nusabali

Tembok SDN 12 Karangasem Jebol

  • www.nusabali.com-tembok-sdn-12-karangasem-jebol

AMLAPURA, NusaBali - Tembok panyengker SDN 12 Karangasem di Lingkungan Karangpati, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, Senin (5/2) pukul 16.30 Wita, jebol. Akibatnya, 6 KK sempat terisolir. Panyengker, pagar besi bangunan milik Ramidin, dan warung milik Japarsidik, rusak.

Kepala Lingkungan Karangpati Faturahman melaporkan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karangasem, petugas BPBD di bawah koordinasi Kepala Pelaksana I Wayan Soko Wijaya turun ke lapangan. Hadir 20 tenaga harian Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Karangasem membersihkan material yang menutup akses gang menuju pemukiman 6 KK.

Selama belum ada penanganan sejak Senin (5/2), akses jalan 6 KK tertutup. Mengingat, gang di belakang SDN 12 Karangasem buntu. Tembok dengan panjang 20 meter dan tinggi 3 meter yang jebol, menutupi jalan lorong, juga menyebabkan kantin SDN 12 Karangasem sebagian ambruk, dan bak penampungan sampah, juga sebagai roboh.

Kadisdikpora Karangasem I Wayan Sutrisna juga memantau di lokasi kejadian. Lokasinya, sebenarnya di belakang SDN 1 Karangasem, sedangkan tembok panyengker SDN 1 Karangasem yang ada di sebelahnya, rawan jebol, karena telah rapuh. Sebab, SDN 1 Karangasem dan SDN 12 Karangasem berdampingan.

Saksi sekaligus pemilik rumah yang terdampak jebol, Ramidin, mengaku sebelum kejadian terjadi hujan lebat. "Pas saya pulang kerja, baru istirahat sekitar 5 menit di rumah, tembok SDN 12 Karangasem langsung ambruk ke arah timur, menimpa gang, menuju pemukiman 6 KK, menimpa warung tempat usaha penggilingan kopi," jelas Ramidin.

Ramidin sendiri mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan Japarsidik yang tempat usahanya roboh mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta.

Kasek SDN 12 Karangasem Kadek Tisnawati mengatakan, akibat tembok belakang sekolah jebol, kantin dan bak penampungan sampah ikut tergerus. "Sementara kantin tidak diaktifkan, rencana membuat kantin darurat. sedangkan pemilahan sampah sementara kami hentikan," jelas Tisnawati, kasek dari Desa Muncan, Kecamatan Selat. Dia menyukuri karena saat kejadian bukan jam sekolah, sehingga terhindar dari korban jiwa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD I Wayan Soko Wijaya mengatakan, penanganan  awal dengan mengevakuasi material yang menutupi akses warga menuju pemukiman 6 KK. "Kebetulan di sebelahnya ada tanah kosong, meterialnya kami evakuasi ke sana, sehingga akses warga bisa terbuka kembali," kata Soko Wijaya.

Sedangkan warga bergotong royong membongkar reruntuhan yang menimpa warung tempat usaha penggilingan kopi milik Japarsidik. "Rencananya kami bangun ulang," jelas Japarsidik.7k16

Komentar