nusabali

Tiga Timnas Ditarget Juara

  • www.nusabali.com-tiga-timnas-ditarget-juara

Timnas U-22 TC di Bali, sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi untuk Bali United, karena empat pemainnya diambil coach Luis Milla, hingga TC dipusatkan di Dipta Gianyar.

GIANYAR, NusaBali

Ketum Umum PSSI Pusat Letjen TNI Edy Rahmayadi menargetkan tiga Timnas (Timnas U-15, U-19, dan U-22) ditargetkan meraih gelar juara dalam kejuaraan berbeda. Target maksimal itu ditetapkan untuk memberikan motivasi lebih kepada para pemain. Sebab secara perlahan perbaikan pola pembinaan dan organisasi di internal tubuh PSSI mulai digencarkan.

Timnas U-15 dan Timnas U-19 bersiap mengikuti Piala AFF di Thailand.  Sedangkan Timnas U-22 ditarget juara pada SEA Games 2017 di Malaysia.

“Pada tahun 2017 ini, banyak event yang diikuti Timnas. Kami targetkan maksimal juara. Kan, tidak ada lagi target di atas itu kecuali juara," terang Edy Rahmayadi.

Hal itu diungkapkan Edy, yang juga Pangkostrad TNI AD, saat memantau Timnas U-19 dan Timnas U-22 menjalani pemusatan latihan di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Kamis (6/7). Sedangkan Timnas U-15 tidak ikut TC di Bali, karena segera ke Thailand. Tapi hal tersebut tidak mengurangi semangat.

Mengapa Timnas U-22 menjalani TC di Bali, kata Edy Rahmayadi,  itu sebagai bentuk penghargaan untuk Bali United, karena empat pemainnya diambil coach Luis Milla, hingga akhirnya TC dipusatkan di Dipta Gianyar.

"Selama ini Timnas kan melakukan latihan terlalu lama. Begitu panjang berlatih, kami sengaja gelar TC di Bali. Sekalian para punggawa Timnas refresing di Bali," tutur Edy Rahmayadi.

Menurutnya, jika Timnas Indonesia menang dalam setiap fase penyisihan dan mendekati juara akan memberikan peluang besar sebagai tuan rumah Piala Asia. Karena itu, harus menunjukkan prestasi dulu. Hal itu membuka peluang Indonesia menggelar putaran final ‘16 besar Asia’.

Meskipun baru dua infrastruktur yang memenuhi standart, yakni di Jakarta dan Pelambang Sumatera Selatan. Terpenting PSSI berbenah ke arah lebih baik. Dimulai dari pemilihan Sekjen. Padahal itu hak preogratif Ketum PSSI.

“Tapi saya tidak mau itu. Saya cari orang terbaik dari anak bangsa ini. Sebab ke depannya kompetisi harus tetap ditata lebih baik lagi. Termasuk soal regulasi lima pemain di liga 1 berasal dari U-23," beber Edy Rahmayadi. Mengingat, Timnas U-22 pemain yang diambil dari hasil Liga 1. Disana pemain membutuhkan jam terbang. Ada dari PS TNI 1 pemain, ada dari Persija 1 pemain, Persib 2 pemain, dan Bali United 4 pemain dan klub lainnya juga.

Edy pun menambahkan, dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia pemain bola baru sekitar 76 ribu. Itu artinya masih di bawah 1 persen. Di Belanda 18 juta penduduknya pemain bolanya 1,2 juta. Spanyol penduduknya 84 juta, pemain bolanya mencapai 4 juta. Negara tetangga Singapura penduduknya
4,2 juta, pemain bolanya 920 ribu.

"Jadi ke depan harus menggenjot pemain muda di kompetisi. Apalagi AFC, AFF dan FIFA mengakui menggeliatnya sepakbola di Indonesia. Mereka sudah menggelontor dana Rp 16 miliar selama 1 tahun. Ke depannya saya yakin terus ditingkatkan diarahkan ke Indonesia," tutur Edy Ramyahadi. *dek

Komentar