nusabali

Tantangan Olahraga 2024 Kian Berat

  • www.nusabali.com-tantangan-olahraga-2024-kian-berat

Saya melihat, potensi medali kita bukan hanya dari cabang olahraga badminton, tetapi juga terlihat ada potensi lain seperti angkat besi, sport climbing, surfing dan skateboard. Ini akan memberikan warna baru pada dunia olahraga di Indonesia.

JAKARTA, NusaBali
Ketua Komite Olahraga Indonesia atau National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari menyebutkan tantangan olahraga Indonesia tidak mudah pada 2024. Sebab tahun itu ada Olimpiade musim panas di Paris, 26 Juli-11 Agustus.

Menurut Okto, panggilan Raja Sapta Oktohari, sampat saat ini Tim Indonesia telah mengamankan lima tiket untuk tampil di multi-event olahraga empat tahunan paling bergengsi di dunia itu. Yakni, pemanah Arif Dwi Pangestu dan Diananda Choirunisa, pesenam artistic Rifda Irfanalutfi, serta atlet sport climbing Desak Made Rita dan Rahmad Adi Mulyono.

“Proses kualifikasi masih akan kita kawal terus. Insya Allah, kami akan memberikan update terkait persiapan Tim Indonesia menuju Olimpiade Paris pada awal tahun, termasuk pengumuman Chef de Mission Tim Indonesia 2024. Yang jelas NOC Indonesia tidak ada libur untuk menyiapkan persiapan Road to Paris," ujar Okto, Minggu (31/12).

Begitu pula, kata Okto, beberapa Federasi Nasional di awal tahun akan ada turnamen kualifikasi Olimpiade di Indonesia, seperti Asian Rifle & Pistol Championship (5-18 Januari) serta Indonesia Master (23-28 Januari) yang menjadi perebutan poin race to Paris. Okto optimistis Tim Indonesia dapat menorehkan sejarah baru di Paris.

“Saya melihat, potensi medali kita bukan hanya dari cabang olahraga badminton, tetapi juga terlihat ada potensi lain seperti angkat besi, sport climbing, surfing dan skateboard. Ini akan memberikan warna baru pada dunia olahraga di Indonesia," kata Okto. 

Okto meminta, olahraga di Indonesia agar lebih fokus dan semangat lagi dalam melakukan pembinaan prestasi sampai jenjang yang paling tinggi, yaitu Olimpiade.

"Dan Insya Allah kita juga dapat melaksanakan cita-cita besar kita, yakni menjadi tuan rumah Olimpiade,” kata Okto. 

Sementara mengenai tahun 2023 yang sudah berlalu, Okto menilai, dunia olahraga Indonesia lebih bewarna dengan peningkatan prestasi Tim Indonesia, mulai dari torehan manis cabang olahraga baru hingga histori yang telah diukir para atlet untuk Merah Putih.

"Jika biasanya olahraga Indonesia hanya didominasi oleh bulutangkis, angkat besi, panahan, kini cabor lain juga sudah memberi warna baru terhadap prestasi olahraga Indonesia. Kita bisa lihat sepak bola, kriket, hoki, tim estafet putra yang membawa pulang medali emas untuk Merah Putih di SEA Games 2023 Kamboja. Ini juga menjadi penerus tradisi kekuatan olahraga beregu kita,” terang Okto.

Catatan positif itu pun, dapat menjadi modal positif menuju Olimpiade 2024 Paris. Terlebih, raihan prestasi bagus ditunjukkan atlet-atlet Tim Indonesia di Asian Games 2022 Hangzhou. Saat itu, Tim Merah Putih menempati ranking 13 dengan membawa pulang 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

Asian Games Hangzhou adalah multievent dengan torehan total emas terbanyak yang diraih Merah Putih sejak 41 tahun terakhir di luar Indonesia sebagai tuan rumah. Pada Asian Games New Delhi 1982, Indonesia mendapat 4 emas, 4 perak, dan 7 perunggu.  Sedangkan secara peringkat, Indonesia lebih baik dibandingkan Asian Games 2002 Busan. Saat itu, Tim Indonesia menduduki ranking 14. 

“Kalau kita lihat dari refleksi hasil di Asian Games kemarin (Hangzhou) itu, merupakan yang terbaik selain saat kita menjadi tuan rumah. Nah ini kan akan menjadi modal besar untuk kita melihat tahun 2024 ini sebagai tahun penyelenggaraannya Olimpiade Paris,” kata pria yang juga Chef de Mission Tim Indonesia untuk Olimpiade 2016 Rio de Janeiro ini. k22

Komentar