nusabali

Pohon Usia Ratusan Tahun yang Disucikan sebagai Simbol Keteduhan Jagat

Dahan Pohon Beringin Sakral di Pura Pucak Sinunggal, Desa Tajun, Kubutambahan, Patah

  • www.nusabali.com-pohon-usia-ratusan-tahun-yang-disucikan-sebagai-simbol-keteduhan-jagat
  • www.nusabali.com-pohon-usia-ratusan-tahun-yang-disucikan-sebagai-simbol-keteduhan-jagat

Desa Adat Tajun sebagai pangempon pura akan melakukan paruman untuk membahas proses perbaikan kerusakan pura, termasuk ritual yang harus digelar atas peristiwa tersebut.

SINGARAJA, NusaBali
Satu bagian dahan pohon beringin yang disucikan di mandala utama Pura Pucak Sinunggal, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, patah pada Sabtu (9/9) sekitar pukul 09.00 Wita. Dahan kayu dengan diameter 120 centimeter itu menimpa beberapa bangunan pura.

Pohon beringin yang tumbang tersebut diperkirakan sudah berumur ratusan tahun. Keberadaan pohon beringin ini merupakan jenis pohon yang sangat baik menyerap dan menyimpan air menjadi lambang keteduhan jagat.

Dahan pohon tumbang ke arah barat laut dan menimpa wantilan pura berukuran 20 meter x 5 meter dan panyengker palinggih Ratu Ayu Melanting. Peristiwa tumbangnya dahan pohon itu diakibatkan karena angin kencang dan batang pohon sudah lapuk.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, langsung melakukan evakuasi dahan pohon. Dibantu krama setempat dan aparat Desa Tajun, pembersihan dahan pohon dikerjakan selama lima jam, pukul 12.00 – 17.00 Wita.

Tokoh masyarakat Desa Tajun Made Suyasa menyebut, Pura Pucak Sinunggal sangat disucikan. Tidak hanya karena manifestasi Tuhan yang distanakan tetapi juga sejumlah pohon dan tanaman penunjang yang ada. Salah satunya adalah pohon beringin berukuran jumbo berumur ratusan tahun.

“Pohon beringin ini sudah sebesar itu saat saya kecil, sudah sangat tua. Karena di sini kawasan hutan ada beberapa pohon lain juga yang disucikan dan dikeramatkan, seperti pohon kroya dan pohon aren,” ucap Suyasa yang juga mantan Camat Kubutambahan.

Desa Adat Tajun sebagai pangempon pura segera akan melakukan paruman untuk membahas proses perbaikan kerusakan pura, termasuk ritual yang harus digelar atas peristiwa ini.

“Biasanya memang ada isyarat-isyarat yang disampaikan oleh alam. Kalau menurut saya, patahnya dahan beringin ini mencirikan sumber rezeki menjadi agak seret. Tetapi kita juga tetap harus waspada, mudah-mudahan akan baik-baik saja. Nanti pasti akan digelar upacara, menunggu paruman dulu,” ucap Suyasa.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I Putu Ariadi Pribadi mengatakan penanganan pohon tumbang sudah tuntas dilakukan TRC dibantu krama setempat. “Informasi dari laporan masyarakat setempat memang sempat terjadi angin kencang. Itu sangat mungkin di situasi musim kemarau ini. Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada,” kata Ariadi. 7 k23

Komentar