nusabali

30 Koperasi di Klungkung Sakit

  • www.nusabali.com-30-koperasi-di-klungkung-sakit

SEMARAPURA, NusaBali - Sebanyak 30 dari 156 koperasi di Kabupaten Klungkung tidak aktif atau sakit. Indikator koperasi sakit karena pengurus tidak menggelar rapat akhir tahun (RAT) selama bertahun-tahun. Sementara itu, 126 koperasi aktif di Klungkung terdiri dari 8 koperasi produsen, 62 koperasi konsumen, 52 simpan pinjam, 2 jasa, dan 2 koperasi bergerak di bidang pemasaran.

Asisten III Setda Klungkung, Dewa Gde Darmawan, mengingatkan pengurus koperasi bisa menumbuhkan fanatisme anggotanya. Harapannya, tumbuh rasa memiliki dan koperasi bisa tetap eksis untuk bersaing dengan lembaga ekonomi lainnya. “Sehingga bisa bersaing dengan lembaga ekonomi lainnya,” kata Dewa Darmawan saat menghadiri RAT Koperasi Pasar (Koppas) Srinadi Klungkung, Selasa (30/1).

Pada era digitalisasi dan persaingan yang sangat ketat ini, anggota koperasi memiliki peran penting dalam memberi masukan dan kontribusi positif kepada koperasi. Kadis Koperasi UMKM dan Perdagangan Klungkung, I Wayan Ardiasa, mengatakan sebanyak 30 koperasi tidak aktif atau sakit. Ditandai tidak menggelar RAT tiga tahun berturut-turut. Dinas Koperasi sudah rutin membina koperasi agar bisa sehat kembali. Ardiasa menegaskan, ada beberapa koperasi yang juga berkembang pesat, salah satunya Koppas Srinadi Klungkung dan menjadi salah satu koperasi terbesar di Bali. 


Ketua Koppas Srinadi Klungkung, Ngakan Made Nata, mengatakan Koppas Srinadi menjalankan 9 bidang unit usaha dan aset mencapai Rp 261 miliar dengan anggota sebanyak 13.068 orang. Dari 9 unit yang paling memberikan keuntungan masih unit simpan pinjam. Total SHU setelah dipotong pajak, Koppas Srinadi membukukan keuntungan Rp 1,5 miliar lebih. “Di tengah situasi yang berat ini, Koppas Srinadi masih bisa berkembang cukup baik,” ujar Ngakan Nata.

Ngakan Nata menceritakan, tantangan koperasi selama pandemi Covid-19 sangat berat. Untuk menghindari rush money atau penarikan besar-besaran oleh nasabah, koperasi harus menjaga likuiditas. Salah satu strategi menjaga likuiditas dengan mengurangi pengeluaran pinjaman. Memberikan skala prioritas penarikan uang oleh anggota koperasi. “Sekali gagal bayar bisa jadi rush, kalau terjadi rush bisa babak belur. Sehingga unit usaha lainnya kami batasi belanja barang atau efisiensi,” ujar Ngakan Nata. 7 wan

Komentar