-eco-enzyme
  • www.nusabali.com-mahasiswa-umm-berdayakan-masyarakat-kesiman-dengan-eco-enzyme

DENPASAR, NusaBali.com - Kelompok 88 Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Eco Enzyme Nusantara (EEN) meluncurkan program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Kesiman, Lingkungan Kebonkuri, Kelurahan Kesiman, Denpasar.

Program ini mengangkat tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Eco Enzyme dan Personal Branding di Kesiman, Denpasar’. Tujuannya untuk mengedukasi warga tentang pentingnya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan sampah organik dalam produksi eco enzyme.

Kelompok yang diterjunkan ke Pulau Dewata ini beranggota lima orang Ainni Fitriani, Dhivanni Estina PR, Rona Jauza Hakim, Mochamad Yofi Alfansah, dan Khahfi Prayogi.  “Kegiatan ini merupakan implementasi dari hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat,” ujar Ainni Fitriani, salah satu anggota PMM UMM Kelompok 88.


Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme pada 9 Februari 2024. Dihadiri sekitar 25 peserta, mayoritas penjual tanaman hias di Kelurahan Kesiman.

“Masyarakat diajarkan bagaimana memilah sampah organik dan memanfaatkannya untuk menghasilkan eco enzyme,” jelas Dhivanni Estina PR, anggota PMM lainnya.

Program ini didukung penuh oleh EEN dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PMM UMM, Hutri Agustino SSos MSi.  “Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian UMM kepada masyarakat. Kami berharap mahasiswa dapat belajar dan berkontribusi langsung dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat.”

Foto: Contoh Eco Enzym yang telah dipanen dan siap digunakan. -IST

Sementara itu Ir Ketut Rawi Adnyani, selaku Ketua Komunitas EEN Bali, berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kesiman. “Kami juga mendorong mereka untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.”

PMM UMM Kelompok 88 pun menegaskan akan terus melakukan pendampingan kepada masyarakat Kesiman dalam pembuatan dan penggunaan eco enzyme. “Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan sampah organik untuk menghasilkan Eco Enzyme, program ini bertujuan untuk memberdayakan warga Kebonkuri Kelod untuk berkontribusi aktif terhadap lingkungan yang lebih bersih dan hijau. Melalui pemberdayaan dengan Eco Enzyme, masyarakat dapat mengembangkan kemandirian ekonomi. Proses produksi Eco Enzyme dapat dijadikan peluang bisnis lokal. Masyarakat dapat memanfaatkan hasil produksinya untuk kebutuhan sendiri atau menjualnya sebagai produk ramah lingkungan kepada masyarakat setempat,” kata Rona Jauza Hakim, anggota PMM lainnya.

Pemberdayaan masyarakat dengan Eco Enzyme dapat menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan produksi dan penggunaan Eco Enzyme, masyarakat menjadi agen perubahan yang berkontribusi terhadap ekosistem lingkungan.

Komentar